Telepati: what u think is what u get.

Tadi malam nonton film yang ceritanya ada seseorang yang bisa mengetahui apa yang ada di pikiran orang lain, istilahnya bisa scanning isi kepala orang, bisa tau apa yang sedang dipikirkan, bisa tau apa yang ada di memorynya, bisa juga mengendalikan orang lain dengan mengendalikan isi kepalanya. Hebatnya lagi orang tersebut bisa melakukan telepati juga dengan benda2 mati. Apa yang dia pikirkan menjadi kenyataan melalui telepati ke orang atau benda2 yang dia kendalikan itu, intinya : what you think is what you get.

Awalnya gw berpikir kalau saja gw bisa mendengar apa yang ada di kepala orang, kita mungkin ga akan susah2 menjalani pemilu, kita bisa melakukan scanning terhadap isi kepala capres, cawapres dan seluruh tim suksesnya, kita bisa tau apakah mereka bener2 berniat baik untuk bangsa ini, melakukan hal2 yang diperkenankan untuk meraih posisi yang diinginkan, atau jangan2 ada udang di balik bakwan. Mungkin kalau gw bisa tau isi kepala orang gw akan segera tau apabila ada orang2 yang sirik ke gue dan berpikiran apapun tentang gw. Tapi yang digambarkan di film itu bukan begitu, malahan setelah nonton film itu gw jadi bersyukur ga perlu tau apa isi kepala orang lain.

Mungkin sebagian ada yang udah pernah nonton What Women Wants, nah yang gw bicarakan ini bukan sekedar dia bisa mendengar isi kepala wanita saja, tapi bener2 bisa mendengarkan semua orang bahkan hewanpun. Sudah bisa dipastikan, ternyata mendengar isi kepala orang sama dengan mendengarkan seluruh kebenaran yang mungkin tidak terungkap, dan kadang2 mendengar hal2 tersebut bukan hal yang menyenangkan, bahkan jadi beban. Kalau saja kita berada di keramaian dan mendengar suara banyak orang berbicara dalam hatinya, wah bisa dipastikan kita bisa gila. Pikiran2 yang kita dengar bukan saja pikiran2 gembira dan bahagia, tapi bisa juga pikiran2 orang yang menderita, pikiran orang yang berniat jahat, pikiran orang yang iri dan dengki dan sebagainya.

Untuk kasus yang gw tonton itu, bahkan dengan pikirannya dia bisa meledakkan kepala orang lain, seolah2 dia mencekik orang itu sampai urat2 nya terlihat semua. Sereeeemmm… kalau ada yang bisa baca pikiran gw, gw juga pasti takutlah. Oh iya bahayanya lagi, kalau udah tidak bisa mengendalikan pikiran2 orang lain yang masuk ke pikiran kita, lama2 kita bisa gila, karena lama2 kita ga bisa punya keleluasaan untuk memikirkan masalah kita sendiri. Masalah sendiri aja udah banyak, masa masih mau ditambah dengan masalah orang lain???

Well…well..gw bersyukur gw ga bisa mendengar pikiran orang lain. Kalaupun gw mau mendengar, gw prefer mendengar lewat telinga saja, gw hanya mau mendengar kalau memang orang itu bercerita ke gw, daripada gw secara tak sadar harus menguping isi hati orang lain…apalagi resikonya bisa gila karena tidak bisa mengendalikan pikiran2 orang lain yang muncul itu….pikiran sendiri aja kadang2 sulit di kendalikan, gimana juga mo ngendalikan pikiran orang lain :p

6 thoughts on “Telepati: what u think is what u get.”

  1. Hihi kalo ada pilihan gue bisa mengatur kapan aja gue mau dgr isi pkrn org rasanya gue ngak nolak deh :p jadi pas kita pengen tau suatu hal kita ngak diboongin 🙂

  2. masih untung bukannya what you see is what you get “WYSIWYG” jadi inget jaman 90-an
    gitu waktu ada Lotus WYSIWYG :))

  3. setuju bgt, what u think is what u get. btw, gua orang baru dalam dunia blog. pengen deh bisa bikin blog yang kayak gini jugaaa….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *