Tentang Kasih

WOW…judulnya sangat FEBRUARI sekaliii… emang ada apa sih bulan Februari? kenapa begitu banyak tanda hati (yang pernah gw pertanyakan bentuknya) dengan warna bervariasi mulai merah (dengan nama merah hati) sampe pinky menggemaskan. Semua toko berhias dengan warna yang tak jauh dan tak bukan, hiasannya pun semua nadanya sama. Bahkan kemasan kue dan coklat dibikin agak spesial…konon kabarnya, di bulan ini banyak yang akan berbelanja ekstra untuk merayakan apa yang dinamakan hari kasih sayang….

Well..gw bukan bermaksud nulis tentang hari kasih sayang ataupun tentang asal usul cerita hari kasih sayang itu sendiri, gw hanya sedang terpikir, sebenernya apa sih Kasih itu sebenernya, apa sih CINTA itu? apa sih yang membuat begitu specialnya orang yang kita bilang kita kasihi? apa sih yang sebenernya kita rasakan ketika kita bilang kepada seseorang bahwa Aku mengasihimu, atau I love you, atau… aku cinta padamu

Ada yang bilang Hate is a strong word. Tapi kalau menurut gw, LOVE juga merupakan kata yang kuat. Cinta Kuat seperti maut…..(penjelasan ini sudah pernah gw tuliskan once upon a time). Kemarin pas kotbah di gereja, bukan dalam rangka hari kasih sayang, tapi kebetulan membahas tentang cinta ini. Manusia mengelompokkan cinta atas beberapa cara. Ada yang mengelompokkan dengan istilah : cinta kepada lawan jenis yang di ikuti dengan emosi jiwa, ada jenis cinta kepada orang tua dan saudara, ada cinta kepada sahabat, dan satu lagi cinta Tuhan kepada manusia. Terus…ada lagi kategori cinta yang katanya menurut filsuf dibagi 3. Cinta I and I alias aku mencintai diriku sendiri melalui kamu, Cinta I and IT alias aku mencintai sesuatu (sesuatu ini bisa berupa barang berharga, pekerjaan, atau apapun yang sering kita nomersatukan), dan satu lagi I and U nah yang ini kategori cinta 2 pribadi, yaitu saya dan kamu.

Bagaimana sih kok ada banyak banget jenis kasih, emangnya kenapa pake di kategorikan segala? Kenapa ga bisa lebih sederhana, cinta ya cinta. Kalo aku bilang aku mencintaimu, ya artinya aku mencintaimu. That’s it, titik ga pake koma ga usah pake tanya2 lagi apa artinya dari kata2 itu 😀 hehehe…kebayang ga sih kalo misalnya dalam acara makan malam romantis terus salah satu dari pasangan bilang : I love U Honey….terus yang dibilang gitu kasih muka datar terus nanya : Umm…artinya apa tuh? Terus yang bilang itu ngasih tau penjelasan dalam bahasa Indonesia, teruss yang nanya malah bilang : oh kalo itu aku tau, tapi maksudku kamu ngomong gitu sebenernya yang kamu rasakan apa? apakah itu artinya kamu ingin memelukku? atau ingin menciumku? atau ingin melindungiku? atau ingin membelikanku mobil mewah? atau ingin mengajak aku menikah? *hahahahahahha gw garing :P* Bisa gw pastikan kalo acara makan malam itu akan gagal total, yang ada ujung2nya malah berantem.

Mungkin setiap orang di dunia ini merasa kalau ada yang bilang ke kita I Love U itu adalah hal yang tak perlu ditanya lagi maksudnya, katanya Cinta itu adalah bahasa Universal, semua orang tua muda, miskin kaya, besar kecil, keriting lurus (loh ini apa-apaan) ya intinya semuanya diharapkan memiliki persepsi yang sama tentang kata Cinta itu sendiri. Padahal…dari beberapa orang yang pernah gw tanya : Menurut elu cinta itu apa sih? kebanyakan diem dulu agak lama, terus mikir terus ngomong ada yang bilang cinta itu bukan sesuatu untuk didefinisikan tapi untuk dirasakan, terus ada yang bilang cinta itu kata kerja aktif bukan kata benda, ada yang bilang cinta itu sesuatu yang indah ketika kau merasakannya, ada yang bilang : ah elu ada-ada aja sih nanyain cinta segala, masa lu ga tau sih. Intinya : ternyata persepsi orang itu beda-beda.

Nah kalo gw ditanya apa itu cinta? apa itu kasih? apa jawab gw. Gw pun harus merenung dulu lama dan mengelak dengan halus dan bilang : bener nih mau tau jawaban gw, ntar panjang loh karena gw ga bisa bicara cinta tanpa cerita yang panjang (buktinya sekarnag ini lah :P).

Kalau dari kotbah hari minggu kemarin, ada 3 poin yang penting dari mencintai itu,
pertama : kata orang cinta mesti berkorban (dikutip dari lagu Ebiet G. Ade) yah cinta itu butuh pengorbanan, korban perasaan ketika kita ketemu orang yang mungkin ga melulu punya cara pandang yang sama akan sesuatu, korban duit ketika lagi masa-masa pdkt, atau korban gengsi ketika harus maju dan siap di tolak :)).

kedua : cinta itu butuh pengampunan. Nah ini masalahnya agak pelik, mengingat orang yang sudah berkorban kadang tetap susah mengampuni. Contohnya mungkin dari para artis aja deh yah , ada yang berkorban keyakinan, pindah agama buat bisa merit dengan orang yang di kasihi, tapi pas giliran ribut2 karena PRINSIP (entah apa prinsip yang lebih penting dari agama) akhirnya cerai, katanya udah ga bisa lagi. Loh apa hubungannya dengan pengampunan? ya…kalo ga bisa nerima prinsip orang lain itu artinya kita ga bisa mengampuni dia dengan prinsipnya yang mungkin bertentangan dengan prinsip kita (apa seh ?). Dan mungkin banyak lagi kasus cerai lainnya yang selalu di sertai dengan kata-kata : “mungkin ini jalan terbaik buat saya yang telah digariskan Tuhan”. What??? dia yang bisa akur lagi dengan pasangannya malah bilang Tuhan yang menggariskan, jangan bawa-bawa Tuhan deh!

Poin ketiga dalam mencintai seseorang adalah membagikan hidup untuk orang yang kita kasihi. Maksudnya kita harus mau menyediakan waktu untuk orang yang kita kasihi. Nah ini nih yang sering dilupakan. Giliran pdkt ajah, nongol hampir setiap hari di tempat sang pujaan, pas udah dapat, sms aja suka ga dibales. Akhirnya komunikasi ampir ga ada, dan…kalo udah gitu, lama-lama bisa terjadi SLI deh alias selingkuh yang katanya itu indah. Makanya menurut gw hubungan jarak jauh itu selain mahal juga susah. Harus punya niat baik dari kedua belah pihak baru bisa berhasil.

Ah…teori cinta dan kasih sayang memang selalu menarik untuk di bahas. Siapa sih yang tak ingin di cintai? Manusia memang beruntung, karena kita diciptakan tidak sekedar diciptakan, tapi Tuhan memberikan KasihNya juga, sehingga kita jadi mengerti bagaimana kita manusia yang kadang tak tau terimakasih ini, tetap di pelihara dan di jaga oleh Tuhan, terus…walau bandel dan sering melawan Tuhan, tetep aja Tuhan itu masih mengasihi kita. Kita diberi kasih sehingga kita juga bisa membagikan kasih kepada sesama kita, baik itu dalam bentuk yang manapun juga, dari pengkategorian yang akhirnya di buat manusia untuk membedakan bahwa Kasih tak selalu harus memiliki (repot kan kalo semua harus dikawin) hehehhe.

Bleh..udah panjang, udah dulu deh, besok2 ditambahin lagi kalo ada ide tambahan. Sorry kalo yang baca rada lieur, gw juga lagi rada lieur nih pas nulisnya hehe…..

2 thoughts on “Tentang Kasih”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *