Kalau Ragu Tanya Google

Banyak orang salah menggunakan “worthed” ketika yang dia maksud adalah “worth it”, memakai “dateline” (baris tanggal) padahal dia ingin menuliskan “deadline” (tenggat/batas waktu). Hal sederhana tersebut sebenarnya bisa dicek dengan mudah di Google. Cara pertama adalah dengan mencari definisinya, tapi biasanya orang akan bingung membaca definisi yang rumit. Cara kedua lebih mudah: bandingkan jumlah hasil pencariannya, yang lebih banyak biasanya benar.

Misalnya, mencari kata “worthed” akan menunjukkan ada 136.000 hasil, sedangkan “worth it” menghasilkan 83.500.000 hasil. Anda lalu bisa mengecek beberapa hasil pertama, apakah kata yang ingin Anda pakai itu memang yang Anda cari. Kata “worthed” merupakan kata dalam bahasa Inggris kuno yang sudah tidak dipakai lagi (artinya “To befall; betide” atau “terjadi”). Perhatikan bahwa jika kita ingin mencari frasa, harus dilingkupi kutip “seperti ini” (jika tidak ada kutipnya maka hasilnya adalah halaman yang ada kata “seperti” dan kata “ini”).

worthed

worth_it


Contoh lain dalam kasus “dateline” (7,580,000 entry) vs “deadline” (55.200.000 entry), Kata “deadline” berarti tenggat, sedangkan “dateline” adalah baris dalam sebuah berita yang menyatakan tanggal penerbitan. Tentunya orang akan lebih banyak berbicara mengenai “tenggat” dibanding “baris tanggal”, jadi dengan melihat jumlahnya saja Anda sudah tahu bahwa ketika berbicara mengenai “tenggat” maka yang dipakai adalah “deadline”.

Ini mengingatkan saya pada topik penting: Jangan menggantungkan pencarian Google dari satu pencarian. Saya baru saja membaca situs ini yang berusaha membela penggunaan kata “opened source code” (dibandingkan dengan “open source”) dengan menggantungkan diri pada google dan menyatakan bahwa ada cukup banyak orang yang memakai istilah ini.

opensource

Jika kita cari di Google, “opened source code” menghasilkan 631 entri saja, “opened source” menghasilkan 73.900 entri saja, sedangkan “open source” menghasilkan: 90.100.000 entri. Perlu dicatat: kadang-kadang orang salah ketik (dan diindeks google). Perhatikan juga bahwa google menyarankan: “Did you mean opensource?”.

Misalnya kita mencari aneka daun dan memasukkan “leafes” (ini salah, bentuk jamak daun seharusnya “leaves”), Google memberikan hasil 82.500 entri (dan bertanya: “Did you mean: leaves”), tapi cobalah mencari “leaves” maka hasilnya 166 juta entri. Jadi kita tidak bisa hanya mencari satu kata lalu menggantungkan diri pada hasil itu dan mengatakan “banyak orang make leafes kok, jadi itu pasti benar”.

Coba kita sedikit kritis, misalnya penulis melink ke sini sini yang menyatakan bahwa situs itu memakai istilah “opened source”, ternyata kalimat yang ditemukan adalah: “… based on the newly-opened source code of Flash’s high-performance ActionScript …”, ternyata “opened” di situ sedang dipakai di bentuk past (“baru saja dibuka”). Di situs lain (misalnya situs amd), itu sepertinya salah ketik, karena dalam seluruh situs amd hanya ada satu kali “opened source” digunakan (coba saja search “opened source” site:amd.com). Anda bisa melihat sendiri di situs-situs lain bahwa klaim penulis (yaitu frasa “opened source code” wajar digunakan) sangat tidak benar.

Ingin mencoba sendiri? cobalah mencari “live experience” vs “life experience”.

6 thoughts on “Kalau Ragu Tanya Google”

  1. Di artikel opini PC Media terbit September 2009, Bernaridho menggunakan judul “Yang Closed Dari Opened Source”. Rupaya masih ngeyel juga dengan istilah ini. Padahal menurut kamus, tertutup = closed, terbuka = open.

    Definisi lengkap tentang open bisa dilihat di sini:
    http://www.thefreedictionary.com/open

    Mari kita ajak ybs ke blog ini (saya kirim juga ke email) untuk menjelaskan, apa arti dari opened source. Kalo sekedar nyeleneh, biar ngawur asal ngeyel, barangkali sudah bawaan orok. Perlu diupgrade atau turun mesin sekalian. 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *