Bulan Penuh Diskon

Bulan November merupakan bulan penuh diskon, karena ada 11/11 (singles day) dan ada banyak diskon dari berbagai situs di China, lalu diikuti dengan Black Friday dan Cyber Monday yang penuh dengan diskon global.

Dibandingkan tahun lalu, tidak terlalu banyak diskon yang diberikan oleh AliExpress, benda mahal yang saya beli  hanya Proxmark3 versi paling sederhana (tidak memiliki konektor batere) dengan harga 66 USD (termasuk ongkos kirim). Proxmark3 ini adalah tool untuk eksplorasi RFID/NFC.

Sebenarnya dalam banyak kasus berbagai penstest dan hacking NFC bisa dilakukan dengan reader sederhana yang harganya kurang dari 5 USD, tapi proxmark ini diperlukan untuk sniffing dan juga untuk mengakses berbagai kartu yang tidak standar.

Texas Instruments baru saja meluncurkan board MSP43  baru (Launchpad dengan FRAM), dengan harganya 9.9 USD belum termasuk ongkos kirim, tapi saat ini  diskon menjadi 4.30 USD (sudah termasuk ongkos kirim). Diskonnya masih ada sampai Desember 2017. Development board dari TI ini bisa dipakai juga memprogram chip MSP430 lain.

Waktu pindah ke rumah baru, UPS yang tadinya baik-baik saja menjadi tidak berfungsi sama sekali. Setelah dibongkar, ternyata ada kabel yang kendor di dalamnya (mungkin kendor waktu pindahan). Tapi UPS-nya sudah tidak menyimpan daya lagi dan baterenya agak melendung (batere dari tahun 2012). Akhirnya  beli baru dan UPS-nya bisa berfungsi lagi.

Ada kit yang namanya Makey Makey yang fungsinya mengubah berbagai benda konduktif menjadi input device. Contoh benda dan aplikasinya bisa dilihat di situs tersebut, tapi beberapa di antaranya: mengubah pisang menjadi alat musik atau membuat tangga musikal dengan conductive tape.

Harga makey makey cukup mahal, jadi ketika saya lihat ada modul MPR121  di aliexpress yang harganya kurang dari 2 USD, saya langsung cek apakah mudah dipakai (dari beberapa tutorial dan video youtube), dan ternyata mudah. Dengan menghubungkan modul ini ke Arduino Leonardo, saya bisa membuat tiruan makey makey. Sebagai catatan, seri Arduino Leonardo dan Pro Micro bisa dengan mudah mengemulasikan USB, seri lain defaultnya tidak bisa kecuali dengan menambah beberapa komponen dan memakai software Lufa atau V-USB.

Cukup seru memainkan ini, tapi setiap kali selesai bermain dari kamar lain dan melihat pisangnya, Joshua berusaha ambil untuk dimakan.

Dan setelah share ini di Facebook, beberapa hari kemudian muncul iklan diskon Makey makey di Facebook feed.

Selain bulan diskon, di bulan November kami banyak melakukan aktivitas lain.  Tahun ini festival Loi Krathong dirayakan di awal bulan. Kami datang ke sungai dekat rumah untuk melihat orang-orang melarung krathong. Festival ini selalu bersamaan fetival Yi Peng, di mana orang menerbangkan sky lantern (seperti di film Tangled).

Beberapa kali ulang tahun Jonathan dirayakan bersama orang Indonesia di Chiang Mai, dan tahun ini lagi. Sekarang lebih ramai dari dulu karena lebih banyak keluarga yang punya anak. Tema tahun ini Doctor Who (sebelumnya Pokemon, dan sebelumnya lagi Paw Patrol).

Risna berhasil membuat tempe lagi tahun ini dengan ragi yang dibawakan oleh mama saya. Seperti biasa, demi privasi, foto-foto yang ada orang lain hanya diupload di Facebook untuk friends saja.

Untuk kesekian puluh kalinya, kami jalan-jalan di Night Safari. Sebenarnya tempat ini mahal (800 baht sekitar 320 rb rupiah per orang) tapi kami punya membership gratis masuk berapa kalipun dalam 6 bulan (membership 6 bulan hanya 500 baht sekitar 200 rb rupiah). Kami bisa menghabiskan waktu 3-6 jam di sini tiap kali datang. Ada bus keliling 2 jalur, totalnya sudah 1 jam, plus ada play ground (biasanya sekitar 1 jam main di play ground).

Joshua menjatuhkan iPad ke jempol kakinya dan hasilnya dalam beberapa hari kuku kakinya lepas, jadi kami membatasi jalan-jalan ke tempat yang tidak berdebu/berpasir. Ketika dibawa ke night safari, Joshua dengan semangat berlari di walking trail.

Ada tempat baru yang kami kunjungi: Rabbit Union. Di sini anak-anak bisa memberi makan dan mengelus-elus kelinci. Awalnya cukup menyenangkan bermain dan mengejar kelinci, tapi di akhir Joshua mulai berusaha mengangkat kelincinya.

Chiang Mai Citylife Garden Fair adalah acara tahunan outdoor. Di sini ada musik, banyak penjual makanan, pembaca kartu tarot, dan ada juga kegiatan untuk anak-anak.

Jonathan ikut menghias pot bunga, dan setelah itu potnya (dengan bunganya) bisa dibawa pulang.

Wii kami yang umurnya sudah hampir 10 tahun rusak. Sepertinya NAND-nya error secara fisik karena sudah dicoba restore dari backup (yang dibuat dengan BootMi) tapi gagal. Format ulang dan recreate juga gagal.

Terpikir untuk upgrade ke Wii U atau Switch, tapi akhirnya beli second hand console Wii lagi dari eBay. Nintendo Switch masih mahal dan tidak kompatibel dengan Wii Fit Board, sedangkan Wii U sepertinya masih agak bahaya jika Joshua membawa-bawa controllernya.

Teringat dulu saya pernah bikin beberapa app homebrew di console ini yang sampai saat ini masih berjalan karena Wii tidak mengupdate lagi firmwarenya.

Saya tidak mengikuti berita kalau Rasberry Pi meluncurkan majalah baru untuk oprekan hardware secara umum, bukan hanya Raspberry Pi. Versi PDFnya gratis bisa didownload dari hsmag.cc dan kita juga bisa berlangganan versi fisiknya.

Saya sempat heran kenapa ada majalah baru di kotak surat, ternyata sebagai pelanggan MagPi, saya dapat edisi pertama fisik gratis. Dan jika Anda ingin berlangganan, ada kode diskon 25 GBP di kertasnya.

Kesibukan dan Oprekan Agustus 2017

Seperti biasa, jika sudah lama tidak posting, ceritanya digabung. Posting ini campuran cerita mengenai SIM Card Hologram, RHME3, perjalanan ke Singapore dan cerita mengenai tablet Android.

SIM Card Hologram

Tanggal 26 Juli 2017 saya melihat posting mengenai program developer untuk Hologram dan saya segera mendaftar untuk mendapatkan SIM Card gratis.

Secara singkat, dengan SIM card Hologram dan kerjasama mereka dengan jaringan GSM di (hampir) seluruh dunia, kita bisa membuat produk IOT (Internet of Things) yang bekerja secara internasional dan relatif murah.  Tidak perlu memikirkan roaming data dan tarif yang berbeda di tiap negara.

SIM card hologram ini bukan untuk dipakai di handphone dan browsing, tapi ditujukan untuk dipakai di embedded system yang butuh konektivitas data yang ukurannya relatif kecil dan di luar jangkauan WIFI, walau bisa juga sebagai komplemen atau cadangan WIFI.

Khusus untuk developer plan, diberikan jatah 1 MB/bulan gratis untuk development. Jika dipakai untuk browsing, satu megabyte itu bahkan tidak cukup untuk membuka halaman depan blog ini, tapi untuk keperluan pengiriman data dari sensor ini sudah cukup.

Tanggal 11 Agustus SIM Cardnya sudah sampai, dan saya test menggunakan modem HSDPA murah (kurang dari 9 USD, sudah termasuk ongkir). Percobaan saya lakukan di Linux dengan wvdial, dan koneksi bisa mudah dilakukan.

IP yang didapatkan adalah IP internal. Device bisa mengakses IP eksternal, dan waktu saya coba asal IP nya dari Saint Helier, Jersey. Untuk koneksi kebalikannya (dari eksternal ke device), kita bisa memakai API yang disediakan hologram (atau membeli nomor supaya bisa dikirimi SMS).

Sebenarnya saat ini saya nggak punya proyek khusus yang ingin saya lakukan, tapi ini bisa saya pakai untuk melakukan koneksi ke server rumah jika koneksi internet sedang mati.

CTF RHME3

Karena waktu saya semakin terbatas, sekarang ini saya hanya sempat mengikuti CTF jangka panjang, bukan CTF 2 hari di akhir pekan. Saat ini sudah ada beberapa yang rutin: Flare-On, Labyrenth, dan RHME.

Saya mulai ikut CTF RHME tahun lalu, dan tahun ini sudah dimulai lagi: The world first automotive CTF, begitu slogan RHME tahun ini. Registrasinya kemarin dibuka tanggal 7 Agustus dan ditutup tanggal 28 Agustus. Ada tiga soal yang cukup sulit, mereka mengalokasikan 500 device, tapi hanya 486 orang yang menyelesaikan minimal 1 soal.

Dari Indonesia cuma teman saya Deny yang berhasil mendaftar (padahal dah beberapa kali saya umumkan di group RE Indonesia yang anggotanya ratusan). Dari Thailand ada 7 orang yang mendaftar.  Device akan dikirimkan ke peserta mulai 1 November nanti.


Sekarang ini Joshua sedang sangat senang nempel ke saya, kadang minta dipangku nonton Youtube padahal bisa nonton di TV yang besar atau di tablet, sementara saya coding (split screen). Sepertinya sudah saatnya beli dua monitor.

HITB Singapore

Tahun ini saya mencoba lagi HITB ke Singapore, walau hasilnya kurang memuaskan (peringkat 14 offline dari 28 team). Pesertanya jauh lebih kompetitif dari terakhir kali kompetisi beberapa tahun yang lalu. Soal-soalnya juga jauh lebih sulit.

Meski tidak menang, tapi saya senang bisa bertemu lagi dengan teman-teman yang sudah lama tidak saya temui, dan juga bertemu teman baru.

Buat orang-orang yang meng-add saya di Facebook: segala macam hal-hal menarik saya buat jadi public di timeline saya atau di blog. Hal-hal yang sifatnya hanya untuk teman saja, saya publish untuk “Friend” (seperti misalnya foto teman-teman yang saya temui di Singapore), jadi sebenarnya nggak seru nge-add saya jadi friend di Facebook.

Bug Bounty

Meski sudah banyak bug yang saya laporkan ke berbagai pihak, biasanya balasannya cuma: makasih mas. Ada juga bahkan yang gak pake terima kasih, terus diem-diem benerin. Ada beberapa yang nawarin kerjaan/proyek, tapi kemudian nggak ada kabarnya lagi.

Setelah tahun lalu menemukan bug di payment gateway Master Card (dan menerima 8500 USD), tahun ini saya coba-coba lagi dan menemukan lagi bug di beberapa payment gateway. Sayangnya yang sangat tanggap cuma satu: Fusion Payments. Di bulan ini saya sudah menemukan 2 critical level bug di sana, yang pertama 400 USD dan berikutnya 500 USD.

Sebagai catatan: bug-bug yang saya temukan akan saya tuliskan detailnya, tapi saat ini masih belum bisa/boleh.

Tablet Android

Beberapa waktu yang lalu saya mendapatkan pekerjaan testing aplikasi Android yang hanya berjalan di versi tablet (layar besar). Ternyata aplikasinya berisi form yang banyak sekali sehingga perlu layar lebar. Biasanya saya memakai tablet Samsung Note 8 yang sudah bertahun-tahun umurnya, tapi sekarang ini tabletnya sudah rusak (mati/tidak bisa boot lagi). Karena aplikasinya selalu hang di emulator, akhirnya saya memakai Android di Pinebook.

Semua bisa berjalan dan testing bisa selesai, tapi ada yang mengganggu: Pinebook tidak punya touch screen, dan aplikasinya hanya mau jalan di mode landscape. Jadi saya terpaksa memakai laptop dalam posisi miring, dengan menggunakan keyboard eksternal.

Akhirnya saya beli Android murah dari AliExpress. Ratingnya bagus, katanya CPUnya 8 core, memorinya 4 GB dengan ROM 32 GB. Setelah sampai, kenyataannya CPUnya cuma 4 core, RAM nya cuma 2GB dan ROM cuma 16 GB. Ternyata kernelnya diakali sehingga jika memakai software dari play store pun, akan muncul kalau memorinya 4 GB, CPUnya 8 core, dan ROM-nya 32 GB.

Waktu mau coba root dengan langsung flash recovery partition baru, ternyata malah error, tidak bisa boot sama sekali dan nggak bisa dicharge juga. Akhirnya saya charge baterenya dengan cara membuka soldernya lalu memakai modul charger Lithium. Setelah mendapatkan file ROM asli dari sellernya, akhirnya bisa jalan normal lagi. Tapi benda ini sangat ringkih, jadi saya simpan saja untuk pentest berikutnya.

 

Sebenarnya masih banyak cerita dan detail lain bulan ini, tapi akan saya geser ceritanya ke bulan depan.

Ponsel Anda disadap? (bagian 1)

Beberapa waktu yang lalu ada yang mengirim pesan di Facebook: “Mas, saya merasa ada yang mengintip pesan WhatsApp saya”. Pertanyaan dilanjutkan dengan bagaimana caranya mengetahui apakah memang benar disadap, bagimana cara membersihkannya, dan juga bagaimana orang tersebut bisa masuk?

Ada banyak alasan kenapa seseorang mungkin mau menyadap Anda. Mungkin Anda orang penting dan pemerintah mau menyadap Anda. Mungkin ada rekan atau lawan bisnis yang ingin tahu soal bisnis Anda. Mungkin Anda berteman dengan orang penting yang terlalu sulit didekati untuk disadap. Mungkin Anda punya mantan pacar yang masih belum bisa melupakan Anda.

Secara umum, seseorang bisa saja tidak bertujuan menyadap. Bisa saja seseorang masuk ke HP Anda untuk  sekedar merampok: mengakses rekening bank Anda atau informasi kartu kredit Anda, atau bahkan sekedar mengambil pulsa Anda. Bahkan kadang sekedar agar uang dari iklan yang tampil di berbagai aplikasi masuk ke rekening penyerang.

Serangan Massal vs Serangan Spesifik

Tidak selamanya kita menjadi korban karena kita ditargetkan spesifik. Sering kali ada serangan massal (menebar jala), dengan harapan dapat korban empuk. Ketika ada sebuah serangan massal dan penyerang menyadari Anda punya akses penting, mungkin mereka akan memfokuskan diri pada Anda.

Ada contoh yang baru saja terjadi. Ada software open source OS X bernama Handbrake yang servernya dihack dan softwarenya disisipi malware selama 3 hari. Siapapun yang mendownload dan menginstall dalam rentang 3 hari tersebut kena malware. Sebenarnya sekarang ini software ini sudah cukup jarang dipakai karena selain untuk konversi video fungsi utamanya dulu adalah me-rip (menyalin film dari) DVD.

Ada satu developer OS X dari perusahaan Panic.com kebetulan saja sedang mengupdate software Handbrake di dalam rentang waktu 3 hari tersebut. Karena orang itu merupakan developer maka dia memiliki akses source code perusahaan, dan hasilnya: source code produk perusahaan mereka dicuri.

OS X merupakan sistem operasi yang relatif aman, jumlah penggunanya tidak sebanyak Windows, dan jumlah malware yang ada juga tidak sebanyak Windows, tapi karena sedang apes ya tetap saja bisa kena. Pembuat malwarenya tentunya tidak bisa memprediksi siapa yang akan mendownload softwarenya, tapi kebetulan saja ada korban menarik yang ketemu.

Tiap hari ribuan malware didistribusikan dengan berbagai cara, dengan email, dengan link web, dsb. Para pembuat malware ini tidak berfokus pada orang tertentu. Jika kebetulan pembuat malwarenya mengamati bahwa Anda adalah target penting (atau mungkin berhubungan dengan orang penting), maka dia bisa meneruskan manual proses penyerangan.

Serangan spesifik juga bisa dilakukan, tingkat kesulitannya tergantung banyak hal. Tapi biasanya yang pertama dilakukan adalah mengenal target dulu. Kemudian titik lemahnya bisa dicari. Yang dimaksud titik lemah adalah titik manapun untuk bisa menguping: bisa HP-nya langsung, bisa account onlinenya, bisa Laptopnya, bisa routernya, dsb.

Keamanan Sistem Operasi Ponsel

Pertama perlu dicatat bahwa keamanan ponsel berbeda-beda tergantung sistem operasi dan versinya, saat ini yang paling aman adalah iPhone (sistem operasinya iOS), dan bisa dibilang yang paling tidak aman adalah Android (kebanyakan model selain yang terbaru).

Ada trade-0ff antara kenyamanan dan keamanan. Di Android hampir semua aplikasi bisa mengakses apapun, bahkan aplikasi apapun bisa diganti dengan aplikasi lain. Contoh sederhana: SMS bisa ditangani oleh program tertentu, di iOS tidak bisa. Dengan adanya akses SMS, di Android bisa ada program auto forward SMS ke email atau ke SMS lain, sementara hal ini tidak bisa di iOS.

iOS bisa dibuat jadi lebih nyaman dengan jailbreak, tapi ini mengurangi keamanannya. Dengan jailbreak, berbagai software yang tidak diijinkan Apple bisa diinstall.

Kenyamanan Android ditukar dengan keamanannya: program yang semestinya memforward SMS ke email Anda bisa saja ternyata jahat dan sekaligus memforward SMS bank Anda ke email penjahat. Di sini pengguna Android perlu belajar percaya pada pembuat aplikasi. Jika Aplikasi didapat dari Play Store resmi Google, maka kemungkinan besar aplikasi itu aman.

Akses SMS hanyalah salah satu contoh saja, masih banyak contoh lain yang dibolehkan di Android tapi tidak di iOS. Lebih mudah membuat dan menginstall aplikasi ke sebuah handset Android, dalam hitungan menit saya bisa menginstall aplikasi buatan saya ke HP orang lain, cukup dengan mengganti sedikit setting. Untuk iOS, agar bisa menginstall aplikasi kita perlu mendaftar jadi developer di situs Apple, dan jika kita tidak membayar 99 USD/tahun, aplikasi yang diinstall di device akan expired dalam seminggu.

Keamanan Aplikasi Messaging

Berbagai macam aplikasi messaging (misalnya WhatsApp, BBM, Line, Telegram) sudah sangat aman, sehingga data yang ada di perjalanan tidak bisa disadap, tapi data yang ada di ponsel bisa disadap. Jika Anda tidak percaya bahwa ada bentuk enkripsi yang tidak bisa dibuka, Anda bisa membaca artikel saya tentang ubreakable encryption.

Sekali lagi: meskipun ISP atau orang lain tidak bisa menyadap data di perjalanan, tapi data yang ada di salah satu ujung bisa disadap. Ibaratnya jika ada orang mengintip di belakang Anda waktu Anda mengetik pesan, maka orang itu akan bisa membaca pesan Anda, tidak peduli dikirim dengan metode apapun.

Yang di belakang Anda bisa ngintip

Aplikasi messaging juga perlu menyimpan data di ponsel Anda, menyimpan semua pesan masuk dan keluar. Ini ibaratnya seperti surat datang ke rumah Anda, jika surat ini ingin bisa dibaca berulang, maka perlu disimpan.

Beberapa aplikasi messaging, seperti Line menyimpan pesan di database dalam bentuk plaintext. Ini lebih mudah dibaca. Ini seperti menaruh surat di atas meja, sedangkah yang lain seperti WhatsApp dan BBM, pesan yang tersimpan di ponsel/sd card ini juga dienkripsi. Perlu dicatat bahwa ini hanya mempersulit saja, isi pesan tetap bisa dibuka, karena jika tidak bisa dibuka maka tidak mungkin bisa ditampilkan di ponsel kita. Ibaratnya kita hanya memasukkan pesan ke dalam lemari besi. Bisa dibuka, tapi kuncinya masih ada di dalam rumah.

Aplikasi lain di ponsel Anda, dalam situasi tertentu bisa mengintip seperti seseorang di belakang Anda. Aplikasi-aplikasi di ponsel itu seperti orang yang berada di “rumah” yang sama. Jika aplikasi “nakal”, maka ada kemungkinan bisa mengintip data aplikasi lain. Sekarang ini di sistem operasi yang baru sudah lebih sulit untuk bisa mengakses data aplikasi lain, tapi tetap saja terkadang masih ada celah.

Beberapa aplikasi messaging, seperti WhatsApp, Telegram dan BBM memungkinkan kita mengakses pesan di Desktop/Web. Untuk memonitor orang awam, hal ini bisa dipakai. Pinjam HP orang tersebut sebentar saja, aktifkan chat via web, dan semua pesan bisa dilihat online. Metode ini tidak akan bekerja untuk orang yang aware dengan security. WhatsApp akan menampilkan bahwa koneksi web aktif dan notifikasi ini tidak bisa dihilangkan dengan swipe.

 

Notifikasi Web WhatsApp

Line hanya menampilkan pesan sekali dan bisa diswipe, jadi kalau seseorang baru saja meminjam HP dan login ke Line di PC, tidak akan terlihat dengan mudah.

Saat ini untuk Line kita harus pergi ke Settings, Account, Devices. Parahnya lagi jika seseorang sudah logout, tapi sempat sebelumnya login, kita tidak bisa mengeceknya (tidak ada historynya).

 

Informasi device yang login di Linux

Sebagai catatan tambahan: ada banyak aplikasi baik mobile app maupun web online untuk membuat chat palsu, baik WhatsApp ataupun yang lain. Bagaimana membuktikan keasliannya? hanya dengan akses ponsel orang tersebut, dan melakukan proses forensik yang benar. Benar di sini artinya terdokumentasi dengan jelas semua proses akuisisi datanya, supaya yakin tidak ada tampering (modifikasi) terhadap data yang diselidiki.

Screenshot posting Facebook/instagram atau apapun juga gampang dipalsukan.  Saya kadang tertawa melihat banyak kubu yang yang share bahwa chat WA gampang dipalsukan, tapi di posting berikutnya memposting fitnah kepada seseorang berdasarkan screenshot Facebook yang mungkin juga palsu.

Keamanan Account Online

Rasanya tidak ada orang yang memakai smartphone tanpa account online, baik itu email, Facebook, Instagram, maupun layanan lainnya. Sangat penting untuk mengamankan account-acount tersebut.

Contoh: Jika seseorang memiliki akses ke account facebook Anda, maka orang itu bisa melihat semua foto dan pesan yang pernah Anda kirim di Facebook messenger tanpa perlu akses ke HP Anda. Jika seseorang memiliki akses email, maka orang tersebut bisa mereset banyak password (misalnya password Facebook).

Contoh lain kejadian besar yang pernah terjadi adalah bocornya foto-foto artis dari iCloud dari berbagai artis terkenal. Jika mungkin aktifkan Two Factor Authentication, agar ketika login dibutuhkan token tambahan.

Sebagai catatan, berbagai macam hack yang dilakukan berikutnya biasanya tujuan utamanya adalah: menginstall aplikasi di ponsel Anda yang menjadi “mata-mata”. Sebuah ponsel adalah komputer mini.

If someone can persuade you to run his program on your computer, it’s not your computer anymore.

David Salomon (Elements of Computer Security)

Keamanan Komputer Desktop/Laptop

Bagian ini ditujukan bagi mereka yang menghubungkan komputernya ke ponsel, untuk backup/sinkronisasi, atau untuk pembuatan aplikasi (khusus untuk developer). Bayangkan saja kejadian seperti kasus Panic.com yang saya sebutkan di atas.

Jika seseorang mengambil alih komputer Anda dengan malware/RAT (Remote Access Trojan), dan Anda menghubungkan ponsel ke komputer, maka data dari ponsel biasanya bisa diambil. Apalagi jika ternyata datanya memang sudah dibackup di komputer Anda, maka tinggal diambil tanpa repot masuk ke ponsel Anda.

Pada kebanyakan komputer orang awam yang saya cek, biasanya saya menemukan malware jinak. Biasanya malware tersebut hanya mengganti search engine yang default, menampilkan popup, dsb, malware yang menghasilkan uang recehan dari iklan. Kalau software jinak bisa dengan mudah masuk, tentunya yang ganas pun kemungkinan masuknya cukup besar.

Jika punya akses fisik ke komputer yang tidak dipassword, maka serangannya cukup mudah, cukup install sebuah aplikasi dari USB atau dari Internet.

Keamanan Koneksi Data

Meskipun secara umum program messaging saat ini sudah aman terhadap penyadapan online, tapi keamanan koneksi data tetap perlu diperhatikan, karena bisa menjadi batu loncatan untuk serangan lain. Perlu dicatat bahwa di ponsel ada puluhan aplikasi, tidak semuanya memakai HTTPS untuk melakukan koneksi data. Jika salah satu aplikasi ini bisa dibajak, maka bisa menjadi batu loncatan masuk ke ponsel secara umum.

Jika Anda melakukan koneksi via WIFI, seseorang bisa membuat access point dengan nama dan password yang sama, dan kebanyakan ponsel akan otomatis melakukan koneksi ke access point tersebut.

Banyak modem ADSL atau fiber di Indonesia yang tidak aman, seseorang bisa gampang masuk. Bahkan baru-baru ini modem-modem di Indonesia pernah dijadikan bagian dari botnet. Di rumah biasanya modem ini terhubung ke komputer, atau ke ponsel melalui WIFI. Biasanya ada beberapa device (komputer/laptop/game console) yang terhubung.

Kadang kalau saya sedang iseng chat dengan seseorang, saya memberikan URL ke server saya yang akan diklik orang tersebut. Dari server saya bisa melihat alamat IP orang tersebut. Dari alamat IP kadang saya bisa masuk ke dalam modemnya.

Dari modem saya bisa melakukan banyak hal, tergantung kecanggihan modemnya. Beberapa modem berbasis Linux sudah sangat canggih, saya bisa langsung melakukan serangan ke rumah orang tersebut dengan sangat mudah.

Beberapa modem fiturnya sangat sederhana, tapi inipun sudah cukup untuk masuk. Contohnya yang bisa dilakukan di modem jenis murahan adalah mengganti alamat server DNS (Domain Name System) di modem.

Server DNS adalah server yang menerjemahkan nama menjadi alamat. Jika saya ganti DNS menjadi milik saya, maka  saya bisa melihat domain situs mana yang dikunjungi orang tersebut (dan biasanya jadi tahu aplikasi mana yang dipakai orang tersebut).

Jika saya tahu bahwa salah satu domain yang dikunjungi ternyata tidak memakai HTTPS, saya bisa mengarahkan domain tersebut ke server saya, yang memforward requestnya ke server asli. Hasilnya: saya bisa melihat koneksi yang dilakukan, saya bisa tahu sistem operasi apa yang dipakai di ponsel atau komputer di rumah tersebut (baik dari User-Agent saja, atau dari javascript yang disisipkan di web). Jika saya sudah yakin akan sebuah target (misalnya ada PC Windows), saya bisa mengeset firewall di modem untuk mengijinkan koneksi dari luar masuk ke PC yang spesifik.

Semua yang saya bicarakan di atas adalah sesuatu yang sifatnya real dan bisa dilakukan relatif mudah (bahkan kedua adik saya mengganti modem mereka setelah saya berhasil masuk).

Sebagai catatan tambahan: modem 4G juga banyak yang memakai Linux. Jika seseorang cukup punya niat, maka modem 4G juga bisa ditukar (atau diflash ulang) dengan firmware yang berisi backdoor. Beberapa investigasi awal sudah dilakukan teman saya y3dips terhadap modem Bolt.

Keamanan benda lain

Saya tidak bisa mengcover semua hal yang mungkin bisa menjadi jalan masuk untuk penyerang. Ada banyak teknologi baru terus bermunculan, dan ada risiko baru. Contoh: banyak smartwatch yang bisa dijadikan unlock method, artinya ponsel tidak akan meminta passcode atau PIN jika smartwatch itu di dekat ponsel.

Meskipun itu sangat praktis, tapi juga jadi jalan masuk baru. Jika Anda sedang mandi dan meninggalkan ponsel dan smartwatch Anda di luar, maka seseorang mudah sekali mengakses ponsel tanpa perlu tahu PIN/Password.

Di masa lalu, charger USB juga dengan mudah bisa mencuri data kita karena tidak diperlukan otorisasi dari pengguna. Sekarang HP sudah akan menanyakan: Allow access to device data? atau semacam itu jika HP dihubungkan ke komputer  atau device lain yang berusaha mengakses data. Tentunya walaupun ada pengamanan ekstra ini, pengguna awam yang masih saja menekan: Yes, akan tetap kena.

Penutup

Posting bagian ini sekedar menunjukkan dua hal. Pertama Anda tidak harus jadi orang penting atau terkenal untuk disadap, dan kedua: ada banyak cara untuk masuk ke ponsel seseorang. Cara-cara ini ada yang sangat mudah, dan ada juga yang cukup rumit dan butuh waktu.

Jika seseorang memiliki niat dan dana untuk menyadap Anda, kemungkinan besar mereka akan bisa melakukannya.

Polusi Udara Chiang Mai

Secara umum udara di Chiang Mai cukup bersih, jumlah kendaraan belum terlalu banyak, dan tidak ada industri besar di sini (karena ini daerah pertanian dan pariwisata). Tapi di bulan Maret sampai April polusi udara cukup buruk karena masih banyak petani yang membakar sisa ladang mereka. Ini sudah menjadi masalah bertahun-tahun, dan sampai saat ini masih terjadi. Di masa sekarang, level polusi di daerah kota tergantung pada arah angin, kadang buruk sekali, kadang bagus.

Polusi hasil pembakaran ini termasuk dalam polusi partikel . Kadar PM2.5 (particulate matter 2.5 micometer) dan PM10  (particulate matter 2.5 micometer) yang tinggi sangat  membahayakan kesehatan. Tiap negara menetapkan batas aman yang berbeda.

Sebagai pribadi yang tidak bisa mencegah semua orang melakukan pembakaran, solusi pribadi untuk masalah ini adalah filter udara. Filter ini harganya relatif mahal, apalagi yang bisa dipakai di ruang besar. Mengikuti ekspat yang sudah lama di sini, kami membeli filter dari Smart Air dan dipasang sendiri di exhaust fan.

Bagaimana bisa yakin bahwa filter murah ini bisa bekerja dengan baik? Tentunya perlu diukur, jadi saya memutuskan membeli sensor udara, SDS011 seharga 29 USD yang menurut review cukup bagus ketika dibandingkan dengan sensor Dylos yang harganya 300 USD. Continue reading “Polusi Udara Chiang Mai”

Memperbaiki Mainan

Jonathan dan Joshua saat ini memiliki banyak mainan. Seperti biasa, semua mainan yang dimainkan akan rusak. Sebisa mungkin jika mainannya masih bisa diperbaiki, maka saya akan mencoba memperbaikinya.

Selain mainan yang rusak karena dimainkan, kadang kami membeli mainan second hand dari toko second hand maupun yard sale yang sering diadakan oleh expat yang akan meninggalkan Chiang Mai. Selain lebih hemat, beberapa mainan yang kami beli second susah didapatkan di Chiang Mai (atau sangat mahal jika memesan via Amazon).

Masalah Batere

Kebanyakan mainan dan buku elektronik biasanya tidak rusak, tapi ada masalah dengan baterenya. Masalah pertama dan yang paling sering adalah: batere habis. Saya memiliki stock berbagai jenis batere standar selain AA dan AAA juga batere koin CR2032 dan LR44.

Masalah berikutnya: konektornya kotor atau berkarat. Masalah lain adalah kabel yang lepas. Untuk masalah kompartemen batere yang berkarat, saya menggunakan aluminium foil. Untuk kabel yang lepas tentunya disolder, dan kemudian dilapisi hot glue agar lebih sulit lepas lagi.

Continue reading “Memperbaiki Mainan”

Music Player dengan Orange Pi Zero

Tujuan proyek ini adalah membuat player musik untuk latihan piano Jonathan. Nomor lagu diinput dengan numeric keypad, audio diputar di speaker yang biasa dipakai di PC, output ditampilkan di LCD 20×4.

Buku pelajaran piano yang dipakai oleh Jonathan disertai CD Audio sebagai musik pengiring, dan CD ini tentunya sudah di-rip dan masuk ke iPad.

 

Sebenarnya memakai iPad ini cukup praktis, tapi seringkali yang terjadi:

  • Lupa di mana menaruh iPad-nya
  • Lupa mencharge iPadnya
  • Terdistract oleh game/app lain di iPad
  • Joshua tiba-tiba datang ingin lagu lain

Continue reading “Music Player dengan Orange Pi Zero”