Lagi-lagi pindah hosting

Belum ada 2 bulan sejak saya hosting di csoft.net sekarang sudah kembali lagi ke prgmr. Di bulan pertama, layanan csoft.net bagus sekali, tapi kemudian mulai banyak masalah, pertama salah satu situs diblok karena terlalu banyak request, lalu saya dipindah ke server lain, dan sudah dua kali disk spacenya habis. Niatnya pindah ke csoft.net adalah supaya saya tidak memikirkan masalah backup dan menjaga server tetap hidup dan selalu menggunakan software terbaru (jika ada masalah bug keamanan).

Ternyata hosting 25 USD/bulan (26.3 USD dengan pajak) ini sangat tidak memuaskan. Hal yang mengecewakan adalah: saya berjualan software TinyController memakai hosting itu, jadi ketika situsnya down, artinya ada pembeli potensial yang batal mencoba atau membeli software saya. Saya juga sering tidak sabar menunggu admin membereskan masalah.

Setelah mempertimbangkan banyak hal: ternyata saya lebih suka VPS, meski harus repot, saya bisa mengambil tindakan apapun dengan cepat, dan tidak perlu kesal menunggu beberapa jam sampai sebuah masalah diselesaikan. Saya mengambil 2 paket VPS, yang satu memakai RAM 1 GB (192 USD/tahun), yang satu 512 Mb (115.2 USD/tahun), atau sekitar 25.7 USD/bulan. Bagusnya saya mendapatkan 2 IP (tapi saya meminta 1 extra IP dengan biaya 5 USD, jadi saya punya 3 IP).

Server yang 512MB saya pakai untuk situs-situs yang pengunjungnya tidak terlalu banyak. Ada beberapa situs yang saya hosting di situ, situs risna, situs adik-adik saya (aris dan trianggono), trac.es, yohanes.org, dan beberapa domain lain. Saya menggunakan web server nginx, dan PHP saya jalankan dalam mode FCGI. Setiap domain diassign ke sebuah user id, dan PHP dijalankan sesuai dengan usernya. Maksudnya adalah setiap user tidak bisa mengakses file milik orang lain (andaikan ada yang dihack, yang lain seharusnya tetap aman). Server ini juga menjadi secondary nameserver untuk beberapa domain yang dihosting di sini.

Server yang 1024MB menangani berbagai situs yang lain: compactbyte.com dan blog ini juga, cinta programming, tinycontroller, tinyhack.com, dan yohan.es. Server ini punya 2 IP. IP pertama menggunakan lighttpd, dan digunakan untuk menangani situs yohan.es dan tinycontroller. Situs yohan.es merupakan situs statik yang memakai ikiwiki jadi harusnya sangat cepat ditangani oleh lighttpd. Saya memisahkan tinycontroller dari yang lain supaya jika situs lain bermasalah, situs ini tetap hidup.

Di IP yang satu lagi, saya menjalankan Apache. Memang Apache ini lebih boros memori, tapi untuk situs berbasis PHP yang pengunjungnya banyak (misalnya blog ini dan tinyhack), Apache lebih mudah dikonfigurasi untuk mendapatkan hasil yang baik. Salah satu contoh: situs ini menggunakan WP Super Cache yang sangat mudah diinstall di Apache, tapi repot jika harus menggunakan lighttpd atau nginx (aturan-aturan mod_rewrite harus ditulis ulang). Secara umum performansi mod_php lebih tinggi dibandingkan FCGI. Server 1024MB saat ini saya gunakan juga sebagai server git, dan jadi primary nameserver untuk beberapa domain yang saya tangani.

Untuk menghindari kejadian buruk ketika server crash, sekarang saya mensetup NAS saya, DLink DNS320 untuk menjadi server backup. Tiap hari semua data dibackup lokal, semua isi database SQL di-dump (dan ditrack versinya dengan git), semua setting di /etc juga dibackup untuk memudahkan restore jika ada masalah. Saya berharap kali ini tidak perlu pindah-pindah hosting lagi. dan tidak ada masalah di hosting yang sekarang.

Satu tanggapan pada “Lagi-lagi pindah hosting”

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.