Masih seputar menyusui

Disclaimer: Saya bukan anti asi ataupun asi ekslusif, saya sendiri memberikan asi buat Jonathan setidaknya sampai dengan hari ini dan masih akan berencana minimal 6 bulan (sesuai anjuran WHO).

Saya mengikuti sebuah milis yang diikuti para ibu-ibu (dan bapak) yang memberikan ASI kepada anaknya. Terkadang saya cuma bisa geleng-geleng kepala kalau membaca beberapa komentar di milis itu. Saya malas berbalas balasan di milis, makanya saya tulis saja opini dan unek-unek saya di sini. Saya tidak bermaksud mendiskreditkan asi ataupun para ibu yang berjuang untuk memberikan asi, saya hanya menghimbau biar kita ga usah terlalu berlebihan dan tetap mengutamakan kesehatan anak dibanding embel-embel lainnya.

1. Beberapa ibu (dan calon ibu) sangat fanatik dengan ASI, kenapa saya sebut fanatik? karena mereka selalu dengan gampang bilang ASI is the best, susu formula itu dari sapi bukan untuk anak manusia….yang biasanya ujung-ujungnya akan muncul slogan: susu sapi untuk anak sapi bukan untuk anak manusia.

Continue reading “Masih seputar menyusui”

Tentang Menyusui

Harusnya yang menulis ini Risna, tapi karena waktu luangnya Risna masih sedikit, jadi saya(Joe) aja yang nulis. Tapi karena akhirnya diedit sama Risna, maka Risna yang posting. Salah satu motivasi penulisan ini adalah melihat sebagian orang yang suka mengucapkan "harus ASI ekslusif ya!" ketika mengucapkan selamat atas kelahiran bayi seseorang. Ucapan semacam itu sering menambah stress ibu-ibu baru, dan malah menambah masalah. Ditambah lagi ada pendapat bahwa "semua ibu pasti bisa memberi ASI yang cukup". Sebelumnya, perlu dicatat bahwa sampai saat ini Risna berhasil memberi ASI kepada Jonathan dengan sangat baik, pertumbuhan Jonathan juga lebih dari rata-rata (lahir 3 kg, dalam 2.5 bulan sekarang sudah 6 kg). Akan tetapi kami ingin menekankan bahwa yang terutama adalah kesehatan ibu dan anak, bukan semata-mata gengsi buat memberi asi atau asi eksklusip.

Saya ingin membahas beberapa hal yang penting:

  1. Kadang proses kelahiran tidak lancar atau bayi memiliki masalah, sehingga perlu segera diberi minum (biasanya susu formula)
  2. Menyusui kadang tidak semudah teori (terutama bagi ibu baru).
  3. Posisi menyusui setiap pasangan ibu dan bayi belum tentu sama, semuanya merupakan proses pembelajaran dari ibu dan bayi.
  4. Ada ibu-ibu yang memang tidak bisa memproduksi susu sama sekali
  5. Ada ibu-ibu yang memang produksi susunya kurang
  6. Ada ibu-ibu yang merasa produksi susunya kurang
  7. Ada ibu-ibu yang salah dalam teknis menyusui yang menyebabkan susunya kurang, padahal seharusnya bisa cukup

 

Continue reading “Tentang Menyusui”