Liburan Songkran 2018

Songkran merupakan tahun baru Thailand, dan merupakan hari yang sangat dirayakan di Thailand, seperti Lebaran di Indonesia atau Natal di negara mayoritas Kristen.  Libur utama Songkran sendiri hanya 3 hari, tapi seperti Natal/Lebaran, biasanya kantor akan libur sekitar seminggu.

Selama 11 tahun di sini, kami lebih sering pulang ketika Songkran, karena selain libur panjang, polusi udara di Chiang Mai biasanya sedang buruk. Polusi ini dikarenakan pembakaran ladang dari Thailand (sedikit, kurang dari 200 titik api) dan dari negara sekitar (banyak, ribuan titik api). Tapi sesekali kami tinggal di Chiang Mai. Dan tahun ini kami tinggal di Chiang Mai.

Menurut cerita dari penduduk Chiang Mai, dulu perayaan utama Songkran hanyalah memercik air sebagai simbol pensucian dan menghapus nasib sial, tapi sekarang dirayakan dengan festival saling siram air (dengan ember dan pistol air). Sebagai anak kecil, Jonathan sangat menyukai perang air ini, dan tahun lalu dia kecewa karena harus pulang ke Indonesia di masa Songkran.

Sebagian orang merayakan dengan naik kendaraan yang terbuka (bak terbuka, angkot/red car, bahkan motor) dan menyiram orang di jalanan, sebagian lagi (seperti kami) datang ke tempat tertentu (old city) yang menjadi pusat perang air. Tahun ini kami berangkat agak awal (sebelum jam makan siang, biasanya sesudah), sehingga belum terlalu ramai, tapi sudah cukup membuat kami basah kuyup. Hanya Jonathan dan Saya yang bermain air, Risna dan Joshua bermain di taman.

Sayangnya setelah hari perang air, Joshua demam walaupun tidak ikut basah, jadi hari berikutnya kami tinggal di rumah. Jadi hari itu bisa dipakai untuk ngoprek di rumah. Saya sudah lama penasaran dengan “talking pen” yang dimiliki Jonathan dan Joshua, jadi saya bongkar. Pen ini bisa disentuhkan ke buku tertentu dan akan membacakan teksnya. Ini bagus untuk belajar bahasa Thai.

Kapasitas pen ini 8GB dan bisa dipakai juga sebagai MP3 player. Sayangnya free space-nya cuma 1 GB dari total  8 GB. Saya pikir ketika dibongkar saya akan menemukan eMMC chip kapasitas 8 GB, ternyata isinya adalah micro SD 8 GB.

Tentu saya penasaran, jadi dicoba tukar dengan yang 16 GB (dan menyalin isi 8GB ke SD card yang baru). Ternyata bisa berjalan normal.

Selain bermain air, liburan kali ini diisi dengan jalan-jalan ke Royal Flora, Makro, dan Mall (di kondisi udara yang buruk, mall lebih baik).

Waktu liburan ini saya sempat mengerjakan satu soal challenge dari SecuriTeam_SSD

Saya pikir saya tidak akan menang karena hadiahnya cuma untuk peringkat 1 sampai 3 sementara saya mengirimkan tanggal 14 April (hari Sabtu 2 hari setelah diumumkan).  Saya tetap iseng mengerjakan karena ini cuma satu soal dan sudah lama tidak ikut CTF, minimal jika tidak menang bisa membuat writeup (sudah banyak yang nanya: Pak/Mas/Om kok udah lama nggak nulis writeup). Saya hanya mendapat jawaban singkat bahwa kiriman sudah diterima dan akan segera dicek.

Sepertinya SecuriTeam_SSD libur di akhir pekan, karena pemenang baru diumumkan 16 April. Puji Tuhan ternyata saya menang peringkat pertama, yang berarti akan mendapatkan tiket pesawat, hotel, dan tiket konferensi Bevx di Hong Kong bulan September depan. Beberapa jam kemudian pemenang kedua diumumkan, dan 2 hari kemudian pemenang terakhir diumumkan.

Meskipun semua pemenang sudah diumumkan, bagi yang masih ingin mencoba, bisa mendownload challengenya dari URL ini:

https://www.beyondsecurity.com/bevxcon/bevx-challenge-10

Writeup sudah saya tulis dan akan saya publish setelah diijinkan oleh panitia.

Festival Bunga Chiang Mai

Setiap tahun di Chiang Mai ada festival bunga di awal bulan Februari (Chiang Mai Flower Festival). Ternyata setelah sekian lama di sini, kami belum pernah menuliskan soal festival bunga ini. Festival ini diselenggarakan tiap Sabtu pertama bulan Februari.

Ada dua bagian utama festival ini: parade mobil bunga, dan tempat parkir mobil bunga.  Paradenya pagi hari, dan selain mobil bunga disertai juga dengan berbagai tarian, delman dan juga marching band. Di tempat parkir mobil bunga, ada banyak makanan dan juga panggung musik.

Bagi para pengunjung/turis ke Chiang Mai: bagian paling seru adalah paradenya, jadi siapkan diri pagi-pagi datang ke salah satu titik jalan yang dilalui parade. Untuk mudahnya, gunakan Grab/Uber dan minta diturunkan di salah satu titik yang nyaman/teduh.

Salah satu mobil bunga (2008)

Di awal waktu kami di Chiang Mai, kami datang ke sini, lalu mengajak orang tua juga untuk melihat festival ini. Setelah Jonathan lahir kami juga mencoba untuk melihat festival ini. Ternyata acara ini agak kurang cocok untuk anak kecil karena terlalu rame , jadi setelah agak lama baru tahun ini kami datang lagi ke festival ini, tapi hanya di tujuan parkir mobil bunganya saja. Continue reading “Festival Bunga Chiang Mai”

Natal 2017 dan Tahun baru 2018 di Chiangmai

Ini tulisan sudah lewat 15 hari dari tahun baru, eh tahun baru itu bukan cuma tanggal 1 January kan ya, hehehe. Supaya tetap bisa mengingat kembali Natal tahun 2017 dan Tahun Baru 2018, kami tetap akan post ini walau terlambat.

Natal 2017 jatuh hari Senin, karena sore hari tanggal 24 Desember sudah ada kebaktian di gereja, malamnya kami tidak mengikuti candlelight service seperti biasa, alasan lain mengurangi kemungkinan Joshua yang masih akan bangun dan bernyanyi ABC dengan suara keras. Tanggal 25 Desember 2017 kami mengikuti gereja pagi di CMCChurch seperti biasa. Papa Jona ijin kerja setengah hari dan lanjut ngantor. Ya di Thailand 25 Desember bukan hari libur, kalau kerjaan kantor ga terlalu sibuk bisa ijin sehari tapi karena kantornya lagi banyak kerjaan ya ijin setengah hari aja.

Tanggal 31 Desember 2017, kami makan malam bareng teman2 Indonesia di Chiangmai, acara barbequean dan rame2 biasa aja. Sayangnya ga ada yang beli kembang api, jadi ya ga pake acara countdown bersama.

Tanggal 1 Januari, kami jalan-jalan ke Rabbit Union lalu ke Ratchapruek  (dulu tempat diadakannya Royal Flora Ratchapruek). Oh ya, kami juga baru tahu ternyata bisa bikin kartu anggota juga untuk tempat ini, kami sudah bikin tanggal 30 Desember 2017 dan kartu anggota berlaku 1 tahun seharga 400 baht (Joshua masih gratis masuk).

Rencananya, tahun ini mau lebih banyak jalan ke Ratchapruek, sekalian olahraga, nemenin anak main dan ya nantinya mau ajarin Jona naik sepeda biar bisa sepedaan juga. Ratchapruek ini mengingatkan kami Horizon Village yang dulu sempat jadi tempat favorit Jona, bedanya di Ratchpruek ga ada makanan buffet dan lokasinya lebih deket ke rumah. Semoga tahun 2018 bisa lebih sehat dan bisa mengeksplorasi lebih banyak kota Chiangmai.

Bulan Penuh Diskon

Bulan November merupakan bulan penuh diskon, karena ada 11/11 (singles day) dan ada banyak diskon dari berbagai situs di China, lalu diikuti dengan Black Friday dan Cyber Monday yang penuh dengan diskon global.

Dibandingkan tahun lalu, tidak terlalu banyak diskon yang diberikan oleh AliExpress, benda mahal yang saya beli  hanya Proxmark3 versi paling sederhana (tidak memiliki konektor batere) dengan harga 66 USD (termasuk ongkos kirim). Proxmark3 ini adalah tool untuk eksplorasi RFID/NFC.

Sebenarnya dalam banyak kasus berbagai penstest dan hacking NFC bisa dilakukan dengan reader sederhana yang harganya kurang dari 5 USD, tapi proxmark ini diperlukan untuk sniffing dan juga untuk mengakses berbagai kartu yang tidak standar.

Texas Instruments baru saja meluncurkan board MSP43  baru (Launchpad dengan FRAM), dengan harganya 9.9 USD belum termasuk ongkos kirim, tapi saat ini  diskon menjadi 4.30 USD (sudah termasuk ongkos kirim). Diskonnya masih ada sampai Desember 2017. Development board dari TI ini bisa dipakai juga memprogram chip MSP430 lain.

Waktu pindah ke rumah baru, UPS yang tadinya baik-baik saja menjadi tidak berfungsi sama sekali. Setelah dibongkar, ternyata ada kabel yang kendor di dalamnya (mungkin kendor waktu pindahan). Tapi UPS-nya sudah tidak menyimpan daya lagi dan baterenya agak melendung (batere dari tahun 2012). Akhirnya  beli baru dan UPS-nya bisa berfungsi lagi.

Ada kit yang namanya Makey Makey yang fungsinya mengubah berbagai benda konduktif menjadi input device. Contoh benda dan aplikasinya bisa dilihat di situs tersebut, tapi beberapa di antaranya: mengubah pisang menjadi alat musik atau membuat tangga musikal dengan conductive tape.

Harga makey makey cukup mahal, jadi ketika saya lihat ada modul MPR121  di aliexpress yang harganya kurang dari 2 USD, saya langsung cek apakah mudah dipakai (dari beberapa tutorial dan video youtube), dan ternyata mudah. Dengan menghubungkan modul ini ke Arduino Leonardo, saya bisa membuat tiruan makey makey. Sebagai catatan, seri Arduino Leonardo dan Pro Micro bisa dengan mudah mengemulasikan USB, seri lain defaultnya tidak bisa kecuali dengan menambah beberapa komponen dan memakai software Lufa atau V-USB.

Cukup seru memainkan ini, tapi setiap kali selesai bermain dari kamar lain dan melihat pisangnya, Joshua berusaha ambil untuk dimakan.

Dan setelah share ini di Facebook, beberapa hari kemudian muncul iklan diskon Makey makey di Facebook feed.

Selain bulan diskon, di bulan November kami banyak melakukan aktivitas lain.  Tahun ini festival Loi Krathong dirayakan di awal bulan. Kami datang ke sungai dekat rumah untuk melihat orang-orang melarung krathong. Festival ini selalu bersamaan fetival Yi Peng, di mana orang menerbangkan sky lantern (seperti di film Tangled).

Beberapa kali ulang tahun Jonathan dirayakan bersama orang Indonesia di Chiang Mai, dan tahun ini lagi. Sekarang lebih ramai dari dulu karena lebih banyak keluarga yang punya anak. Tema tahun ini Doctor Who (sebelumnya Pokemon, dan sebelumnya lagi Paw Patrol).

Risna berhasil membuat tempe lagi tahun ini dengan ragi yang dibawakan oleh mama saya. Seperti biasa, demi privasi, foto-foto yang ada orang lain hanya diupload di Facebook untuk friends saja.

Untuk kesekian puluh kalinya, kami jalan-jalan di Night Safari. Sebenarnya tempat ini mahal (800 baht sekitar 320 rb rupiah per orang) tapi kami punya membership gratis masuk berapa kalipun dalam 6 bulan (membership 6 bulan hanya 500 baht sekitar 200 rb rupiah). Kami bisa menghabiskan waktu 3-6 jam di sini tiap kali datang. Ada bus keliling 2 jalur, totalnya sudah 1 jam, plus ada play ground (biasanya sekitar 1 jam main di play ground).

Joshua menjatuhkan iPad ke jempol kakinya dan hasilnya dalam beberapa hari kuku kakinya lepas, jadi kami membatasi jalan-jalan ke tempat yang tidak berdebu/berpasir. Ketika dibawa ke night safari, Joshua dengan semangat berlari di walking trail.

Ada tempat baru yang kami kunjungi: Rabbit Union. Di sini anak-anak bisa memberi makan dan mengelus-elus kelinci. Awalnya cukup menyenangkan bermain dan mengejar kelinci, tapi di akhir Joshua mulai berusaha mengangkat kelincinya.

Chiang Mai Citylife Garden Fair adalah acara tahunan outdoor. Di sini ada musik, banyak penjual makanan, pembaca kartu tarot, dan ada juga kegiatan untuk anak-anak.

Jonathan ikut menghias pot bunga, dan setelah itu potnya (dengan bunganya) bisa dibawa pulang.

Wii kami yang umurnya sudah hampir 10 tahun rusak. Sepertinya NAND-nya error secara fisik karena sudah dicoba restore dari backup (yang dibuat dengan BootMi) tapi gagal. Format ulang dan recreate juga gagal.

Terpikir untuk upgrade ke Wii U atau Switch, tapi akhirnya beli second hand console Wii lagi dari eBay. Nintendo Switch masih mahal dan tidak kompatibel dengan Wii Fit Board, sedangkan Wii U sepertinya masih agak bahaya jika Joshua membawa-bawa controllernya.

Teringat dulu saya pernah bikin beberapa app homebrew di console ini yang sampai saat ini masih berjalan karena Wii tidak mengupdate lagi firmwarenya.

Saya tidak mengikuti berita kalau Rasberry Pi meluncurkan majalah baru untuk oprekan hardware secara umum, bukan hanya Raspberry Pi. Versi PDFnya gratis bisa didownload dari hsmag.cc dan kita juga bisa berlangganan versi fisiknya.

Saya sempat heran kenapa ada majalah baru di kotak surat, ternyata sebagai pelanggan MagPi, saya dapat edisi pertama fisik gratis. Dan jika Anda ingin berlangganan, ada kode diskon 25 GBP di kertasnya.

Polusi Udara Chiang Mai

Secara umum udara di Chiang Mai cukup bersih, jumlah kendaraan belum terlalu banyak, dan tidak ada industri besar di sini (karena ini daerah pertanian dan pariwisata). Tapi di bulan Maret sampai April polusi udara cukup buruk karena masih banyak petani yang membakar sisa ladang mereka. Ini sudah menjadi masalah bertahun-tahun, dan sampai saat ini masih terjadi. Di masa sekarang, level polusi di daerah kota tergantung pada arah angin, kadang buruk sekali, kadang bagus.

Polusi hasil pembakaran ini termasuk dalam polusi partikel . Kadar PM2.5 (particulate matter 2.5 micometer) dan PM10  (particulate matter 2.5 micometer) yang tinggi sangat  membahayakan kesehatan. Tiap negara menetapkan batas aman yang berbeda.

Sebagai pribadi yang tidak bisa mencegah semua orang melakukan pembakaran, solusi pribadi untuk masalah ini adalah filter udara. Filter ini harganya relatif mahal, apalagi yang bisa dipakai di ruang besar. Mengikuti ekspat yang sudah lama di sini, kami membeli filter dari Smart Air dan dipasang sendiri di exhaust fan.

Bagaimana bisa yakin bahwa filter murah ini bisa bekerja dengan baik? Tentunya perlu diukur, jadi saya memutuskan membeli sensor udara, SDS011 seharga 29 USD yang menurut review cukup bagus ketika dibandingkan dengan sensor Dylos yang harganya 300 USD. Continue reading “Polusi Udara Chiang Mai”

Sega Pico

Di Chiang Mai ada beberapa toko yang menjual barang bekas dari Jepang. Barang-barangnya dijual 300 baht per kilogram. Kadang kami iseng ke sana, biasanya mencari mainan. Seminggu lalu ketika pergi ke sana ada satu benda yang menarik perhatian saya.

Isinya utamanya adalah keyboard ini, dan ada sesuatu yang seperti buku, dan seperti catridge. Segera saya Googling mengenai Sega Pico (dari covernya ada tulisan “Sega Toys” dan “Pico”). Ternyata ini adalah salah satu game untuk Sega Pico. Saya cek konektor keyboard ini adalah PS/2 biasa, jadi tanpa consolenya pun pasti bisa dipakai sebagai keyboard komputer. Kasus terbaik: keyboardnya punya mapping standar untuk alfabet inggrisnya, kasus terburuk tinggal bikin mapper dengan Teensy atau microcontroller lain.

Benda ini membuat saya penasaran: apakah ada console Sega Pico juga di toko ini. Setelah mencari-cari, ternyata ada, walau ternyata sangat berat,  sekitar 3kg. Untungnya pemilik tempat ini tidak strict dengan harganya, jadi banyak yang bisa ditawar. Continue reading “Sega Pico”

Elephant POOPOOPAPER Park

Selamat Tahun Baru 2017. Kami tidak merayakan tahun baru secara khusus, tapi tanggal 2 Januari kami pergi (lagi) ke Elephant POOPOOPAPER Park. Di tempat atraksi turis ini orang bisa mendapatkan penjelasan tentang pembuatan kertas dari eek gajah.

Dibandingkan banyak tempat wisata lain, tempat ini sangat kecil, dan tidak ada gajahnya di sini, cuma ada poop-nya saja. Tapi jangan khawatir, semuanya sudah kering dan tidak berbau sama sekali. Jadi di tempat wisata ini kita cuma bisa:

  • Melihat dan mendapatkan penjelasan bagaimana proses pembuatan kertas dari eek gajah
  • Ikut melakukan satu langkah (dari bola eek dilebarkan untuk dijemur)
  • Menghias buku atau kartu ucapan (yang tentunya terbuat dari eek gajah)
  • Minum dan makan snack di kantin
  • Memberi makan ikan
  • Berfoto
  • Beli merchandise, baik yang poop related maupun tidak

Tahun lalu ketika kami datang tidak ada guidenya, dan kami hanya perlu mengikuti eek gajah yang diletakkan di jalurnya. Tapi tahun ini ada guide yang menjelaskan prosesnya walaupun ada tulisan juga yang bisa dibaca kalau tidak ada guidenya. Continue reading “Elephant POOPOOPAPER Park”