Komentar di Blog

Dulu masa awal-awal saya ngeblog, saya sering diprotes oleh teman-teman saya yang mampir membaca blog saya. Mereka bilang: "Ah Ris, baca blog lu cape, panjang-panjang banget tulisannya, udah gitu tulisannya juga serius banget". Padahal seingat saya, masa itu saya menulis apa yang saya amati dan apa pendapat saya dalam kehidupan sehari-hari. Bedanya dengan sekarang, dulu kalimatnya sangat tidak terstruktur, dan dulu lebih banyak bersifat "emosional". Sekarang ini, saya lebih memilih apa yang pantas ditulis diblog dan apa yang sebaiknya disimpan sendiri saja. Saya juga belajar untuk mengungkapkan emosi dengan pilihan kata yang to the point, tidak bermakna ganda dan diharapkan bisa dimengerti dengan baik.

Sejak blog sudah menjadi trend (yang terbukti tidak hanya sesaat), hampir setiap orang memiliki blog. Lalu mulailah terjadi berbagai hal perdebatan melalui media blog. Entah apa tujuan orang yang menuliskan hal-hal yang katanya tidak bersifat menyerang, tapi isi postingan tersebut secara eksplisit menyerang. Lalu akan terjadi perang komentar, di mana kadang-kadang pemilik blog tidak fair dengan menghapus komentar yang tidak dia inginkan. Lalu biasanya akan banyak emosi yang terkuras di sana sementara si penulis blog akan tertawa-tawa senang karena tiba-tiba blognya menjadi populer.

Saya heran, ada begitu banyak orang yang senang menuliskan komentar panjang lebar yang kadang-kadang lebih panjang dari postingan aslinya. Lalu seringkali pembahasan tidak fokus dan belok ke mana-mana. Saya heran, ada begitu banyak orang yang peduli dan terpancing emosi gara-gara tulisan di blog.

Buat saya pribadi, tulisan di blog itu buah pikiran pemilik blog (dengan catatan orang tersebut tidak mencuri postingan). Kalau saya tidak setuju dengan postingan orang lain itu hal yang biasa. Tapi daripada saya harus menuliskan panjang lebar komentar tentang ketidaksetujuan saya terhadap isi posting tersebut – yang mana ada kemungkinan dihapus – lebih baik saya menuliskan pendapat saya di blog saya.

Mungkin akan ada yang bilang: "Kalau begitu namanya bukan berdiskusi/berargumen dong". Maka jawaban saya adalah: kita bisa kasih trackback  blog kita di komentar posting blog yang ingin dikomentari. Tapi pada dasarnya saya lebih sering ga merasa perlu komentar sih. Lagipula saya sudah kapok berargumen dengan orang "idiot" dan tidak merasa perlu berdiskusi.

Di dunia ini tiap orang punya pendapat masing-masing. Kalau pendapat orang lain itu terkait langsung dengan kepentingan kita (mempengaruhi hidup kita), mungkin perlu memperjuangkan pendapat kita untuk didengar. Tapi kalau tidak ada pengaruhnya, lebih baik tidak usah dipedulikan. Pengalaman berbalas-balas komentar cuma menguras emosi dan ga ada gunanya, malah cenderung membuat mood jadi jelek yang mana tidak baik untuk produktivitas pekerjaan.

Saya ingin mengakhiri postingan saya dengan kalimat bijak dari internet yang saya setujui:

Never argue with an idiot. They bring you down to their level and beat you with experience.

2 thoughts on “Komentar di Blog”

  1. Saya juga suka dengan kalimat terakhir itu. Soalnya saya sendiri baru mengalami seperti yang ditulis diatas. Sampe pusing mikirinnya. Kayaknya saya perlu mengingat baik-baik kalimat tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *