Kenapa TV sebaiknya tidak berada di kamar tidur?

1, supaya tidak ada orang yang tertidur di depan TV
2. supaya saat kita ingin tidur kita tidak usah tergoda untuk menonton (yang mengakibatkan kita bangun kesiangan karena begadang nonton TV)

Kenapa TV sebaiknya dimatikan di saat tidur?

1. hemat energi hemat biaya
2. ada yang bilang jika kita tidur dengan suara yang terus berputar seperti sesuatu yang menghipnotis kita

Hehehe…tulisan ini terpikirkan ketika sudah mengantuk tapi masih pengen nonton TV, jadi inget dulu jaman awal kost ga punya TV juga susah, ga ada hiburan, tapi sekarang punya TV ya adanya di kamar doang lah, namanya juga anak kost, cuma punya lahan sepetak doang.

Pengalaman Memakai Esia GoGo

Akhirnya kemarin nyoba juga layanan Esia GoGo. Pertama cek pulsa…oh masih 10 rebu lebih beberapa ratus rupiah, berarti masih bisa karena syaratnya diatas 10rebu untuk prabayar. Sebelum pergi ke Jakarta aku sudah mengirimkan sms ke 6060 yang isinya “GOGO Jakarta”. Setelah tiba di Jakarta aku harus menelpon *999 untuk aktivasinya. Waktu nelepon ada menu untuk aktivasi dengan pesan suara atau berbicara dengan agen representatif. Ternyata menu pertama belum bisa, dan akhirnya harus ngobrol2 dengan mbak/mas representatif esia. Dari obrolan disuruh nunggu 30 detik, telepon jangan ditutup dulu. Waktu menunggu kumanfaatkan untuk bertanya ini dan itu. Intinya adalah ternyata seandainya aku tadi blum ketik sms GOGO Jakarta sebelum berangkatpun, dengan menelpon ke *999 aku tetep bisa mengaktivasi Esia GoGo. Dalam percakapan aktivasi ditanyakan juga rencana di Jakarta sampai hari apa, jadi akan di set aktivasi sampai hari yang diminta.

Setelah menelpon tanya ini itu, aku diminta untuk menonaktifkan telepon alias mematikan handphone selama 10 menit. Lalu setelah 10 menit kemudian kirimkan sms ke 6060 yang isinya INFO. Lalu akan didapatkan balasan sms yang isinya adalah nomer sementara di Jakarta dan informasi talktime kita. Jadi Talktimeku yang cuma 1o rebu sekian itu dibagi 2. Talktime nomer utama (nomer bandung) 5rebu sekian, sedangkan talktime nomer sementara juga 5 rebu sekian.

Coba nelpun ke Bandung (dengan mengawali nomer 010 didepannya, karena itungannya daku kan nelpun dari Jakarta ke Bandung). Cek pulsa…berkurang 50 rupiah/menit. Kemudian, aku minta ditelpun dari Bandung, cek pulsa..berkurang juga 50 rupiah/menit (mendingan gue yang nelpun dung). Tapi..sms ga sampe euy, entah karena esia lagi error atau emang ga bisa. (Berhubung di Bandung saja Esia sudah sering error smsnya, ya..sudahlah tak ada gunanya memaksakan esia untuk sms).

Besoknya, esia pagi-pagi error huhuhu ga bisa telpun atau menelpun. Siangnya untungnya sudah bener lagi. Lumayanlah pulsa 5 rebu perak bisa di pake buat interlokal, itu juga ga habis.Malamnya, pas mau balik ke Bandung coba ngirim sms isinya HOME ke 6060 tapi gagal. Udah takut aja ntar nomer gue ga balik di Bandung, tapi..cueklah. Sampai di Bandung, cek pulsa…loh kok pulsanya blum balik ya? huhhu….

Untungnya, hari ini, pulsa sudah bersatu kembali, jadi pulsa yang dibagi 2 itu disatukan kembali karena ada sms juga yang memberitahu bahwa masa layanan Gogo sudah berakhir. Anyway yang masih jadi pertanyaan adalah, bagaimana jika saya mengisi pulsa, ketika di Jakarta? apakah pulsanya akan bersatu kembali? dan bagaimana cara menambahkan pulsanya, masukin ke nomer utama atau ke nomer sementara? Belum dicoba sih, logikanya pulsa pasti akan bergabung kembali, tapi..nomer yg diisi yang mana aku tak tau. Kalau ada yang pernah nyoba mungkin bisa berbagi di sini.

Blitz Megaplex

Kemarin nonton di Blitz Megaplex, berikut ini penilaian subjektif dari kami.

Negatipnya

  • Suaranya terlalu keras, bikin budeg aja.
  • AC nya dingin sekali, siap-siap jaket (mungkin karena kemaren auditoriumnya terlalu kosong disaat tidak nomat).
  • Tempatnya terlalu dugem, nggak gue banget!

Plusnya

  • Ada melsa free hotspot, jadi bisa internetan pas nunggu film

Katekisasi Pranikah

Hari minggu kemarin aku dan risna mengikuti retreat katekisasi pra nikah untuk menutup sesi 8 minggu kelas katekisasi yang kami ikuti. Menurutku katekisasi ini sangat berguna sekali, dan aku cuma mau sharing apa aja yang dibagikan di situ.

Buat yang non Kristen, atau buat yang Kristen tapi di gerejanya nggak ada katekisasi pra nikah, ini penjelasan singkat: kelas katekisasi di GII Hok Im Tong diwajibkan untuk yang akan diberkati pernikahannya di sana, dan minimal harus diikuti 6 bulan sebelumnya. Keluarga Risna inginnya kami nikah di Medan, jadi kelas itu cuma sekedar untuk menambah pengetahuan, dan menyiapkan diri menghadapi pernikahan.

Kelas ini membuat aku jadi berpikir banyak mengenai pertanyaan: “benarkah dia yang terbaik untukku dan aku mau menghabiskan sisa hidupku dengannya?”, dan apakah “aku sudah siap menikah?”.
Continue reading “Katekisasi Pranikah”

Online Booking yang Aneh

Iseng-iseng ngeliat situs Lion Air dan terpikir untuk melakukan pemesanan dengan melihat jadwal pada tanggal yang tidak pernah ada (31 Nov), hasilnya cukup mengejutkan, karena sepertinya programmernya waktu kuliah ga belajar bikin fungsi validasi kalendar (atau mungkin programmernya ga kuliah formal kali ya). Berikut gambar capture layarnya :

Keisengan berikutnya yang terpikir adalah, mencoba memesan route dari Jakarta (CGK) ke Jakarta (CGK) pada tanggal 1 November yang lalu. Saya tidak tahu kenapa saya masih bisa melihat jadwal penerbangan yang sudah berlalu (posting ini tanggal 7 November). Saya tidak tahu kenapa hasilnya seperti berikut (jujur saya kaget, karena kok dari Jakarta ke Jakarta yang jelas-jelas CGK ke CGK waktunya lama banget ya? hampir 1 setengah jam, udah mau nyampe Medan kalau dari Jakarta (atau emang ada orang yang iseng terbang dari CGK ke CGK ya?), berikut ini capture layarnya:

Dari Cengkareng ke Cengkareng? Query SQL nya apa ya...
Dari Cengkareng ke Cengkareng? Query SQL nya apa ya...

Jadi inget kemarin waktu mau pulang mau konfirmasi tiket pulang via sms, ada yang aneh juga oleh si Lion Air, dia ngasih format pesan dan contoh tidak sinkron misalnya format pesan: CONFIRMED lalu contohnya : CONFIRMED Risna JT570 CGK MDN 18.30 (ada perbedaan urutan format dengan contoh). Sempat beberapa kali dapat pesan: Maaf format Anda salah, lalu kembali dia memberikan pesan format yang berbeda dengan contoh (sampai saya mencoba menggunakan format contoh). Lalu konfirmasi ulang dari Lion Air saya terima bukan setelah saya mengirimkan sms itu, tapi setelah saya check in di Bandara! Sungguh konfirmasi via sms yang tak berguna dan hanya menghabiskan pulsa saja :(.

Anyway, tulisan ini tidak untuk menjatuhkan Lion Air, tulisan ini hanya sekedar sharing pengalaman sebagai salah satu orang yang memanfaatkan jasa Lion Air. Pelajaran dari sini adalah, booking online yang banyak digembar gemborkan oleh sebuah perusahaan (dengan biaya promosi yang tidak sedikit dan mungkin membayar orang cukup mahal untuk mendevelopnya) sayangnya seringkali masih tidak terpakai (alias buang-buang duit saja). Untuk pemesanan Lion Air saya masih lebih percaya menelpon ke Travel Agen terdekat saja.

Pengalaman memakai 3G XL

Saya telah mendapatkan sumbangan E50 untuk development SymbianBible, dan atas persetujuan pemberi sumbangan, HP tersebut saya tukarkan dengan E61 yang mendukung 3G. Selain berguna menemukan banyak bug dalam program saya, E61 juga berguna untuk mencoba 3G yang saat ini sangat marak didengungkan oleh para operator seluler. Secara umum ternyata 3G masih mengecewakan, dan operator masih perlu promosi lagi agar ini bisa sukses.

Testing dilakukan di berbagai tempat, dan ternyata signal 3G masih belum merata. Segala keluhan di bawah ini dilakukan berdasarkan testing di mana signal 3G sangat baik (which is di tempat tidur saya di Kopo). Saat ini beberapa layanan 3G XL masih gratis sampai 22 November 2006 (Streaming Video, Portal WAP 3G, telepon video 6 menit pertama).

Pertama: Koneksi Data

Kabar buruknya koneksi ternyata tidak selancar yang diharapkan. Bahkan mengakses situs wap.xl.co.id kadang-kadang sangat lambat dan perlu refresh. Kabar baiknya: Latensi 3G lebih baik dari GPRS dan nyaman untuk melakukan koneksi interaktif (misalnya SSH). Saya belum mencoba chat dengan Yahoo messenger, tapi mestinya lebih lancar dibanding GPRS.
Continue reading “Pengalaman memakai 3G XL”