Trip Medan dan Samosir 2017

Kami baru saja kembali dari liburan singkat (seminggu) ke Medan dan ke Samosir. Polusi udara Chiang Mai sedang buruk dan sangat panas (sampai 40an derajat celcius), jadi di masa libur Songkran, kami memutuskan untuk pulang saja ke Indonesia. Kali ini kami hanya mengunjungi Medan, tidak ke pulau Jawa.

Karena rencananya agak mendadak, kami sudah kehabisan tiket AirAsia, jadi kami mencoba memakai Malindo. Pengalaman terbangnya cukup menyenangkan, ada IFE (in flight entertainment) di perjalanan Chiang Mai – Kuala Lumpur (dan sebaliknya). Makanan di pesawat juga lumayan. Hal yang agak membuat lelah adalah: Joshua mencret sepanjang perjalanan berangkat, dan saya perlu mengganti popoknya di berbagai tempat, termasuk juga di pesawat.

Hari pertama (Sabtu) kami gunakan untuk menukar kartu XL ke 4G dan belanja pakaian di Mall. Karena kami tidak ke Depok, orang tua saya (eyangnya Jonathan dan Joshua) datang untuk ketemu Jonathan dan Joshua walau hanya Minggu sampai Selasa. Ibu saya (yang dipanggil “eyang girl” oleh Jonathan) sempat pergi ke Belawan, karena Dompet yang saya belikan 9 tahun yang lalu hilang entah di mana, padahal masih bagus, jadi ingin dapat lagi yang serupa.

Di Medan kami sempat mengurus ATM Risna yang sudah hampir expired. Pergi ke Gramedia mencari buku yang baru diterbitkan saudara, tapi belum ada, tapi Jonathan dapat beberapa buku yang semoga bisa membantu belajar bahasa Indonesia. Selain itu tentunya mengunjungi saudara-saudara. Kami tidak pergi ke tempat wisata khusus di Medan, karena setiap kali kami pulang ke Indonesia yang dicari adalah kebersamaan dengan keluarga, dan supaya anak-anak ingat dengan saudara-saudara yang di Indonesia.

Hari Rabu kami melakukan perjalanan ke Samosir. Kami lewat Sipiso-piso dan Tele sehingga perjalanan berangkatnya lebih panjang dari perjalanan pulang. Saya baru tahu bahwa ada jembatan ke pulau Samosir (waktu ke sana dulu berangkat dan pulang naik Feri).

Air Terjun Sipiso-piso
Tele

Sampai di Samosir, kami mencari minimarket untuk membeli susu, persiapan jika Joshua dan Jonathan ingin susu. Ternyata sudah ada 4 Indomaret di Samosir (ini kata mbak penjaganya).

Tempat penginapan yang kami pilih adalah Horas Family Home. Tempatnya bagus, bersih dan nyaman. Fasilitasnya lengkap: kompor, microwave, TV indovision, kulkas, WIFI. Tempat ini sangat ramah untuk keluarga, bahkan ada Crib untuk bayi dan di tangga ada baby gate.

Saya sempat iseng mencari siaran radio, tapi hanya dapat 1 siaran FM yang sangat samar dan bahkan siaran SW tidak ketemu. Pantas saja semua di pulau ini punya antenna parabola.

Ada kelinci yang bisa diberi makan oleh anak-anak, walau agak susah bagi Joshua karena dia masih terlalu pendek.

Ada akses berenang ke Danau Toba.

Kami kembali dengan Feri, lewat Siantar mampir ke tempat saudara-saudara di sana. Feri berangkat jam 1 jadi kami mampir dulu ke Tarian Patung Sigale-gale.

Jonathan merasa lagunya terlalu bising, tapi dia tertarik dengan mekanisme bagaimana Sigale-gale digerakkan.

Sebelum naik Feri, kami membeli pisang yang ternyata sangat disukai Joshua, di Feri kami membeli telur bebek rebus yang enak, dan kacang yang ternyata disukai Jonathan.

Hari Jumat pagi kami ziarah ke Opung. Sorenya kami kebaktian di Gereja dan mempersiapkan diri untuk pulang.

Sabtu pagi kami kembali ke Chiang Mai, dan ini sepertinya penerbangan tercepat kami. Pesawat berangkat jam 7.10 pagi dari Medan, transit di kuala lumpur kurang dari sejam, dan jam 12 siang kami sudah mendarat di Chiang Mai. Sayangnya untuk bisa sampai kuala namu jam 5 pagi, kami perlu berangkat sekitar jam 4 dari Medan, dan artinya harus bangun sekitar jam 3.

Bonus, pesan error yang ditemukan dalam perjalanan. Di bandara Chiang Mai: koneksi error.

Di Medan, masih di layar BIOS/POST (power on self test)

2 thoughts on “Trip Medan dan Samosir 2017”

    1. Sebenarnya nggak terlalu demen juga sih, tapi kadang iseng SWLing.
      Iya bawa radio dari Thailand, tapi beli dari AliExpress

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *