Buku, musik, film, dan software legal

Dari dulu kami berusaha untuk tidak membajak berbagai hal, baik itu software, buku, maupun film. Saat ini menurut saya sudah lebih mudah dan sudah relatif murah untuk hidup legal. Posting ini sekedar membagikan layanan apa saja yang saya pakai saat ini.

Untuk masalah buku, ada beberapa pendekatan yang kami ambil. Buku Jonathan dan Joshua biasanya beli baik second hand atau baru. Biasanya buku anak-anak yang klasik bisa dicari second hand-nya, dan hanya sebagian saja yang baru. Untuk buku cerita (novel), saya membeli versi Kindle dari Amazon. Untuk buku IT saya berlangganan O’Reilly Safari . Di Safari ada ribuan buku IT yang bisa saya baca di browser atau di aplikasi Android/iOS.

Harga normal Safari cukup mahal 39 USD/bulan atau 399 USD/tahun, tapi saya dapat promosi 199 USD/tahun. Selama saya tidak berhenti berlangganan, tarifnya akan tetap USD 199/tahun untuk tahun berikutnya. Jika dirupiahkan sekitar 220 rb/bulan, masih lebih murah dari langganan kebanyakan TV Kabel.

Buku di Safari Books bukan hanya buku lama, tapi juga terbaru dari berbagai penerbit seperti O’Reilly, Packt Publishing, Apress, Nostarch, dll. Harga satuan buku-buku ini relatif mahal, contohnya belum lama ini hacker hardware Andrew “bunnie” Huang merilis buku yang harganya 23.95 USD, dan dalam seminggu buku itu sudah ada di Safari Books.

Untuk film, kami memakai NetFlix. Saat ini film di NetFlix sudah sangat banyak, baik untuk dewasa maupun anak-anak. Khusus untuk film anak-anak Kristen, kami berlangganan Jellytelly (4.99 USD/bulan). Kadang saya membeli juga film dari Google Play.

Kebanyakan musik kami dengarkan dari Youtube yang diputar di TV. Dulu kami sering membeli CD dan me-rip musiknya jadi MP3, tapi sekarang jika ingin punya lagu untuk diputar di mobil kami lebih memilih membeli album musik dari iTunes.

Untuk masalah film, masih ada beberapa film yang kami download. Ada beberapa TV Series yang tidak ada di NetFlix Thailand (dan sering kali ketinggalan episodenya), dan ada beberapa film yang lama sekali masuk Google Play. Jika memungkinkan, kami lebih memilih pergi ke bioskop untuk melihat film yang menarik.

Untuk layanan online, saya subscribe Office 365 personal (60 USD/tahun). Dengan subscription ini saya dapat 1 TB storage di OneDrive, dan juga bisa menginstall Ms Office terbaru di Desktop (walau sangat jarang saya pakai, biasanya hanya ketika testing atau reverse engineering file document ber-macro), saya juga dapat gratis telepon 60 menit dengan Skype ke tujuan tertentu di dunia (walau yang terpakai hanya telepon ke telepon rumah di Indonesia).

Karena jumlah foto dan email saya sudah cukup besar, saya juga berlangganan storage dari Google, tapi untuk 2 tahun ke depan saya pakai gratis dari bonus Chromebook yang saya beli. Untuk backup data di iOS, saya memakai paket termurah dari Apple (0.99 usd/bulan).

Desktop saya memakai Windows 10 Pro dengan lisensi resmi (dulu lisensinya dari Windows 7, upgrade ke Windows 8, lalu Windows 10). Server saya memakai Linux jadi tidak ada masalah lisensi. Berbagai software yang saya pakai juga versi gratis.

Ada satu software yang saat ini saya bayar yaitu IntelliJ All Products Pack (149 USD/tahun). Meskipun saya relatif jarang memakai IDE, tapi software ini sudah beberapa kali membantu saya melakukan beberapa project dengan cepat.  Contohnya, saya pernah memakai Intellij untuk Reverse Engineering app Java karena fitur Refactoring untuk mengganti nama method/variabel sangat bagus. Prinsip saya: jika software itu menghemat waktu saya, dan saya mendapatkan lebih banyak uang dari yang saya bayarkan untuk membeli softwarenya, maka saya tidak keberatan membelinya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *