Barusan dikagetkan oleh cahaya di depan jendela. Ternyata masih ada orang yang main kembang api. Langsung deh Joe beraksi jepret-jepret.
Masih kurang puas sih dengan hasilnya, ya namanya juga masih belajar.
Gimana ya biar asapnya ga ketangkap kamera?
Ah jadi ingat, kemaren susah payah nungguin kembang api di Nawarat Bridge waktu Loy Kratong, dapatnya ga ada yang bagus. Yang ini masih jauh lebih mendingan kali ya daripada yang di Nawarat Bridge. Kadang-kadang kita memang cenderung susah payah pergi jauh-jauh berharap sesuatu yang lebih baik, padahal yang lebih baik itu seringnya ada di depan mata, tapi kita ga menyadarinya atau ga sabar aja menunggunya. Loh kok jadi teringat buku Sang Alkemis nya Paulo Coelho ya.
Related posts:
- Pesan di perlintasan kereta api Para pengguna Jalan raya, saat ini Anda berada di perlintasan...
- Loy Krathong 2008 Ini bukan Loy Kratong pertama kami sejak di Thailand. Tapi...
- Setahun di Chiang Mai Sebelum menceritakan perjalanan kemarin, pengen nulis tentang setahun di negeri...
- Kenapa TV sebaiknya tidak berada di kamar tidur? 1, supaya tidak ada orang yang tertidur di depan TV...
- Bioskop di Chiang Mai Sejak di Bandung, kami hobi menonton film di Bioskop (ya...










hehehehe