Aplikasi Mobile

Saya bukan expert dalam hal aplikasi mobile, walaupun sudah membuat beberapa aplikasi untuk J2ME, Symbian, BlackBerry, dan Android. Karena banyak teman-teman yang bertanya mengenai dunia mobile, saya akan mencoba menceritakan situasi dunia mobile saat ini. Biasanya pertanyaannya adalah “HP yang mana yang harus saya beli” (ini biasanya end user), dan “teknologi mana yang harus saya pelajari” (ini developer).

Saya tidak akan bercerita panjang lebar mengenai sejarah mobile, langsung lompat ke saat ini. Posting ini juga hanya berisi informasi untuk end-user, rencananya saya akan membuat posting lagi untuk developer (bahasa apa yang dipakai, bagimana marketnya, dsb).


Saat ini ada beberapa platform mobile yang populer: iOS, Android, Symbian, BlackBerry, Windows Phone 7, BADA, dan J2ME. Sebagai catatan: ada beberapa platform lain yang kurang populer. Saat ini ada dua OS yang akan segera berlalu: BlackBerry dan Symbian. Dalam kasus BlackBerry, mereka akan berganti teknologi menjadi QNX (sekitar akhir tahun ini). Symbian juga akan berhenti disupport dalam beberapa tahun ke depan (Nokia akan beralih ke Windows Phone 7). Jadi untuk developer yang ingin belajar untuk jangka panjang, sebaiknya jangan mempelajari kedua OS tersebut.

Secara singkat Apple iOS (yang digunakan di iPhone, iPod Touch, dan iPad) itu bagus dan populer tapi mahal. Sudah ada lebih dari 100 juta unit benda bersistem operasi iOS yang terjual. Bagus di sini dipandang dari banyak segi: dari sisi user, user interface iOS bagus, dari segi developer, tools developmentnya juga bagus, dokumentasinya lengkap. Tapi device iOS ini harganya mahal, dan tiap tahun mereka akan mengeluarkan hardware baru yang akan membuat para user “ngiler”. Sebagai developer, Anda harus membayar 99 USD/tahun untuk bisa mengetes aplikasi di device (kecuali Anda menjailbreaknya), dan untuk bisa menjual di Apple app store. Anda juga perlu komputer dengan Sistem operasi OS X (baik dengan membeli, atau menginstall “hackintosh“).

Aplikasi untuk Apple iOS adalah yang paling lengkap, ada ratusan ribu aplikasi yang bisa Anda pilih, dan banyak aplikasi yang sangat bagus di iOS. Jika Anda menggunakan iOS dan ingin menggunakan aplikasi tidak resmi (bisa jadi aplikasi yang tidak disetujui Apple, atau aplikasi bajakan), Anda perlu menjailbreak device Anda. Caranya berbeda-beda di tiap versi OS.

Lalu OS berikutnya adalah Android. Secara singkat: Android semakin baik dan populer, tapi user perlu hati-hati karena produsen hardwarenya tidak cuma satu. Android yang dikembangkan oleh Google ini OS terbuka, boleh dipakai oleh produsen hardware mana saja. Hardware yang bagus dari produsen terkenal (seperti misalnya Samsung, LG, dsb) akan membuat HP dengan OS Android terasa nyaman, dan bahkan bisa lebih bagus dari iOS dalam banyak aspek. Tapi Android juga bisa berjalan di hardware yang sangat murah (ratusan ribu rupiah) dari China. Di handphone-handphone tersebut, OS Android bisa terasa lambat dan sering error (bisa jadi karena proses porting ke hardware tersebut dilakukan dengan buru-buru). Perlu diperhatikan juga, pada kebanyakan hardware, versi Android tidak bisa diupgrade (atau kadang bisa, tapi mentok sampai versi OS tertentu).

Jika Anda menggunakan Android, Anda bisa langsung menginstall aplikasi dari pihak lain (tidak harus dari Android market), kecuali jika fitur ini dikunci oleh produsen hardware Anda. Anda juga bisa me-root ponsel Android untuk menambahkan fitur-fitur yang tidak bisa didapatkan dengan cara normal. Aplikasi di Android market juga sudah ada banyak, tapi kualitasnya memang banyak yang rendah. Android ini sangat bisa dioprek (customizeable), sangat cocok untuk Anda yang senang mengutak-atik HP.

Windows Phone (versi 7 dan 7.5) adalah OS dari Microsoft. Sebenarnya OS ini sangat bagus, tapi developer yang membuat aplikasi untuk OS ini masih kurang banyak. Saya belum punya pengalaman langsung dengan platform ini, jadi saya tidak akan berkomentar banyak. Nokia akan mulai memakai OS ini, jadi mungkin sebentar lagi ini akan mulai populer.

Jika Anda hanya ingin memakai HP untuk dua tiga tahun ke depan, Symbian dan BlackBerry masih bisa dipertimbangkan. Pemakai BlackBerry saat ini masih sangat banyak (70 juta orang), sehingga RIM pasti masih akan mendukung OS lama mereka walau mereka akan beralih ke OS baru.

Symbian merupakan OS yang sempat sangat populer (ratusan juta hardware terjual). Sekarang ini mereka sudah sampai di versi terakhir (Symbian Belle). Jika Anda sudah terbiasa Symbian, dan masih bingung mau beralih ke HP yang mana, Symbian Belle ini cukup bagus. Salah satu fitur yang menonjol adalah peta (maps). Di iOS Anda perlu beli software peta, di Android ada peta dari Google Maps, tapi harus online. Di Symbian, software peta yang disediakan cukup bagus, sifatnya offline, gratis, dan cukup sering diupdate.

Samsung mengeluarkan OS mereka sendiri, BADA, OS ini belum terlalu populer, tapi sudah ada beberapa juta handset terjual. Saya belum punya pengalaman langsung dengan BADA, jadi tidak bisa berkomentar banyak juga mengenai OS ini.

Terakhir adalah J2ME, platform ini sekarang dipakai di berbagai handset murah (dari berbagai vendor). Kebanyakan aplikasi untuk J2ME adalah aplikasi-aplikasi sederhana, hanya ada beberapa aplikasi yang sangat bagus tapi kadang ini sudah cukup bagi banyak orang. Nokia masih mendukung J2ME (Series 40). Selain HP murah, BlackBerry dan Symbian juga bisa menjalankan aplikasi J2ME.

Jika Anda tidak ingin smartphone, maka ponsel berbasis J2ME mungkin sudah cukup untuk Anda. Opera Mini bisa digunakan untuk mengakses web dengan cepat. Aplikasi GMail bisa dipakai untuk beremail dengan nyaman. Snaptu bisa dipakai untuk mengakses berbagai konten social media online. WhatsApp bisa dipakai untuk berkomunikasi.

Sebenarnya masih ada beberapa OS alternatif lain, seperti MeeGo, tapi karena kurang populer, maka tidak saya bahas. Perlu dicatat juga bahwa dalam beberapa tahun, OS baru mungkin akan muncul, dan OS lama akan berkembang atau mati (misalnya Symbian yang tadinya sangat populer, sekarang mulai ditinggalkan).

Dalam tulisan ini, saya juga menyederhanakan beberapa hal supaya mudah dimengerti. Saya ambil contoh penyederhanaan yang saya gunakan: saya bilang peta di Android tidak bisa offline, sebenarnya maksud saya adalah: tidak ada cara mudah bagi end user sederhana dan gratis untuk langsung memakai peta secara offline di manapun, kapanpun dengan kualitas bagus. Saya tahu bahwa Google Maps bisa mengcache data peta (tapi Anda akan kesulitan jika hilang signal dan ingin berganti arah ke tempat yang belum dicache datanya). Anda juga bisa membeli peta offline di Android, atau bisa memakai peta gratis (misalnya dengan data dari Open Street Map). Tapi ini berbeda dengan Nokia yang sudah menyediakan peta di negara tempat Anda membeli devicenya, dan langsung bisa dipakai (offline, gratis, tidak perlu menginstall software tambahan).

Anda lihat sendiri, bahwa untuk menjelaskan soal “peta” saja bisa butuh satu paragraf panjang. Itupun saya belum menjelaskan dengan detail apa itu “cache”, dsb. Jika Anda punya waktu, dan mau mengutak-atik, maka kebanyakan yang bisa dilakukan di OS yang satu bisa dilakukan di OS yang lain. Contohnya hampir semua yang ada di iOS bisa dilakukan di Android, dan sebaliknya yang bisa dilakukan di Android bisa dilakukan di iOS, meski mungkin Anda harus menjailbreak dulu.

2 thoughts on “Aplikasi Mobile”

  1. Sebenarnya mau dibahas, tapi susah menjelaskannya ke end user. Soalnya BREW ini nggak pernah diiklankan, dan user bahkan nggak bisa tahu kalau ponselnya menjalankan BREW.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *