Banyak Maunya

Seminggu ini tanpa sengaja gue kembali melakukan blogwalking. Kalau biasanya cuma buka situs-situs yang terdaftar dalam rssfeed saja, kali ini gue bener-bener melompat dari 1 blog ke blog yang lain, dan tanpa sengaja menemukan sekumpulan blog teman-teman lama. Dan hari ini juga salah satu hari membaca update-an blog teman yang blognya terakhir gue kunjungi kira-kira setahun yang lalu. Jadi teringat masa di mana gue bisa mengupdate blog sehari beberapa kali, masa di mana gue mengencourage temen-temen gue buat nulis di blog untuk bisa tau kabarnya tanpa harus bertanya : apa kabar lu? .  Kemana perginya masa-masa itu?

Well, awalnya emang karena gue beneran sibuk, terus lama-lama rada malas memberitakan pada dunia apa yang terjadi. Belum lagi kadang-kadang yg pengen ditulis itu isinya protes terhadap orang-orang tertentu yang kalau dia sampai baca bisa menimbulkan konflik. Oke, emang masih banyak hal lain yang bisa ditulis selain hal-hal yang mungkin menyinggung orang lain, tapi waktu di depan komputer pikiran masih terfokus pada hal tersebut, mana mungkin bisa menuliskan tentang hal lain?? Akhirnya yang biasanya terjadi adalah, saya hanya ngobrol dengan Joe.

Anyway, bukan hal-hal itu yang mau ditulis, belakangan ini Joe lagi demen mengutak utik gadget nya. Terus kepikiran, kayaknya kami bukan tipe orang yang bisa hidup di Era permian (tau kata ini gara2 Primeval) tapi lebih punya khayalan hidup di rumah yang pintar.

Kepengen punya rumah yang bisa masak jadi pas pulang tinggal santap. Terus rumahnya bisa cuci piring kotor kita. Terus auto cleaning, terus kita bisa mengendalikan semua hal yang dirumah dari jarak jauh. Misalnya kalaupun lagi berada di kantor tetep bisa mengakses semua data komputer rumah, ataupun semua elektronik di rumah. Kalau kata Joe kami juga butuh kulkas yang ada layar LCD nya yang mendaftarkan semua makanan dan tanggal kadaluarsa dari tiap makanan, dan kataku sebaiknya kulkas itu juga cukup pintar untuk menawarkan menu makanan apa yang bisa kami pilih berdasarkan apa yang ada di kulkas.

Oke..apalagi yang dibutuhkan dari rumah pintar?  Mungkin pengendalian dengan suara juga yah. Jadi tinggal bilang : “kulkas apa menu hari ini ?” lalu kulkas menjawab : “bisa makan nasi goreng, telur dadar, sayur capcay pake udang, dan tempe goreng serta bala-bala, tapi karena kemarin sudah masak bala-bala sebaiknya hari ini bikin bakwan jagung saja”. Lalu gue akan tanya,”kalau mau masak itu semua butuh waktu berapa lama kulkas? gue udah lapar banget nih”. Terus kulkas akan menyarankan kalau gitu masak yang gampang aja :” macaroni sarden, cuma butuh waktu sekitar 15 menit”. Terus gue akan menyuruh kulkas mengeluarkan apa yang gue butuhkan, lalu gue letakin macaroni di microwave dan sarden di kompor listrik dan memerintahkan mereka bekerja pada waktu yang sama.

Terus waktu mau tidur, gue bilang sama AC kamar, “ntar jam 12 kalau kami sudah tidur mati aja yah, terlalu dingin soalnya kalau nyala sepanjang malam, tapi kalau kami belum tidur, matinya setengah jam setelah kami tidur aja”. Lalu AC akan bilang “siap laksanakan”.

Hahahaha..gue mimpi kali yak, ini gara-gara nonton serial terbaru Knight Rider. Pengen juga punya mobil keren dan canggih seperti itu. Terus kalau dikombinasi dengan film jumper ataupun kalau ada teleport, gue mungkin ga akan butuh mobil, tapi ya tetep butuh lah, kan biar “gaya”. Hahahahaha.

Pertanyaanya adalah: kalau semua hal udah bisa diotomasi dan dilakukan oleh mesin, lalu apa gunanya lagi manusia? bisa-bisa lapangan kerja semakin ga ada dong buat manusia? Kalau versi Joe: salah besar kalau bilang komputer akan menggeser manusia. Justru kalau semua sudah bisa diotomasi, tugas kita sebagai manusia adalah berpikir dan bekerja lebih efektif lagi. Memikirkan bagaimana untuk membuat semuanya lebih efisien (termasuk hemat pemakaian energi). Dan versi gue adalah: kita bisa hidup lebih tenang, ga perlu bangun pagi-pagi buat masak dulu nyediain sarapan, lalu cuci piring sebelum berangkat kerja, atau pusing pulang kerja udah cape dan lapar masih harus mikir mau masak apa. Bisa aja sih makan di luar, tapi tetep aja waktunya di luar terbuang percuma. Lalu kita manusia bisa hidup tenang dan senang, santai di rumah menikmati waktu dengan keluarga, melakukan hobi seperti menulis artikel/blog ataupun merajut (yang sengaja tidak kita serahkan pada mesin, namanya juga hobi). Lalu kalau udah punya anak kita bisa mengurus anak dengan baik dan benar, memperhatikan anak dan mendidik anak supaya setelah besar juga bisa membuat mesin-mesin yang lebih hebat lagi di masa depan.

Hahaha…udah ah, gue mah banyak maunya. Mulai dari mau A jadi nya Z. Tapi boleh dong bermimpi. Gue masih inget percakapan dengan bokap gue di mobil di masa SMP, bokap gue bilang: “teknologi canggih jaman sekarang ini berawal dari mimpi, jadi sebenarnya ga ada salahnya punya mimpi, asal tau gimana cara mewujudkannya aja”.  Dan Joe juga pernah bilang kalau dia selalu ingin bisa terkoneksi dengan komputernya darimanapun selama ada koneksi internet, lalu kita bisa menyalakan dan mematikan komputer sebutuhnya aja sehingga ga perlu bayar listrik mahal karena komputer harus nyala terus-terusan, dan sekarang mimpi Joe itu udah dia wujudkan.

Nah kalau seandainya mimpi gue ga bisa gue wujudkan, semoga di masa mendatang tulisan gue ini bisa jadi inspirasi buat diwujudkan oleh another dreamer like me :).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *