Mahalnya internet di kota ini…

Sejak tidak adanya penawaran flat gprs dari provider selular yang memberikan harga murah seperti dulu (gratis atau sebulan 25 rebu) rasanya pencarian untuk internet murah tidak ditemukan juga selain nongkrong di hotspot melsa(yang biasanya harus merogoh kocek buat makanan dan minuman yang akhirnya jatohnya mahal juga) atau nongkrong di kampus (yang artinya harus berjalan kaki atau naik angkot kalau lagi malas jalan kaki). Beberapa hari ini sedang menjajaki beberapa alternatif yang tersedia di Bandung. Continue reading “Mahalnya internet di kota ini…”

Life

Life is interesting.. but hard.
in every moment we need to make a choice.
We can choose friends
We can choose hobbies, schools…

But there are certain thing that we can not choose
parents, sibling and our self
At this point what we need is acceptance
accept our self, accept our sibbling and accept our parents

Through this difficulties we need something that always with us.. that what we call God
Parents can leave us, sibbling can leave us, friends and lover can leave us
but God… always there

anonim

Tulisan diatas bukan tulisan gue, tapi…terlalu sayang untuk dilewatkan begitu saja. Sebenarnya penulisnya ga anonim sih, tapi…atas permintaannya maka karya ini dituliskan anonim. Semoga berguna untuk menjadi bahan perenungan.

Pe De

Pernah mendengar kalimat-kalimat berikut?

1. “Aduh aku ga Pe De deh kalau harus ketemu si anu dan si itu dengan dandanan begini, mana ketinggalan sisir lagi, lipstik juga udah abis, bedak udah mulai cemang cemong 🙁 .”
2. “Gilee tuh cewe badan segede gentong udel keliatan kemana-mana, ga punya kaca apa yah, gue aja ga pernah berani tuh make hipster dipadu padan dengan tanktop ketat begitu.”
3. “Wuihhh kok Siti Nurhaliza mau ya dengan duda beranak 3, padahal dia cantiknya jauh diatas rata-rata, coba gue secantik dia, Ari Wibowo yang masih single ajah kutolak!”. Hehehe…semua percakapan tersebut adalah fiktif semata yang terlintas di benak gue untuk mengawali satu hal yang sedang melintas di kepala gue tentang apa yang disebut orang percaya diri alias yang sering disingkat Pe De. Continue reading “Pe De”

Kamar Biru

Kemarin, setelah hampir 3 tahun menempati kamar berwarna pink, kamarku berubah menjadi berwarna biru. Walau masih dalam rumah yang sama, berarti ini kali ke dua aku berpindah kamar dalam rumah yang sama. Dari duluu yang namanya pindah kamar ataupun pindah kost itu ga ada enaknya (capenya aja yang banyak). Rasanya capenya pindah kost ataupun pindah kamar hampir sama. Berhubung sudah lebih 10 tahun menumpuk barang, otomatis pernak pernik juga tambah banyak. Mulai kerja jam 1 siang, baru bisa bobo jam 12 malam dalam kondisi kamar masih berantakan. Tapi…ketika tadi pagi merasakan sinar matahari menyapa, mengucapkan salam selamat pagi, rasanya semua lelah yang dirasakan jadi berkurang (walaupun pegal otot masih terasa hehehe…)

Dipikir-pikir, dari dulu kamarku warnanya ya itu itu saja. Biar pindah kost ataupun pindah kamar kalau ga putih, biru ya pink. Ngecat kamar sendiri baru sekali, itu juga nyuruh adik. Kalau yang sekarang ataupun sebelumnya untungnnya aku dapat kamar yang warnanya masih bagus. Oh ya katanya sih kalau kamar biru cenderung bikin ngantuk. Hmm…semoga saja aku tak jadi penidur di kamar yang biru itu, there’s still many things to do this month.

SalesMan

Udah lama ga nulis, banyak kejadian yang menarik untuk ditulis, tapi…as usual, pas mau ngetik kok lupa intinya, samimawon :P. Cerita kali ini adalah kisah nyata yang merupakan gabungan dua kejadian yang terjadi di tempat dan waktu yang berbeda. Kesamaan tokoh adalah kedua tokoh tersebut merupakan salesman. Continue reading “SalesMan”