Kecewa dengan detikinet.com

Kalau males baca panjang: intinya detik ngawur, jadi saya bikin sendiri yohanes.info compactbyte.info

Meskipun saya berlangganan banyak sekali newsfeed dari berbagai sumber berita, namun saya baru mulai memperhatikan detikinet akhir-akhir ini. Ternyata isi artikel detikinet ini cukup ngawur. Sebelum menceritakan kengawuran yang saya temukan baru-baru ini, perlu saya ceritakan juga bahwa ternyata kengawuran ini sudah berlangsung cukup lama. Misalnya dulu Detik pernah memuat tulisan mengenai “Virus Organis Serang Windows Vista”, yang merupakan terjemahan dari sebuah joke di Internet. Tentunya artikel aslinya sudah dihapus tapi Google masih menyimpan noda tersebut. Hal ini juga sudah pernah di bahas di blog mas priyadi.

Saya tidak mengikuti semua kejadian selama bulan Januari hingga Juli tahun ini, namun beberapa minggu terakhir detik masih membuat berbagai kesalahan. Misalnya: mengkelirukan antara catur dan checker pada berita Komputer Checkers Miliki 500 Miliar-Miliar Kombinasi. Sebelumnya berita tersebut menyebutkan bahwa komputer yang dimaksud dapat bermain catur (dengan gambar buah catur), setelah saya komplain 2 kali (dan pada kali kedua mengancam bahwa jika tidak diperbaiki, maka akan saya tuliskan di blog), maka akhirnya artikel tersebut diupdate (tentunya tanpa memberikan credit, bahkan tanpa ucapan terima kasih yang sifatnya personal).

Berikutnya lagi, detik membuat kesalahan yang lebih fatal. Detik menulis mengenai Ocehan Bayi Mampu Dipahami Software, padahal berita aslinya dari reuters menyatakan bahwa komputer dapat diajari untuk bisa mengenal ucapan orang dewasa seperti yang dilakukan oleh bayi (tidak sesuai dengan asumsi semula yang menyatakan bahwa kemampuan berbahasa adalah kemampuan dasar manusia yang tidak bisa diajarkan kepada komputer secara otomatis). Rupanya wartawan detik salah menerjemahkan Baby talk menjadi ocehan bayi padahal baby talk adalah bahasa sederhana yang diucapkan oleh orang dewasa kepada bayi. Ini sudah saya beri komentar 2 kali, dengan semua referensi, tapi tetap saja artikelnya tidak diubah.

Dan terakhir, meski kesalahan ini tidak terlalu fatal, detik memuat berita mengenai Laptop $150 tanpa informasi bahwa itu kemungkinan adalah scam, mengingat berbagai situs sudah memberi peringatan bahwa itu mungkin merupakan scam. Kali ini ada banyak komentar masuk yang tidak disensor oleh detik.

Mungkin sebagian dari Anda akan berkata, kenapa nggak bikin situs berita sendiri aja? Mengingat saya meluangkan waktu sekitar 30 menit sehari untuk membaca sekitar 400 berita dari berbagai macam situs di internet dengan menggunakan Google Reader (dengan teknik seperti ini), saya memutuskan untuk mengisi situs yohanes.info yang tadinya saya biarkan kosong compactbyte.info.

, dengan aneka berita IT yang saya baca. (toh setiap hari juga biasanya saya memfilter berita-berita ini untuk saya ceritakan ke istri saya).

Mungkin tidak akan banyak yang membaca situs tersebut, tapi setidaknya saya bisa belajar banyak menulis dan berusaha menyebarkan berita IT yang benar. Tidak seperti detikinet, setiap artikel akan memiliki link ke sumber berita, sehingga Anda dapat memverifikasi beritanya dengan cepat. Rencananya berita akan diposting oleh saya dan istri saya. Jumlah berita yang akan diposting berjumlah 3-17 berita per hari. Berita akan diposting sebelum jam berangkat kerja, ketika makan siang, dan sepulang kerja. Semua itu seharusnya tidak memakan lebih dari 30 menit ekstra (karena saya sudah mengalokasikan 30 menit/hari untuk membaca berita).

4 thoughts on “Kecewa dengan detikinet.com”

  1. yaealah, jo… semua orang udah tau kalo detikinet itu basbang 🙂 hehehehe… jadi orang2 yg di priyadi.net aja udah bosen ngomentarin ato ngkritik detikinet… udah kalo gitu, situs berita itu dimatiin aja jo… diapain kek >:)

    mungkin di indo ini aja, hampir semua orang kantoran mbaca detik dan detikinet. lah, kalo detikinet itu memuat berita yg salah (memuat lho, bukan membuat, yah, terlepas copy paste dari mana ato nerjemahin dari mana) dan itu bakal nyebar ke orang laen lagi dengan cepet…

    jadi? detikinet di-deface aja? 😀 heheheheh… kalo gw dulu jaman mahasiswa ngeliat spanduk yg membuat opini publik yg salah, gimana caranya spanduk itu harus ilang.. nah, ini situs berita yg bisa mbuat opini publik salah, yah, mungkin harus diilangin juga kali dari peredaran 😛 heheheh.. piss yooo… 😀

    1. Hehe, gw kan baru baca akhir-akhir ini.

      Sedihnya banyak orang yg percaya sama detik, di sebuah milis ada yang bilang gini: “ini bener kok beritanya, soalnya ada di detik”.

  2. Wew, ketemu Johanes Nugroho lagi 🙂
    Dulu sering ketemu d MSN, tp nick d blok gara2 ga pernah d pake.

    Bagus artikelnya, yah setidaknya membuka mata orang-orang (yg baca ini tentunya), hanya saja menurut saya permasalahanya adalah kita org Indonesia ya otomatis berbahasa Indonesia dong, jadi maksudnya ketika nyari referensi IT juga yang berbahasa Indonesia, dan satu-satunya yg selalu d update adalah detikinet itu.

    Mungkin emang perlu d carikan solusi ya??
    1. buat web tandingan yg valid
    2. menyarankan detikinet u/ cr org sbg translator yg handal jadi berita tdk rancu
    3. om Jo gabung dengan detikinet 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *