Harta Karun buat merajut

Akhirnya, sampai juga harta karun yang ditunggu-tunggu selama seminggu ini. Dengan perjuangan yang cukup panjang, keringat dan airmata (hiperbola mode on), akhirnya benang yang tak dapat dibeli di Chiang Mai ini sampai juga ke Chiang Mai.

Ini dia harta karunnya :

Benang dari Craft and Me

Alkisah sejak mulai rajin merajut, setelah memboroskan beberapa Baht untuk membeli benang di toko Import di sini, akhirnya memutuskan beli benang secara online dari Craft and Me, Indonesia saja. Harga beli di Indonesia memang jauuuuh lebih murah daripada benang import dari eropah atau amerika, tapi tetap yang harus dipikirkan ongkos kirim dan pajak.
Begini perjalanan sang benang hingga sampai ketanganku. Dari mbak Thata di Surabaya, benang diberangkatkan dengan bis malam ke Jakarta, karena kalau pake TIKI ongkos kirimnya aja udah seperberapa benang….., Lalu dari Jakarta, dikirim pake EMS ke Chiang Mai. Well, harus diakui, ongkos kirimnya agak bikin sakit hati, karena ongkos kirim EMSnya hampir sama dengan biaya beli benangnya. Oke jadi ceritanya harga benang jadi 2 kali lipat.

Udah nih, kirain tinggal duduk manis nungguin benang sampai ke rumah. Ternyata… di Thailand ini sama aja dengan di Indonesia. Untuk barang-barang dari luar negeri, kalau beratnya mencapai berat tertentu, suka disangkain buat di jual lagi. Terus mereka ga kirim ke rumah langsung, barang itu harus dijemput ke kantor pos dan kita harus bayar ini itu nya. Mereka memperkirakan harga benang yang kubeli itu seharga…(bentar ngitung dulu)…. 5 kali lipatnya!!!, dan karena di Thailand sini pajak VAT itu sekitar 7% dari harga beli, maka aku harus ngeluarin duit ekstra lagi yg kira-kira sepersekian dari harga benangnya….higs.

Tadi akhirnya ke kantor pos buat menjemput kiriman ini, bermodalkan bahasa Thai yang sampai sekarang masih pas-pasan, beres juga urusannya. Orang-orang di kantor pos sini gak pada bisa bahasa Inggris (sama aja kali ya ama di Indonesia).

Tapi, begitu buka kardus, hilang rasa sedih…, benangnya lucu-lucu bangeeeet. Ga rugi lah bayar beberapa kali lipat dari yang bisa didapatkan di Indonesia, malahan masih merasa kurang aja nih. Bahkan kalau aku hitung lagi dengan baik, seandainya aku menghabiskan sejumlah biaya yang sama untuk total biaya beli benang dan ongkos kirim, lalu dipakai untuk membeli benang import di sini, kayaknya jumlah benangnya ga kelihatan hehe.

Anyway, benang ini jadinya benang import juga, import dari Indonesia :P. Siap berkarya lagi nih dengan benang-benang cantik. Bisa buat modal di perjalanan buat liburan besok :). Oh ya, mungkin akan ada yang heran, kenapa ga angkut sendiri benangnya dari Indonesia, kan mau berkunjung nih bentar lagi ke Indonesia. Jawabnya: berat ah bawa-bawa benang sambil mampir ke KL dan SG. Namanya juga mau jalan-jalan, masa bawa benang sekian kilo? :P.

Pelajaran untuk kirim-kirim barang selanjutnya. Ada baiknya di luar kemasan dicantumkan harga transaksi dalam USD, jadi si kantor pos tidak main tebak harga sekenanya. Ya sebenarnya masuk akal sih mereka menghitungnya 5 kali lipat dari harga aslinya, karena benang yang ku pesan ini ga bisa didapatkan di Thailand, jadi waktu mereka melihatnya langsung deh menganggap benang-benangku itu harganya selangit. Gak kapok ah mesen benang dari Indonesia, tapi mungkin nanti setelah stock yang sekarang habis.

7 thoughts on “Harta Karun buat merajut”

  1. mbak kalo aku mending bawa sendiri sekoper benang, ongkosnya jauuuuhhh lebih murah…
    selamat menikmati benang benang yaaa

  2. Hehe, emang sih kalau bawa sendiri pasti ga kena ongkos kirim, tapi masalahnya pengalaman terakhir pulang ke Indonesia pas balik bawaannya overbagage, nah kayaknya kalau bayar kelebihan bagasi pesawat juga ujung-ujungnya mahal. Yah, itung-itung menghemat tenaga bawa-bawa koper sih. Ini masih memandangi benang sambil nyari pattern yg cocok untuk segera menggarap benang-benang yang ada 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *