Music Player dengan Orange Pi Zero

Tujuan proyek ini adalah membuat player musik untuk latihan piano Jonathan. Nomor lagu diinput dengan numeric keypad, audio diputar di speaker yang biasa dipakai di PC, output ditampilkan di LCD 20×4.

Buku pelajaran piano yang dipakai oleh Jonathan disertai CD Audio sebagai musik pengiring, dan CD ini tentunya sudah di-rip dan masuk ke iPad.

 

Sebenarnya memakai iPad ini cukup praktis, tapi seringkali yang terjadi:

  • Lupa di mana menaruh iPad-nya
  • Lupa mencharge iPadnya
  • Terdistract oleh game/app lain di iPad
  • Joshua tiba-tiba datang ingin lagu lain

Continue reading “Music Player dengan Orange Pi Zero”

Sega Pico

Di Chiang Mai ada beberapa toko yang menjual barang bekas dari Jepang. Barang-barangnya dijual 300 baht per kilogram. Kadang kami iseng ke sana, biasanya mencari mainan. Seminggu lalu ketika pergi ke sana ada satu benda yang menarik perhatian saya.

Isinya utamanya adalah keyboard ini, dan ada sesuatu yang seperti buku, dan seperti catridge. Segera saya Googling mengenai Sega Pico (dari covernya ada tulisan “Sega Toys” dan “Pico”). Ternyata ini adalah salah satu game untuk Sega Pico. Saya cek konektor keyboard ini adalah PS/2 biasa, jadi tanpa consolenya pun pasti bisa dipakai sebagai keyboard komputer. Kasus terbaik: keyboardnya punya mapping standar untuk alfabet inggrisnya, kasus terburuk tinggal bikin mapper dengan Teensy atau microcontroller lain.

Benda ini membuat saya penasaran: apakah ada console Sega Pico juga di toko ini. Setelah mencari-cari, ternyata ada, walau ternyata sangat berat,  sekitar 3kg. Untungnya pemilik tempat ini tidak strict dengan harganya, jadi banyak yang bisa ditawar. Continue reading “Sega Pico”

WIFI Witty ESP8266

Meskipun sudah memiliki beberapa board ESP8266 saya iseng memesan dua board WIFI Witty dengan harga 2.75 USD per boardnya. Saya tadinya berharap ini bisa jadi board super murah yang sangat bagus untuk memperkenalkan IOT. Bedanya dengan board lain, board ini memiliki: LDR (Light Dependent Resistor), tombol, dan LED RGB. Sayangnya ternyata pada dua board yang datang, LED RGB-nya tidak jalan (yang satu bahkan polaritasnya terbalik). Sepertinya saya harus mencari seller WIFI Witty yang lebih baik walau mungkin tidak akan semurah ini harganya.

Dengan adanya button dan LED built in, maka pemula tidak perlu sama sekali menyiapkan saklar dan kabel serta tidak perlu breadboard untuk menaruh saklarnya. Dengan skrip sederhana, kita bisa langsung membuat sesuatu seperti Amazon Dash button.

Dengan LED RGB (Andaikan ini bekerja), maka pemula juga tidak perlu menyiapkan kabel, resistor, boreadboard LED untuk membuat aplikasi sederhana seperti misalnya notifikasi email, notifikasi cuaca, dsb.
Continue reading “WIFI Witty ESP8266”

Suka Duka Hidup di Apartment (di Chiang Mai)

Posting kali ini mungkin masih related dengan nggak enaknya hidup di luar negeri. Ga pernah sebelumnya memikirkan akan tinggal di apartment, karena selama ini mikirnya ga akan sanggup bayar. Sewaktu pindah ke Chiangmai, yang terbayang di kepala tinggal di komplek perumahan gitu, baru belakangan mengetahui kemungkinan tinggal di apartment. Awalnya rada penasaran, soalnya di Indonesia ga pernah masuk ke apartment manapun *orang kampung sih*, sekilas mikirnya: mirip hotel kali yah. Awalnya mikir: wah enak dong ada yang bersihin tiap hari, ada yang ngurusin ini dan itu bla bla, ternyata pikiran saya salah.

Sebelum membahas gak enaknya, mungkin ada baiknya membahas enaknya dulu atau plusnya. Semua ini sifatnya subjektif berdasarkan pengalaman pribadi dan tidak ada penyesalan sedikitpun dari pilihan kami ini hehehe. Awal pindah ke Chiang Mai, kami menempati sebuah apartment studio yang ukurannya saya lupa persisnya. Apartment studio ini ga ubahnya seperti tempat kost, di mana tempat tidur, ruang tamu dan dapur semua berada dalam sebuah ruangan yang sama. Satu-satunya pintu yang ada dalam unit tersebut adalah pintu ke kamar mandi (yaa mungkin ada juga yang apartmentnya ga pake pintu ke tempat showernya).

Continue reading “Suka Duka Hidup di Apartment (di Chiang Mai)”

Sepuluh Tahun Berlalu…

Hari ini seorang teman seperjuangan di masa masih di Bandung, bertanya kepada saya: “Apa yang kita lakukan 10 tahun yang lalu ya?”, hampir saya jawab dengan: berjuang haahaha. Tapi dengan cepat saya mencoba mengingat semua kenangan tahun 2000. Sepuluh tahun yang lalu, saya masih nangis nangis bombay *lebay* biar bisa menyelesaikan tugas akhir yang tak kunjung berakhir. Sepuluh tahun yang lalu, di tahun yang sama saya berhasil menyelesaikan juga tuh si tugas akhir dan di wisuda. Masih di tahun yang sama saya dapat pekerjaan daaaan berkenalan dengan dunia blog.

Sepuluh tahun yang lalu, saya ga pernah kebayang jalan hidup saya akan seperti ini, yang jelas saya bersyukur hidup saya jauuuh lebih baik dari 10 tahun yang lalu. Belum pernah kebayang bakal merantau di negeri orang, belum pernah dengan nama kota Chiang Mai (maklum, ga ngikutin Sea Games). Ada hal-hal yang tidak berubah dalam 10 tahun, misalnya saya tetap jadi anak rantau yang tinggal jauh dari keluarga, tapi ada lebih banyak hal yang berubah dalam 10 tahun ini (salah satunya tentu saja berat badan hahaha). Continue reading “Sepuluh Tahun Berlalu…”

Kaskus Spoiler

Saya nggak begitu sering mengunjungi kaskus, tapi kadang-kadang kalau lagi iseng seneng juga lihat-lihat gambar dan cerita di sana. Nah masalahnya gambar-gambar di sana kebanyakan “disembunyikan” dengan tombol “spoiler”. Kalo ngeklik sedikit sih gak apa-apa, tapi sempet capek waktu ketemu posting ini: 30 Foto Paling dilihat di situs Flickr Tahun 2009. Gile lu ndro, masak gw disuruh ngeklik 30 kali buat buka semua fotonya?

Cari kanan kiri gak ada tombol show all spoiler, cari di google juga gak nemu. Tadinya sampe mau bikin extension Google Chrome buat bikin skrip pembuka spoiler ini. Tapi ternyata kemarin baru diumumkan bahwa sekarang Google Chrome sudah mendukung Greasemonkey Script (resmi, dari tahun lalu dah bisa tapi masih development).

Dengan beberapa baris kode, jadilah skrip Greasemonkey ini:

http://userscripts.org/scripts/show/67846

Buat pengguna chrome, tinggal klik install aja buat menginstall. Buat pengguna firefox, install dulu Greasemonkey. Habis itu, kunjungi link tadi, terus klik install. Sekarang kalau mengunjungi forum kaskus, otomatis semua spoiler akan diklik.

Tadinya kirain gak akan ada yang butuh skrip semacam ini, tapi baru kemarin ditaruh publik, hari ini dah ada 11 orang yang menginstall plus 2 review. Padahal niatnya di taruh di situs userscripts cuma biar gampang aja diakses kalau lagi butuh. Ya sekalian diumumkan di blog ini deh, semoga berguna buat yang lain.

Kenangan Masa SMU

Posting ini tidak akan membahas banyak hal waktu sama masih SMU. Posting akan membahas kisah cinta saya, cinta pada programming. Saya belajar komputer kali pertama kelas 2 SMP, tahun 1994. Waktu itu saya ikut kursus DOS, Wordstar dan Lotus 123. Nama tempat kursus saya waktu itu adalah Linggar jati, di dekat pertigaan jalan raya bogor ke arah Cibubur. Dari segi komputer dan pengajar, tempat itu sangat biasa, yang luar biasa adalah: semua siswa boleh belajar di luar jam kursus, dan bahkan jika ada kursus lain pun boleh menggunakan komputer yang di belakang (jika tidak dipakai), asalkan tidak menganggu yang lain.

Di situlah saya belajar sendiri memprogram dalam bahasa BASIC. Buku pegangan saya cuma buku panduan ujian bahasa BASIC. Bukunya tidak punya teori, cuma soal pilihan ganda dan kunci jawaban saja. Ternyata buku semacam itu mudah untuk dipelajari, misalnya ada pertanyaan “Fungsi LEFT$ berguna untuk?”, lalu saya cari jawabannya, misalnya “mengambil N karakter terkiri”, nah dari situ saya tahu apa gunanya fungsi LEFT$. Setahun kemudian ayah saya membelikan Apple II/e (komputer tua yang dibeli karena bapak saya tidak mengerti soal komputer, dan kebetulan ada yang menjual murah). Saya banyak memprogram BASIC di komputer itu, tapi sayang dalam beberapa bulan komputernya mulai rusak, dan saya tidak punya lagi arsip program-program lama saya.

Tanggal 10 Januari 1997, kelas 2 SMU saya dibelikan PC pertama saya: Pentium 120 Mhz, Ram 16 Mb, harddisk 1 GB. Itulah dimulainya petualangan memprogram. Hari ini saya menemukan beberapa program yang saya buat waktu itu. Melihat program-program tersebut, aneka hal muncul di pikiran saya:

  1. Melihat sebagian program, saya berpikir: wah kok saya dulu goblok banget ya, kan ini mestinya bisa begini
  2. Melihat sebagian program lain saya berpikir: wah hebat juga ya, dulu saya bisa ngerti ini, padahal cuma belajar sendiri
  3. Wah kok dulu kepikiran ya bikin program ini
  4. Ngapain coba bikin program ini, gak ada gunanya
  5. Wah ternyata dulu saya fans Sailor Moon

Continue reading “Kenangan Masa SMU”