Sepuluh Tahun Berlalu…

Hari ini seorang teman seperjuangan di masa masih di Bandung, bertanya kepada saya: “Apa yang kita lakukan 10 tahun yang lalu ya?”, hampir saya jawab dengan: berjuang haahaha. Tapi dengan cepat saya mencoba mengingat semua kenangan tahun 2000. Sepuluh tahun yang lalu, saya masih nangis nangis bombay *lebay* biar bisa menyelesaikan tugas akhir yang tak kunjung berakhir. Sepuluh tahun yang lalu, di tahun yang sama saya berhasil menyelesaikan juga tuh si tugas akhir dan di wisuda. Masih di tahun yang sama saya dapat pekerjaan daaaan berkenalan dengan dunia blog.

Sepuluh tahun yang lalu, saya ga pernah kebayang jalan hidup saya akan seperti ini, yang jelas saya bersyukur hidup saya jauuuh lebih baik dari 10 tahun yang lalu. Belum pernah kebayang bakal merantau di negeri orang, belum pernah dengan nama kota Chiang Mai (maklum, ga ngikutin Sea Games).  Ada hal-hal yang tidak berubah dalam 10 tahun, misalnya saya tetap jadi anak rantau yang tinggal jauh dari keluarga, tapi ada lebih banyak hal yang berubah dalam 10 tahun ini (salah satunya tentu saja berat badan hahaha).
Membaca-baca arsip blog secara random tentang kejadian dalam 10 tahun ini rasanya cukup menghibur. Gelombang memori datang tak terbendung, rasanya ingin tertawa tawa menertawakan masa-masa yang mungkin pada saat itu terasa sulit. Membaca blog teman seperjuangan saya itu lebih-lebih lagi, melihat metamorfosisnya dari tulisan ala remaja sampai pada nasihat-nasihat yang bijaksana. Tulisan saya sendiri mengalami metamorfosis yang cukup terasa.

Sungguh ingatan kita sebenarnya terbatas, tapi dengan sedikit tulisan di blog, ingatan bisa menjalar ke mana-mana. Bahkan untuk beberapa peristiwa, saya bisa ingat apa perasaan saya waktu itu. Walaupun saya tidak akan bisa mengingat parfum apa yg saya pakai waktu itu – mengingat saya bukan pemakai parfum – dan saya tidak bisa mengingat saya pakai baju apa saat kejadian itu terjadi. Tapi yang namanya gelombang perasaan bisa terasa seperti baru kemarin terjadi, bukan dalam kurun waktu 10 tahun.

Anyway, pelajaran dari membaca blog hari ini mengingatkan saya untuk lebih rajin mengeblog, walaupun isi blognya bisa saja tersirat dan tak tersurat (meminjam istilah kawan saya itu). Ada begitu banyak hal yang terjadi dalam 10 tahun sejak saja ngeblog, dan saya tidak tahu apa yang akan terjadi 10 tahun mendatang. Saya tidak tahu apakah saya masih akan di Chiang mai, atau kembali ke Bandung atau …. di suatu kota yang tak pernah terpikirkan sebelumnya? Entahlah… mungkin saja 10 tahun lagi saya tidak ngeblog lagi, tapi kalau saya masih ngeblog, saya akan menemukan tulisan ini dan membuat sambungan tulisan mengenai 10 tahun berlalu lagi hehehhe..

4 thoughts on “Sepuluh Tahun Berlalu…”

    1. iya, what and where will you be in the next 10 years? saya aja hampir lupa dah ngeblog 10 tahun (walaupun ga kontinu) kalau ga karena temen saya nanyain hehehe..

  1. it’s totally fun reading your ten years younger self.
    niatku saat ini adalah: membuat blog baru, dan mencoba untuk menulis lagi.
    klo gak, ntar 10 tahun lagi kita gak punya bahan buat diketawa2in 😀

    1. bener ya cui, jangan sampe ga jadi nulis blog lagi. Garing kali klo kita ga punya bahan bacaan 10 taun ke depan 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *