Pindah Hosting Lagi

Sudah beberapa kali blog ini pindah hosting. Di tahun 2004 blog ini mulai dibuat dengan hosting di gegar.com, yang biayanya hanya 5000 rupiah per bulan. Ternyata website ini semakin populer dan kadang kehabisan bandwidth. Setelah sempat upgrade paket, akhirnya kami pindah hosting karena berbagai keterbatasan gegar. Sempat mencoba idwebhost, tapi jika punya banyak domain, biayanya jadi mahal. Perlu diketahui, bahwa selain blog ini, compactbyte.com juga berisi aneka software gratis yang saya buat yang menghasilkan uang dari iklan (Google Adsense).

Pindahan berikutnya adalah ke hostmonster di tahun 2006. Dulu biaya per bulannya adalah 4.95 USD. Dari pendapatan iklan yang sudah lebih dari 10 USD/bulan, maka saya pikir ini adalah investasi yang bagus. Pendapatan dari iklan seharusnya akan meningkat jika situsnya tidak sering down. Awalnya hosting ini cukup baik, dan setelah 2 tahun, saya perpanjang lagi. Enaknya dengan adanya unlimited domain, situs istri, dan adikadik juga bisa dihosting di situ.

Tadinya paket hostmonster adalah: space 50gb, unlimited domain. Tiba-tiba mereka mengubah paketnya menjadi unlimited semuanya (unlimited space, unlimited bandwidth, dsb). Hal itu tidak membuat saya senang, karena server mereka tambah padat. Mereka pun mulai membatasi penggunaan CPU. Yang menjadi korban pertama adalah foto-foto yang kami upload. Meski bandwidth tidak dibatasi, tapi CPU dibatasi. Ketika situs kami diindeks Google, atau ketika banyak yang mengakses foto, penggunaan CPU meningkat (terutama jika foto perlu proses resize on the fly), dan kami sering mendapatkan error kehabisan kuota CPU.

Untuk mengatasi hal tersebut, akhirnya kami memindahkan foto-foto kami ke Flickr. Ini mengurangi beban CPU, tapi berikutnya masih ada masalah lagi: jumlah file dibatasi oleh hostmonster menjadi 50 ribu file. Sepertinya banyak, tapi seperti saya jelaskan dalam posting ini limit tersebut sangat terbatas (karena semua file konfigurasi, cache, dsb dihitung sebagai satu file).

Setelah kasus tersebut, saya mulai menjajaki beberapa opsi hosting. Saya mencoba beberapa hosting, masing-masing beberapa bulan. Karena kekecewaan saya dengan hosting sebelumnya, saya ingin hosting yang benar-benar jujur dan profesional. Saya juga berharap bisa menemukan hosting yang sifatnya personal, orangnya bisa dikontak langsung dan bisa ditanya, saya mencari perusahaan hosting yang tidak terlalu besar. Saya pernah menjadi administrator jaringan di Informatika ITB, jadi saya bisa mengatur server saya sendiri.

Sejak tahun 2009 saya mulai mencoba hosting VPS di prgmr.com. Hosting VPS artinya saya harus mengatur servernya sendiri 100%. Hosting VPS yang saya pakai ini tergolong sangat murah, tapi tidak mudah digunakan. Hosting ini dibuat oleh admin, untuk admin, tidak seperti VPS yang mahal yang menyediakan web GUI yang mudah. Semua program server harus saya install dan konfigurasi sendiri. Semua backup harus saya tangani sendiri. Awalnya hosting ini hanya digunakan untuk sebagian kecil situs saya, tapi lama-lama saya pindahkan semuanya dari hostmonster. Awalnya saya hanya mengambil paket dengan RAM 512 MB, tapi kemudian saya upgrade jadi 1 GB.

Saya sudah tahu risiko hosting di prgmr adalah bahwa ada kemungkinan terjadi masalah dengan data (mereka tidak menyediakan layanan backup). Dan kebetulan ketika saya sedang tidak membuat backup (saya membeli Network Attached Storage baru, dan belum memindahkan skrip backup ke sana), terjadi kerusakan disk pada server mereka. Website kami sempat down selama sehari. Meski tidak memilik backup, mereka memakai RAID, dan perlu mem-build ulang RAID-nya ketika mengganti dengan harddisk baru. Sayangnya meski dengan RAID, ada bagian data instance VPS saya yang corrupt. Saat itu saya sudah berjualan tinycontroller, dan hasilnya orang-orang tidak bisa membeli tinycontroller di waktu webnya down.

Meski agak kecewa (lebih dari dua tahun mereka tidak pernah bermasalah), paket hosting saya masih tersisa beberapa bulan, kesempatan ini saya gunakan untuk meminta perpindahan ke server yang lebih baru, ke data center yang lebih baik. Saya juga mulai berpikir: dengan VPS, semuanya bisa saya atur, tapi banyak waktu saya habiskan untuk mengurus server saya. Saat ini waktu saya semakin sedikit untuk berada di depan komputer karena banyak dihabiskan untuk bermain bersama Jonathan. Jadi saya putuskan: saatnya pindah hosting lagi, yang lebih mahal tapi uptimenya terjamin, dengan backup otomatis.

Pilihan saya jatuh pada csoft.net. Saya pernah mencoba hosting ini selama beberapa bulan dan saya cukup puas dengan layanannya. Hosting ini bukan untuk pemula karena GUI webnya sangat primitif, dan sebagian besar hal perlu dilakukan di command line. Tapi saya justru sangat senang karena sebagian besar hal bisa diotomasi dengan skrip command line. Akhirnya di bulan desember ini, saya mengambil paket 25 usd/bulan. Paket ini saya ambil karena saya bisa menggunakan HTTPS, yang dipakai untuk pembelian Tinycontroller via paypal. Menurut saya itu mahal, tapi dengan beberapa pembeli tinycontroller, biaya hosting sudah tercover. Plus pendapatan dari iklan pun sekarang sudah semakin banyak.

Baru beberapa hari, sudah ada masalah yang saya amati: jumlah data yang bisa didownload per bulan tidak dibatasi oleh csoft, tapi pembatasan dilakukan pada data yang keluar dalam satu waktu (bandwidth throttle). Misalnya ada beberapa orang mendownload tinycontroller versi Windowsw (20 mb) menggunakan download manager, maka situs menjadi lambat diakses oleh user lain (seluruh alokasi bandwidth terpakai) sampai download tinycontroller selesai dan itu bisa beberapa menit jika kebetulan banyak yang mendownload pada saat bersamaan. Untuk mengatasi hal ini, saya pindahkan filenya ke Amazon S3, dengan mirror di situs VPS saya. Setelah itu selesai, semua situs berjalan dengan lancar. Memang ada biaya ekstra untuk Amazon S3 (dihitung per megabyte yang didownload), tapi biayanya sangat kecil (0.12 USD/gigabyte, artinya dengan 1 USD bisa mengcover biaya lebih dari 400 orang yang mendownload tinycontoller), jika ada satu orang pembeli tinycontroller saja, maka itu sudah bisa mengcover beberapa ribu download tinycontroller.

Meski keamanan data sudah terjamin (ada sistem backup otomatis) dan uptime sudah terjamin (mereka menjamin uptime 100% untuk server dan internal network mereka), tapi saya kadang masih khawatir dengan batasan bandwidth csoft, karena terkadang dalam satu waktu, pengakses situs saya sangat banyak, terutama setelah saya menerbitkan software baru, atau membuat posting yang menarik. Ada satu komponen penting dalam penjualan software di BlackBerry App World dan MobiHand: komponen HTTP service. Ketika ada pembeli, engine appworld akan menghubungi web saya untuk meminta serial number. Jika kebetulan situs saya sedang overload, maka respon bisa lama, bisa timeout.

Untuk mengatasi masalah itu, saya akhirnya memindahkan komponen web service ke server appengine Google. Menurut saya layanan Google ini sangat terpercaya dan terjamin. Saya menggunakan paket gratis untuk ini. Dengan paket gratis appengine, secara teori saya bisa menangani ratusan sampai ribuan pembeli dalam sehari. Sampai saat ini jumlah pembeli masih belum sebanyak itu, jadi saya masih bisa tenang menggunakannya tanpa membayar. Dulu saya menggunakan appengine untuk toko online istri saya menggunakan Python, kali ini saya menggunakan appengine versi Java.

Sementara ini hosting VPS masih saya pertahankan, setidaknya untuk beberapa bulan ke depan. Setelah masanya habis, baru akan saya putuskan apakah akan saya perpanjang atau tidak VPS-nya. Saat ini VPS masih saya gunakan untuk situs yohan.es, dan untuk mirror situs tinycontroller. Banyak hal-hal menarik yang bisa saya lakukan dengan VPS karena saya bisa bebas mengupdate software apapun dengan mudah, dan bisa memakai cycle CPU seenaknya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *