Kesibukan dan Oprekan Januari 2017

Bulan ini kesibukan saya lebih banyak jalan-jalan bersama keluarga dibanding ngoprek. Selain kunjungan ke PooPoopaper park yang sudah diposting sebelumnya, beberapa weekend ini dipenuhi kegiatan keluarga keluar. Selain berbagai acara yang disebutkan di sini ada juga pernikahan teman kantor (7 Januari), dan house warming party (30 Januari) yang tidak ditampilkan untuk privasi yang punya acara.

Hari Anak Nasional

Di Thailand hari anak nasional jatuh di Sabtu kedua bulan Januari (15 Januari tahun ini). Hari anak dirayakan dengan besar. Berbagai mall mengadakan acara, berbagai institusi (militer, rumah sakit, bank, dsb) juga membuat acara untuk anak-anak. Berbagai tiket tempat wisata digratiskan untuk anak-anak (orang tua tetap membayar tiket).

Tahun ini kami memilih pergi ke Air Force, karena kebetulan ada teman Jonathan (tetangga kami) yang mau pergi ke sana juga. Acaranya meriah, banyak penjual makanan dan mainan. Kami bisa berfoto dengan pesawat tempur, dan sebenarnya ada pertunjukannya juga tapi kami terlambat dan tidak menunggu yang berikutnya.

Obervatorium Doi Inthanon

Tanggal 21-22 Januari kami pergi ke Doi Inthanon karena ada open house Thai National Observatory. Teman kami yang bekerja di sana memberi tahu tentang open house ini dan kami pergi bareng-bareng teman-teman Indonesia. Sebelum ke sini kami mampir Small Farm.

Kami beruntung rombongan kami datang pertama dan dipandu dalam bahasa Inggris. Selain melihat fasilitas kontrol, kami juga diberi kesempatan melihat langit dengan teleskop yang disediakan.

Keesokan harinya kami mengunjungi lagi puncak tertinggi Thailand karena terakhir kali ke sana belum ada Joshua. Kami juga sempat mampir air terjun.

Chiang Mai Maker Party

Saya agak jarang pergi ke acara semacam ini karena takut jadi lebih banyak lagi oprekan baru. Teman kami memberi tahu tentang maker party ini, dan katanya ada acara khusus anak-anak. Walau bagian khusus anak-anaknya agak mengecewakan, tapi Jonathan dan Joshua suka acaranya secara keseluruhan, ada banyak mainan dan hal menarik bagi Jonathan.

Ini galeri fotonya:

 

 

Beaglebone Black dan Nano32

Di Maker Party saya membeli dua benda elektronik: Beaglebone Black Rev B dan Nano32 (board ESP32). Beaglebone black dibeli dengan harga 1560 baht (45 USD) dan Nano 32 dengan harga 740 baht (20 USD).

Perbedaan utama Beaglebone black dibandingkan single board computer (SCB) lain yang saya miliki adalah: benda ini memiliki PRU (programmable real-time unit) yang berguna untuk real time control. PRU ini seperti microcontroller yang terpisah dari CPU utama, tapi terhubung sehingga bisa memanfaatkan memori beaglebone. Dengan PRU beagle bone ini bisa menjadi logic analyzer sampai dengan 100 msps. Perbedaan lainnya adalah: benda ini made in USA.

Sebenarnya sudah ada board revisi C, dengan hanya satu perbedaan: built in flashnya 4 gb (yang rev B hanya 2 GB). Di Amerika rev B dan C hanya beda 10 USD tapi di Thailand harganya terpaut sekitar 30 USD. Beaglebone ini memiliki slot microsd, jadi perbedaan ukuran flash ini tidak terlalu penting.

Waktu datang pertama kali, uang yang saya bawa tidak cukup, jadi saya datang di hari kedua untuk membeli Node32 yang memakai SoC (system on a Chip) ESP32. Chip ini adalah penerus ESP8266 yang sangat terkenal di dunia IOT. Upgrade dari versi sebelumnya cukup signifikan (dari single core jadi dual core, RAM dan ROM ditambah, memiliki fitur bluetooth, dsb).

Ketika ESP32 dirilis, saya berharap dalam hitungan bulan board ESP32 akan sudah sangat murah, kenyataannya sampai sekarang harganya masih sekitar 20 USD (atau sekitar 15 USD untuk board yang fiturnya sangat basic, belum ongkir). Jadi ketika melihat board buatan Thailand ini dengan harga 20 USD tanpa ongkos kirim lagi, saya memutuskan untuk membeli.

Saya baru menguji board ini dengan membuat kode hello world menggunakan tools command line platformIO dan sudah berhasil . Pertama kali sempat gagal flashing tapi berhasil setelah saya melakukan flash erase bisa berhasil.

Desoldering SMD

Untuk RHME, saya berencana melakukan SCA (side channel attack) dan/atau FI (Fault injection). Untuk bisa melakukan itu saya perlu memindahkan chip dari Arduino Nano yang diberikan ke board terpisah (chip ini memiliki encrypted bootloader khusus). Karena hanya punya satu kesempatan (kalau chipnya rusak, maka game over), saya coba dulu memindahkan chip dari Arduino nano yang saya miliki.

Proses desolderingnya ternyata sangat mudah dengan heat/hot air gun. Dalam beberapa menit saya bisa melepaskan chipnya. Ternyata yang sulit adalah memasang kembali. Sebelum pemindahan chip, saya memprogram hello world. Setelah berhasil saya cek dan hasilnya program tidak terhapus.

Mikroskop USB

Ketika melakukan desoldering dan resoldering, saya menggunakan kaca pembesar untuk memastikan tidak ada short circuit jika timah soldernya membuat dua pin terhubung. Menggunakan ini cukup rumit, jadi saya memutuskan untuk membeli mikroskop USB murah. Mikroskop ini memang dirancang untuk melihat benda elektronik (sinarnya dari atas, sedangkan mikroskop biologi sinarnya dari bawah karena sel mahluk hidup umumnya transparan).

Berikut ini beberapa hasilnya

USB Switch

Untuk pekerjaan tertentu saya membutuhkan OS X (misalnya pentest iOS), dan di meja saya ada Mac Mini. Sebelumnya saya mengakses Mac Mini melalui VNC, atau kalau benar-benar perlu mengakses langsung, saya akan pindahkan keyboard ke Mac Mini dan memindahkan colokan HDMI. Harga KVM dengan HDMI di Aliexpress masih mahal (yang VGA murah), jadi saya tidak membelinya.

Sekarang saya membeli USB switch (sekitar 5.5 USD) dan HDMI switch (sekitar 4 USD). Sekarang untuk pindah dari PC ke MAC cukup dengan memencet USB switch dan HDMI switchnya jika diperlukan (HDMI-nya bisa autoswitch jika tadinya PC/Mac dalam kondisi sleep). Saya sendiri masih heran kenapa harga KVM HDMI masih mahal (mungkin karena demand-nya masih kurang).

 

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.