Masalah Teknis Hybrid Blackberry

Tulisan saya sebelumnya (OS Hybrid Blackberry: Usaha yang sia-sia) mengundang banyak respon dari berbagai pihak. Sayangnya responnya bersifat emosional dan tidak membangun, tidak bersifat teknis. Nah sekarang saya akan membahas beberapa hal teknis lanjutan mengenai hybrid. Saya sebutkan di artikel saya bahwa hybrid bisa saja berhasil kalau kita *tahu* apa yang kita campurkan. Yang menjadi masalah, dan menjadi kritik utama saya adalah: kebanyakan hybrid itu ngasal, jadi kemungkinan berhasilnya kecil (dan andaikan berhasil, kemungkinan membuat bug lain lagi). Saya juga mengkritik bahwa menyebarkan hybrid itu sifatnya illegal (kalimat saya adalah ‘sebenarnya penyebaran OS hybrid adalah sesuatu yang illegal’). Mungkin ada yang salah paham: membuat hybrid itu legal (silakan Anda campur-campur sendiri file yang sudah Anda download sendiri). Yang saya kritik adalah penyebarannya atau istilah legalnya redistribution.

Di artikel ini saya akan menuliskan bagaimana caranya supaya hybrid menjadi tidak ‘ngasal’ dan bagaimana mengatasi masalah redistribution sehingga bisa tetap membuat hybrid yang legal. Saya akan mulai dulu dengan masalah teknis, lalu akan saya teruskan dengan masalah legalitas redistribusi modul. Perlu ditegaskan: Saya tetap tidak berniat membuat hybrid. Tulisan ini hanya untuk melengkapi tulisan saya sebelumnya kalau Anda masih ingin membuat hybrid.

Masalah pertama yang dimiliki para hybrider adalah: kekurangtahuan masalah teknis. Ini dari hal dasar mengenai pemrograman: apa itu modul, apa itu kelas, apa itu inteface, dsb sampai ke masalah teknis jaringan, misalnya apa itu LDAP atau DNS resolver. Tanpa mengetahui itu semua, kita masih bisa terus berjalan meski akan sering terantuk batu, tapi jika tahu maka akan lebih baik.

Hal mendasar yang harus diketahui oleh para hybrider adalah: modul apa yang harus diganti. Kadang nama modul sangat mencerminkan isinya, misalnya net_rim_bb_twitter itu isinya adalah aplikasi twitter. Masalahnya adalah ada banyak nama yang tidak jelas, misalnya net_rim_bb_elt atau net_rim_se13nettable. Ada juga modul utama yang namanya jelas, seperti net_rim_bb_addressbook_app tapi modul pendukungnya kurang jelas, misalnya net_rim_bb_addressbook_gal.

Hal teknis pertama yang bisa dilakukan oleh para hybrider adalah: mendokumentasikan fungsi setiap modul. Hal ini jelas gunanya: supaya tidak ngawur mencampur modul. Misalnya saya pernah melihat di salah satu hybrid: ada masalah web browser, lalu dia mencoba mengganti modul net_rim_bb_ldap_browser dengan harapan browsing akan lebih baik, hal tersebut ngawur, karena meski ada kata-kata “browser”-nya, modul tersebut tidak ada hubungannya dengan web browsing. Modul tersebut berhubungan dengan LDAP suatu protokol layanan direktori. Kata-kata ‘browser’ di situ tidak berhubungan dengan web browser. Bahkan bagi pengguna awam yang tidak terhubung dengan enterprise, perubahan tersebut tidak berpengaruh sama sekali terhadap apapun di handsetnya (sia-sia, karena modul ini dipakai oleh modul secure email/pgp).

Saya sudah memulai dokumentasi mengenai deskripsi modul, tapi karena keterbatasan waktu, hasilnya baru sedikit. Ini bisa dilihat di http://yohan.es/blackberry/modules/. Dokumentasi ini boleh dianggap masih versi 0.1. Tujuan dokumentasi saya sebenarnya bukan untuk membuat hybrid. Itu awalnya dari catatan pribadi ketika melakukan reverse engineering, tapi ternyata berguna juga ketika shrinking (saya bisa memilih dengan mudah modul mana yang ingin saya hapus, karena saya melakukan shrinking manual dengan program bjavaloader di Linux). Karena informasi ini mungkin berguna bagi orang lain, maka sekalian saya share.

Untuk bisa menjadi referensi yang berguna, masih ada banyak hal yang harus dilengkapi dari dokumentasi saat ini yaitu:

  1. Lengkapi semua modul, saat ini baru sebagian modul yang tercantum
  2. Tambahkan informasi mengenai ketergantungan antar modul. Misalnya net_rim_bb_addressbook_gal dibutuhkan oleh address book untuk Global Address List, tapi tidak bisa kita hapus karena merupakan komponen penting bagi address book. Catatan: ini sudah saya tambahkan, menggunakan skrip otomatis dari output disassembler (ini juga bisa didapat dengan javaloader dir -d).
  3. Sebaiknya ada pemetaan terhadap fungsionalitas pengguna dan nama modul. Misalnya: fungsi SMS dipengaruhi oleh modul mana saja. Hal ini supaya jika masalah di versi terbaru hanya di masalah SMS, jangan mengubah hal-hal yang tidak berhubungan sama sekali.
  4. Tambahkan informasi mengenai versi modul. Misalnya modul versi 100 dan 200 ternyata tidak berubah, atau “modul X versi 100” lebih cepat dari “modul X versi 200”. Ini supaya tidak ngawur, mengganti modul X versi 100 dengan versi 200 padahal isinya masih sama persis.
  5. Tambahkan deskripsi yang lebih lengkap mengenai cara kerja modul. Misalnya: aplikasi kamera tidak memakai native API sama sekali. Jadi menukar-nukar modul kamera tidak akan memperbaiki gambar.

Dokumentasi ini akan terus saya perbaiki jika saya ada waktu luang sambil saya menyelami internal Blackberry, jadi saya harapkan orang-orang tidak langsung mulai mengkritik “masih minim sekali dokumentasinya”. Kalau memang Anda bisa membuat yang lebih baik, silakan saja memulai. Nah untuk para ‘hybrid master’ yang menganggap saya ‘sombong’, silakan buktikan kerendahhatian Anda dengan berbagi ilmu pada sesama mengenai pengetahuan Anda mengenai modul-modul Blackberry. Buat Anda yang banyak berkomentar, mungkin sebaiknya berhentilah berkomentar, dan mulailah berkarya.

Perhatikan bahwa dokumentasi memegang peranan penting di sini. Gregor Mendel tidak tahu mengenai struktur DNA (analoginya: dia tidak tahu internal program), tapi dia melakukan pencatatan teliti dari sudut pandang matanya tanpa peralatan modern (ini analoginya: tidak tahu internal program, hanya memperhatikan masalah modul dari sisi pengguna). Kontribusi Mendel sangat besar karena dia membuat pengamatan yang sangat tajam. Jadi meski kurang mengenal internal program, sebenarnya para hybrider masih bisa berlaku ilmiah jika mau melakukan pencatatan yang baik dan membagikan hasilnya pada orang lain.

Tidak ada alasan untuk tidak mencatat modul-modul yang dicampur berikut dengan mengapa Anda mencampur dan apa deskripsinya (kecuali Anda memang tidak punya alasan, dan ngawur saja mencampur modul). Jika pengamatan Anda akurat, ilmunya akan sangat berguna bagi orang lain. Misalnya ada pengguna bermasalah hanya di bagian SMS, dia tidak perlu mendownload hybrid baru, jika tahu versi mana yang bagus (misalnya dia cukup mengambil versi lama yang dia miliki).

Selain membuat dokumentasi, saya juga menyarankan para hybrider untuk belajar hal-hal lain selain mencampur modul. Misalnya belajar mengenai jaringan dan aplikasi enterprise. Saya berikan contoh lain yang saya temukan yang menurut saya “lucu”: ada hybrider yang mencampur modul net_rim_bb_dnslookup_app dengan harapan bisa membuat browsing lebih cepat. Logika mereka fungsi lookup DNS yang baru bisa lebih baik.

Nah masalahnya adalah: fungsi lookup DNS dilakukan oleh library resolver, bukan oleh aplikasi. Tepatnya ini diimplementasikan di net.rim.device.cldc.io.dns.DNSResolverIPv4 dalam modul net_rim_cldc. Program DNS lookup hanya akan dijalankan jika Anda memilih “Options” “Mobile Network”, lalu menekan tombol menu “Tool”, lalu memilih “DNS Lookup” (jadi jika Anda tidak pernah memilih menu itu, maka perubahan itu sia-sia saja). Analoginya dengan desktop, Anda tidak akan membuat DNS lookup menjadi lebih cepat dengan mengganti program dig atau nslookup karena program itu tidak dipakai oleh browser (browser akan menggunakan langsung library resolver).

Mengenai masalah legalitas redistribusi, ada solusinya, meski mungkin kurang nyaman bagi sebagian orang. Ada beberapa program open source yang menghadapi masalah redistribusi, salah satunya adalah corefonts. Proyek ini berusaha ingin memberikan akses font Microsoft kepada pengguna Linux. Mengapa ini diperlukan? Ada beberapa alasan: meski ada banyak font di Linux, font-nya kadang tampil aneh di website tertentu yang berfokus pada Microsoft, kemudian ada beberapa program yang dijalankan di Wine yang akan aneh tampilannya jika diberi font lain. Selain itu beberapa dokumen dalam format Ms Word juga bisa berubah layoutnya jika diberi font lain.

Masalahnya Microsoft tidak mengijinkan redistribusi, artinya: Anda boleh download font Anda sendiri dari Microsoft, tapi Anda tidak boleh menyebarkan yang Anda download ke orang lain. Bagimana proyek corefonts mengatasi hal itu? Proyek tersebut hanya menyediakan skrip. Jadi ketika Anda mendownload dari website corefonts, Anda sama sekali tidak diberi file yang hak ciptanya ada di Microsoft. Anda hanya mendownload sebuah skrip kecil saja. Ketika dijalankan di komputer Anda, skrip itu akan otomatis mendownload dari website Microsoft (atau pihak lain yang diberi hak redistribusi oleh Microsoft). Jadi pengguna di rumah yang mendownload langsung font dari Microsoft (legal), bukan disebarkan oleh pengembang corefonts. Skrip kemudian secara otomatis mengekstrak font dari file .exe (dengan cabextract), lalu memasangnya di direktori yang sesuai.

Apa hubungannya hal tersebut dengan solusi hybrid yang legal? Masalah redistribusi bisa diatasi dengan cara yang sama. Ini merepotkan pengguna hybrid di awal, tapi bisa menghemat di akhir. Begini detailnya: Jika hybrid adalah campuran versi 100, 200, dan 300, maka kita bisa meminta pengguna mendownload OS resmi versi 100, 200, dan 300, lalu kita berikan satu program (atau skrip kecil), yang akan mencampur modul-modul tersebut sesuai keinginan kita. Di awal, ini akan sangat merepotkan, karena user perlu mendownload beberapa OS resmi yang besar. Tapi ketika hybrid baru dirilis (dengan kombinasi baru, tapi tidak memakai modul OS baru), maka pengguna cukup mendownload file yang kecil saja (hanya skrip untuk mencampur saja, mungkin hanya puluhan atau ratusan kilobyte).

Jika semua orang setuju cara tersebut, maka pada akan ada penghematan besar dalam bandwidth total. Misalnya ada 50 pembuat hybrid yang masing-masing membuat 20 versi, semuanya berdasarkan versi 100,200, dan 300. Maka pengguna cukup mendownload sekali saja OS resmi versi 100, 200 dan 300, dan hanya perlu mendownload 50 x 20 = 1000 skrip hybrid, yang ukurannya sangat kecil (dibandingkan hybrid sekarang yang satunya berukuran puluhan hingga ratusan mega).

Demikian pembahasan teknis kali ini. Semoga responnya lebih baik dari artikel sebelumnya. Pada artikel sebelumnya, saya tadinya berharap ada hybrider yang membahas secara teknis seperti tulisan saya ini (bagaimana membuat hybrid dengan cara yang lebih ilmiah), dan sekarang dengan tulisan ini, saya berharap ada hybrider yang membuat hybrid secara ilmiah dan lebih terbuka untuk membagikan metodenya ke masyarakat umum. Jika memang Anda tahu yang Anda lakukan (tidak ngasal seperti “tuduhan” saya di artikel sebelumnya), tentunya Anda tidak malu membagi “resep” Anda untuk masyarakat. Tentunya Anda sombong sekali jika merasa punya ilmu, tapi tidak mau membagikannya kepada orang lain.

Catatan Tambahan: Di beberapa negara, reverse engineering merupakan hal yang illegal dan di berbagai tempat ada batasan legal dalam reverse engineering. Saya sudah mempelajari legalitas mengenai ini, dan menurut saya yang saya lakukan masih dalam batas legal (saya tidak menerbitkan informasi yang sangat detail, tidak membuat competing product, dsb). Lihat juga proyek open source ReactOS atau Wine yang melakukan reverse engineering secara legal.

Supaya tidak banyak comment sampah seperti sebelumnya, comment yang gak berguna dan gak nyambung (secara logika) akan saya hapus. Silakan kalau mau ngejunk comment bisa dilakukan di forum lain (sama seperti posting sebelumnya yang dibahas puluhan halaman junk di forum lain).

88 thoughts on “Masalah Teknis Hybrid Blackberry”

  1. Saya Sedikit Bingung Dengan Artikel Sebelumnya “OS Hybird Hal Yang Sia-Sia” , Saya Lebih setuju Dengan Program Hybird , Sebenarnya OS Hybird Itu Adalah OS Yang Sudah Di Manipulasi Sebelumnya Dengan Membuang File-File Yang Saya Rasa Kegunaannya Itu Tidak Terlalu Penting , Untuk Apa , ? Iya , Yang Pastinya Untuk Para Pengguna BlackBerry Yang Memiliki RAM Sedikit , ! Dalam OS BlackBerry Itu Terdiri Dari Komponen “ALX” , “COD” , “SFI/ Di Sebut Juga Program Inti RADIO” , SFI Saling Berhubungan Dengan Komponen File “COD” , Jika Para Hybirder Asal Mencampur File “COD” Maka Akan Crash System , Dan Pada Kenyataannya Setelah Saya Coba Menggunakan OS Hybird Itu Tidak Terjadi Apa-Apa Pada Handle BlackBerry Yang Saya Flash , “Hybirder Asal Mencampur” Saya Rasa Perlu Di Revisi Ulang , Dan “ALX” Itu Apa , ? ALX Adalah File Installasi Compresed Yang Berisi Komponen File “COD” File Installasi Ini Hanya Bisa Di Gunakan Oleh DM “Desktop Manager” , Sama Seperti “JAD” Tapi Ini Installasi Lokal “Offline” , Di Sini Hybirder Hanya Membongkar Semua Isi File “COD” Dengan Ketentuan Beragam Versi Yang Di Campurkan , ! Bagaimana Hybirder Bisa Menentukan Mana Versi Baru Atau Versi Lama Di Dalam File “COD” Sudah Ada Struktur Aplikasi Yang Memiliki Nama Extensi Yang Sama Di Sini Hybirder Menimpa File Dengan Versi Yang Baru Mengambil File Dari OS Versi Baru , Saya Kasih Contoh Dalam Aplikasi Message Itu Ada 16 File COD Yaitu Common , Gzip_Processor , Messageprosessing_Css , Dll . Itu Yang Di Ambil Dan Mereplace Ke OS Hybird , Hanya Ini Yang Bisa Saya Uraikan , ! Inti Yang Terpenting “Saling Menghargai Karya Orang Lain” Terima Kasih , !!!

  2. Menurut gue, Hybrid itu ga ada bedanya ama Linux dalam hal kreatifitas dan Open Source.
    Linux Bebas dan boleh diubah isinya dan tidak commercial software (kecuali Redhat), ga jauh ama beda coy ama Hybrid, Hybrid itu kreasi orang2 yang ingin menyempurnakan sama halnya dengan pecinta Linux.
    Tulisan dan kata2 anda rapih banget, boleh copy-paste ya dari web/blog lain ? Atau nyontek di Wikipedia ?
    Pecinta linux aja menggunakan Linux karena ingin berkreasi dan hal yang paling utamanya adalah mengalihkan perhatian dari Windows yang harganya selangit.
    Linux emang punya kelebihan yang banyak daripada Windows dan itu pun diakui oleh programmer manapun. Eh coy, Hybrid juga diakuin ama yang pakai kalo Hybrid itu jauh lebih baik dari Official nya.
    Kalo emang Lu jago Programming, coba dah lu release noh Official OS Blackberry.
    Jangan bisanya cuma komentar doang. Ngebales komentar orang, jawabannya muter2 n kaya BAJAJ (jago nge-les / ngelak).
    Sepertinya anda punya kelainan otak ya ?
    Apa mungkin lu ga mampu beli Blackberry terus bikin posting gini, biar ada yang ngerasa belas kasihan sama lu di cerca para pengguna Hybrid, dan dengan memelas nya lu minta dikasih Blackberry ????
    Hahahahahahahaahahahahah.

    1. Linux itu open source, sedangkan BB? Hybrid itu kan dari OS BB, yang jelas BB itu (sejauh yang saya tau) bukan open source .
      Jawaban penulis blog ini sama sekali tidak muter2 dan menurut saya sangat masuk akal. Yang komennya ga jelas itu justru mereka2 yang (katanya) “master Hybrid”(Barracuda, Dupe dll.).Penulis blog ini ga usah ditanya lagi emang jago programming. Lihat betapa banyak hasil karyanya yang lebih bermanfaat dibanding buat OS Hybrid BB yang ga jelas hasilnya. Apa? Anda suruh si penulis rilis OS official?? Bukannya official yang buat cuma RIM ya???
      Penulis di blog ini seharusnya punya BB. Dari hasil saya muter2 sebentar di blognya saya tahu bahwa penulis punya BB. Malah, dia sudah memberi data beberapa fungsi module blackberry.
      NB: Sebenarnya saya hanya pembaca yang kebetulan datang ke sini. Beberapa hari yang lalu saya hampir mendownload OS Hybrid yang kata review seseorang “cepet”. Akan tetapi setelah baca postingan “OS Hybrid Hal Yang Sia-Sia”, saya memutuskan untuk menggunakan OS official saja, tapi di-shrink. Setelah baca postingan itu saya jadi mengerti apa itu OS Hybrid dan bagaimana mereka bisa membuatnya (secara ngawur).

      1. saya setuju dengan bimo, awalnya saya tertarik dengan OS hybrid karna manfaat yang didapat lebih banyak tapi tak lama saya mendapatkan OS hybrid tersebut setelah saya oprek memang sangat berantakan “isi” nya, memang tidak semua nya begitu tapi sebagian memang sudah membuktikan dari apa yang dikatakan oleh sdr yohanes, lebih baik men-download OS official dan men-shrink itu sudah lebih baik dan kita menghargai RIM sebagai pemegang lisensi nya,

        linux itu open source tidak ada hubungan nya dengan OS official blackberry karna sudah dijelaskan dalam setiap sebelum instalasi OS nya,

        persepsi orang itu kan beda2 biarkan saja kalo menurut mereka bagus dan sesuai dengan apa yang diharapkan yasilahkan itu urusan mereka, kalaupun setelah instal OS hybrid bb nya rusak dan mati total ya bodo amat lah ya hehehe

  3. saya setuju dengan bimo, awalnya saya tertarik dengan OS hybrid karna manfaat yang didapat lebih banyak tapi tak lama saya mendapatkan OS hybrid tersebut setelah saya oprek memang sangat berantakan “isi” nya, memang tidak semua nya begitu tapi sebagian memang sudah membuktikan dari apa yang dikatakan oleh sdr yohanes, lebih baik men-download OS official dan men-shrink itu sudah lebih baik dan kita menghargai RIM sebagai pemegang lisensi nya,

    linux itu open source tidak ada hubungan nya dengan OS official blackberry karna sudah dijelaskan dalam setiap sebelum instalasi OS nya,

    persepsi orang itu kan beda2 biarkan saja kalo menurut mereka bagus dan sesuai dengan apa yang diharapkan yasilahkan itu urusan mereka, kalaupun setelah instal OS hybrid bb nya rusak dan mati total ya bodo amat lah ya hehehe

  4. salam kenal… U are amazing…..
    saya baca artikel anda yg pertama dan yg kedua ini.., salut buat anda.
    anda konsisten dan komit terhadap artikel anda,
    walaupun secara teknis saya tidak memahami betul ttg os blackerry, akan tetapi
    saya banyak mendapat percerahan dari artikel anda ..

    lanjutkan karya2 anda, biasa dlm forum terjadi pro dan kontra.
    maaf buat yg pro dg hybrider, hanya saja saya merasakan hal yg luar biasa dalam artikel sdr yohanes.
    tidak ada ruginya buat kita untuk mengakui kekurangan kita dan menerima masukan dari org lain.
    maaf ( ” biarkan anjing menggonggong, kafilah tetap berlalu” )

    semangat INDONESIA…

  5. salam hangat semua,

    Pak Yoh, saya bangga ada putra Indonesia yang logik dan berpendapat tentang sebuah hal dengan dilatarbelakangi dasar2 yang saya sendiri kurang mengerti (bahasa pemprograman) seperti bangga…
    saya juga mendukung pada pembuat OS hybrid, karena dengan percobaan kita bisa mengetahui mana yang lebih sempurna…

    kalo boleh kasih saran, mungkin pak Yoh orang yang terbiasa berkata dengan kata2 yang lugas dan langsung pada inti permasalahan dan mungkin ada beberapa orang yang bertipikal sulit menerima sesuatu yang to the point,,,
    jadi yuk kita coba berpikir “mungkin kesalahan yang dilakukan seseorang dikarenakan kesalahan kita juga”…
    kan lebih enak to kalo kita lebih open mind dan win2 solution….
    🙂

    maju terus Indonesia…
    Pak Yoh, selamat melanjutkan karya2 besarnya…
    Hybrider, selamat bereksperimen….
    salam super…
    hihihihi…

  6. Betul, Bung yohanes: Teori anda memang sudah tepat, dan ga ada yg muter2, Hybrid memang seharusnya dilakukan dgn teknis yang benar supaya lebih tepat sasaran, dan bukan berarti hybrider asal2an juga, mungkin hanya perbedaan logika, karna pada intinya, Seorang Programmer itu kan yg dituntut logika nya, soal teori bisa dipelajarin dan level mengerti berbeda2 sesuai kemampuan otak untuk berfikir logika, Ga salah hybrider tersinggung dgb kata2 bung yohanes, yg salah cara pengungkapanya, “Bikin Ga nyaman”. Ya kita sama2 WNI, Betapa bangga nya pahlawan yg rela mati demi kita yg hidup dijaman skarang, kalau mereka tahu apa yg mereka perjuangkan ga sia2, Indah bukan kalau anak2 Pribumi bisa paham hal2 yg membangun seperti ini ? Bukan menconth dari cara bicaranya. Salam Damai.

  7. kenapa yg protes2 ini ga lamar kerja di RIM sana?
    anda2 kan bisa membuat OS menjadi lebih baik. saya yakin 99% RIM akan mau menerima anda sebagai karyawan disana.

  8. Apa yang dipaparkan yohanes ga salah, doi cuma menyampaikan pemikiran nya. Yang salah adalah, orang2 yang suka memperpanjang perdebatan tanpa menghasilkan kesimpulan. Sebaiknya menyadari apa yang buruk dan memperbaikinya. Terima apa yang salah dengan lapang dada. Hybrid mungkin dibutuhkan segelintir orang yang membutuhkannya. Tapi tak ada salahnya untuk mengetahui kelemahan OS tersebut. Karena OS tersebut dihasilkan oleh orang2 yang disebut hybrider, bukan RIM. Thanks. Untuk yohanes, thanks buat infonya .

  9. kenapa hybrid tetap dibilang ngasal, karna sampai detik ini tidak mau dishare ilmu master hybrid dalam menciptakan hybrid itu sendiri.

  10. Salam kenal pak..
    Saya jd ke cantol akan ilmu2 yg bpk pa2rkan di smua web bpk.. Terima kasih jd b’+ ilmu’y..
    Thank’s

    Kutip :

    sigit
    02/06/2012
    -manusia bodoh adalah orang yang merasa dirinya paling pintar.
    -hargailah oranglain jika kamu ingin dihargai juga.
    mungkin pepatah ini bisa membuka mata…

    Menurut w, jika emang kita ngerasa pny ngelmu/ilmu lebih (pakem akan hal yg salah itu salah dan yg bener itu bener tw akan kebenaran ilmunya pasti) gak salah dong saling berbagi.. Apa lg diposting di rmh’y sendiri lg.
    Ada yg baca sukur gak y udah.
    Urusan sewot urusan pribadi msg2, gak da hub.’y Mw di hargai atw menghargai klo ud urusan ilmu yg b’manfaat yg wajib. Disampaikan..
    Ckckckckck.. Kelaut ajah yg gila hormat, Truz klo yg kesinggung truz bnyk bacot gitu.. Ckckckck gillla ajah.. Kesian amat otak’y p’lu di upgrade tuh biar bs nrima bnyk pengalaman dr kalangan apapun dimanapun.

    Entah naif, sombong atw sifat lain’y justru yg terpenting menyampaikan “fakta” kebenaran ttg ilmu tsb..
    Walau sebenar’y bnyk yg gak suka ilmu gratis ini
    di bagikan u/ memajukan &menyatukan genarasi muda khusus’y wni (klo nyadar)..
    Malah Mencaci karna Ilmu yg diumpet2in ntuk dijadiin lahan mencari duit itu sdh bs di pelajari u/ org awam sprt sy..

    Merasa diri’y pintar, memang pintar nyata’y akui saja gak usah sirik lah, malu bertanya error di proses kya otak lo yg gak bs nrimo..

    Kutip :

    TA
    06/07/2012

    Kya’y dia lupa ttg ulasan yg ngebahas proyek corefonts dagh..
    Justru klo bs yg pd ngehybrid, bnyk kepala menyatu menghasilkan karya (mencari semangat uang pst menghampiri)..
    Terlepas dr indivudu yg slalu mencari kesempatan dr karya2’y atwpun karya org lain (mengejar nafkah).
    Moga gak slh ucap. 🙂

  11. fakta2 yang ada :
    1. OS hybrid untuk Blackberry, adalah PLACEBO.
    2. Nikmati saja yang tersisa dari Blackberry (untuk orang awam macam saya), BBM.
    3. BBM, sudah bisa dipakai ke yang lain, jadi buat apa repot ngoprek OS? pake aja seadanya. Beli IOS (mahal) / Android (murah) untuk dioprek.
    5. BBM, sudah bisa di-substitusi dengan Chat Apps yang lain.
    6. Very late posting, tapi dari dulu sudah ga percaya Hybrid.
    7. Sadar ato ga, tadi saya ga ngetik angka 4.

    tq

  12. Sebagai org yg gk terlalu sama teknologi, OS apa yg pling sesuai dgn BB 8520?, terima kasih sebelumnya. di tunggu jawabannya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *