Long Weekend, Long Story.

Weekend panjang ini bermula dari tanggal 17Agustus sampai tanggal 21 Agustus. Sebagai seorang yang mengalami libur setiap hari, gue tidak memiliki rencana khusus untuk berlibur atau traveling kemanapun. Weekend panjang biasanya dinikmati oleh pekerja-pekerja yang biasa stress setiap hari dari jam 9 – 5 sore. Tetapi ternyata, beberapa sepupu dari ibukota datang ke Bandung. Walaupun gue ga tau jalan, gue terpilih sebagai penunjuk jalan untuk tour outlet dan memburu makanan (untungnya bukan memburu hantu heheh).

Ada banyak cerita yang terlintas di kepala melihat kegilaan orang-orang yang berbelanja di outlet. Melihat mereka yang kalap membeli ini itu. Melihat begitu banyaknya orang berada di outlet, di tempat makan, di jalan yang juga macet dengan mobil-mobil berplat B selain D (mungkin mengantar tamu yang berkunjung), melihat begitu banyak orang yang memanfaatkan kedatangan turis domestik dengan berjualan makanan yang menjadi oleh-oleh Bandung.

Rute yang biasanya dituju kaum pekerja ibukota itu adalah sebagai berikut:

  • Makan malam dengan pemandangan lampu kota Bandung dan hawa dingin, dengan cahaya temaram dan makanan yang sudah pasti agak mahal dibanding biasanya dengan rasa yang tidak terlalu istimewa. Banyak yang rela berdiri ngantri menunggu mendapat jatah meja, karena sudah bisa dipastikan tempat itu penuh.
  • Besok paginya belanja ke outlet. Berapa banyak outlet yang dimasuki? ya…sebanyak yang mampu kaki melangkah lah. Kalau soal isi dompet, agaknya mereka pasti udah prepare cukup banyak untuk dihabis-habiskan.
  • Siang/sore membeli makanan yang biasanya hanya dengar dari teman bahwa: itu makanan di tempat anu enak. Atau mungkin mereka melihat dari acara wisata kuliner yang ada di tv swasta.
  • Kalau rencana menginap lebih dari satu malam maka dilakukan ritual yang sama dengan tempat yang berbeda sampai tiba waktunya pulang.
  • Beberapa akan mengadakan modifikasi dengan pulang via ciater dan mandi air panas dulu, atau ke kebun stroberi di lembang, atau menikmati susu murni di lembang.

Sebenernya gue selalu bingung kalau ada teman yang datang dan ngajak jalan-jalan di Bandung. Sebagai orang yang tinggal sudah cukup lama tetapi hanya mengandalkan angkot ke mana saja, dan dana yang terbatas, gue tidak terlalu senang dengan kegiatan menghabis-habiskan duit dalam waktu singkat di outlet maupun di tempat makan. Gue lebih senang pergi ke satu tempat yang memiliki bioskop, salon, dan tempat makan, sukur-sukur dilengkapi dengan hotspot. Nah kalau sudah begitu, mungkin cukup banyak juga terkuras isi kantong dalam sehari, tapi rasanya puas. Lahir batin senang perutpun kenyang.

Memang, selera orang beda-beda. Udah dulu deh, kalau diteruskan gue kuatir tulisan ini akan sepanjang akhir pekan yang panjang itu (sebenernya sih gitu, tapi mendingan ga usah ditulis detail).

1 thought on “Long Weekend, Long Story.”

  1. iya, dan meninggalkanku tidak jadi boling huh X(
    emang sih, menyebalkan sekali melihat orang begitu ‘cinta’ dengan Bandung
    apalagi melihat mereka ‘menghambur2kan duit’ utk belanja ke outlet ini, makan di resto/kafe itu
    kadang gw bingung jg, apa bedanya outlet di bdg dgn outlet di jkt ato tempat lain ?
    masalah harga rasanya sama aja
    model? ga ngerti juga deh
    buat gw, walo bekerja di ibu kota, libur panjang di bandung adalah saat ngetem di rumah 🙂
    selain lebih nyaman, juga benci sekali melihat padat dan ramainya jalanan dan pertokoan di bandung di saat
    libur panjang seperti itu..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *