Ke Belanda

Dari RHME2 tahun lalu saya mendapatkan hadiah mengikuti kursus security gratis di Riscure Delft, Belanda. Karena ini bukan perjalanan dinas dari kantor, jadi saya perlu mengurus segala sesuatu sendiri, dan saya bisa bebas menceritakan perjalanannya.

Visa

Di Chiang Mai tidak ada kedutaan Belanda, jadi untuk mengurus Visa saya perlu ke Bangkok. Sebenarnya mengurus Visa bisa dilakukan di kedutaan Belanda atau di VFSGlobal. Saya memilih menggunakan VFSGlobal karena mereka punya jasa kirim balik visa via EMS (menghemat uang dan waktu, tidak perlu kembali ke Bangkok lagi).

Website VFSGlobal sudah sangat bagus, ada checklist mengenai berbagai dokumen yang dibutuhkan sesuai dengan jenis Visa-nya. Karena saya ke sini untuk training, saya menggunakan Visa bisnis. Sebagai catatan, bidang security ini tidak ada hubungannya sama sekali dengan tempat saya bekerja sekarang, tapi tetap butuh surat pengantar dari tempat bekerja.

Tidak ada proses wawancara ketika menyerahkan dokumen. Saya hanya menyerahkan semuanya, diminta scan sidik jari, mengisi alamat pengiriman kembali paspor setelah selesai. Visa saya dapatkan sekitar seminggu, saya masukkan alamat kantor supaya yakin ada selalu orang yang menerima. Karena proses VISA sangat singkat, saya sempat makan siang dengan Pak Kief, alumni Informatika ITB yang saat ini bertugas di KBRI.

Perjalanan

Ada pesawat KLM dari Bangkok langsung ke Belanda. Perjalanannya 11 jam. Karena tidak ada connecting KLM dari Chiang Mai, jadi saya naik airline lain, dengan menyisakan waktu 4 jam. Ternyata 4 jam ini cukup pas, karena butuh menunggu bagasi, antri memasukkan bagasi, antri imigrasi, antri scan.

Di dalam pesawat ada Entertainment System. Kalo saya membawa peralatan yang lengkap, sistemnya sepertinya bisa dijebol. Sistemnya menerima input USB, dan biasanya sistem seperti ini rentan terhadap berbagai macam file yang corrupt. Sistemnya sendiri memakai HTML untuk user interfacenya, ini bisa terlihat dari sifatnya, misalnya file yang memiliki nama &lt; akan muncul sebagai tanda kurang dari (<).

 

Mengunjungi Keluarga Dea

Dulu banget dalam kisah pacaran kami ada Dea, saudara sepupu Risna yang meyakinkan Risna supaya mau pacaran dengan saya. Beberapa tahun kemudian Risna membantu Dea menulis surat ke calon suami Dea (yang sekarang jadi suami Dea saat ini). Karena Delf tidak terlalu jauh, jadi saya bisa mampir ke rumah mereka. Saya menginap semalam, dijamu jalan-jalan, dan diantarkan ke penginapan. Senang rasanya bisa ngobrol dan bertanya-tanya banyak hal mengenai Belanda.

(Catatan: untuk privasi, foto-foto orang lain tampak depan biasanya tidak akan ditampilkan tanpa ijin orangnya, dan foto-foto seperti itu biasanya saya share di Facebook untuk “Friends” saja)

Kebetulan sedang ada Pasar Raya Indonesia, jadi saya bisa beli makan malam sebelum diantar ke hotel.

Transportasi

Tempat pelatihan dan hotel jaraknya hanya 4 km, jadi saya punya beberapa opsi: jalan kaki, naik sepeda, taksi, dan Uber. Di hari pertama saya sudah menyewa sepeda, tapi tiba-tiba hujan yang agak deras dan tidak terlihat akan berhenti, jadi akhirnya manggil Uber. Padahal saya sudah susah payah mempelajari gimana cara mengamankan sepeda, cara membuka dan menutup kunci (dari Youtube), juga membaca seksama aturan dari hotel (misalnya hotel tidak bertanggung jawab kalo ban kempes, pompa aja sendiri).

Ternyata saya beruntung sekali di hari pertama bisa mendapatkan uber, karena di kota Delft ini saat ini uber sangat sedikit, sampai-sampai Uber akan memberikan bonus untuk driver yang melakukan 5 perjalanan di Delft. Pagi itu saya beruntung karena ada driver yang kebetulan baru mengantarkan salah satu peserta training yang sama ke Riscure. Benar saja pulangnya nggak  dapet uber, jadi saya mencoba jalan dan ternyata rasanya cukup menyenangkan.

Di Belanda rasanya aneh kalo tidak mencoba naik sepeda, jadi saya akhirnya mencoba menyewa sepeda lagi. Untuk memandu perjalanan, saya set tujuan di Google Maps, saya kantongi HP-nya dan mendengarkan petunjuknya dengan earphone. Perjalanan dengan sepeda lebih menyenangkan dari jalan kaki. Pulang dari pelatihan, saya sempat berkelana menyusuri suasana pedesaan walau sebenarnya itu nyasar, karena Google Maps/HP saya ngaco.

Kincir Angin

Pelatihan

Materi training yang saya ambil adalah “Embedded Systems Security“. Dalam banyak hal, materinya sebenarnya terlalu dasar buat saya. Tapi saya mengambil ini karena ingin menstrukturkan segala macam pengetahuan yang sudah saya miliki (dan menambal lubang dalam pengetahuan saya). Pelajaran terbanyak justru saya dapatkan dari ngobrol dengan pelatih dan peserta lain.

Dalam bidang lain (misalnya pemrograman), saya bisa dengan percaya diri menyusun materi pengajaran dengan struktur yang baik, tapi di bidang embedded security saya merasa masih bingung jika harus mengajarkan ilmunya ke orang lain. Ternyata belajar mereview semua hal dasar sangat berguna, dan bahkan orang-orang dari Riscure sendiri kadang diikutkan dalam training mereka (bukan sekedar mengisi slot, tapi mereka benar-benar belajar), misalnya ada karyawan yang ikut dalam kelas, karena meskipun jago enkripsi (memiliki PhD), tapi masih lemah dalam embedded system.

Training yang ada ditujukan untuk mengenali dan mencegah berbagai serangan terhadap embedded systems. Ini biasanya sangat berguna untuk berbagai perusahaan yang membuat hardware sendiri (supaya aman, tidak mudah dicopy pesaing, dsb), tapi juga berguna untuk mengevaluasi berbagai produk yang ada.

Misalnya salah satu target yang diberikan adalah webcam WIFI, yang ternyata mengirimkan statusnya ke China, dan semua semua streamnya bisa diakses dari seluruh dunia, dan bahkan secara teori bisa dipakai untuk menjebol jaringan internal karena melakukan NAT Traversal. Bayangkan jika Anda memilih webcam ini untuk dipakai di lembaga negara atau kamar pribadi Anda. Contoh hardware berbahaya lain adalah router, saat ini berbagai modem default dari ISP ternyata memiliki lubang yang membuat semua orang bisa masuk. Jika ada yang mengerti dan melakukan pengecekan dasar hardware, kasus semacam itu tidak akan terjadi.

Anak-anak

Saya jarang sekali pergi meninggalkan keluarga, walaupun hanya beberapa hari, karena anak-anak akan sangat kangen (dan saya kangen mereka). Jika kantor bisa mengirimkan orang lain, saya akan sangat senang daripada saya yang pergi. Di hari pertama sudah ada insiden: Joshua jatuh, gigi depannya lepas sampai ke akarnya. Risna pun segera dibantu oleh Bos dan Office Manager kami untuk ke UGD, lalu diteruskan ke dokter gigi (untuk memastikan tidak ada pecahan tersisa). Hasilnya: Joshua akan tumbuh gigi depan lagi yang permanen beberapa tahun yang akan datang, tapi tetap butuh dikontrol perkembangannya.

Pulang

Untuk menghemat, pulang dilakukan dengan naik Uber ke stasiun, disambung dengan naik kereta. Waktu sampe Belanda masih agak  nggak konsen baca kelas kereta dan jadwalnya (jam 8 malam, atau jam 2 pagi waktu Thailand), waktu pulang lebih jelas rasanya.

Perjalanan ke Thailand lancar, mendarat di Bangkok, dan beberapa jam kemudian diteruskan ke Chiang Mai. Joshua “ngambek” karena papanya pergi lama, setelah diajak main di mall dan naik kereta keliling mall, baru dia peluk papanya dan bilang “hug papa”.

Jonathan menunjukkan kalo dia beli kartu Bingo, tapi tidak bisa main dengan fun karena tidak bisa menghasilkan bilangan acak, jadi dia minta dibuatkan appnya. Akhirnya saya buatkan versi HTML5.

Dan Jonathan juga ingin makan telur karena oleh-oleh egg timer yang saya bawakan yang akan memainkan melodi tertentu tergantung level matang telurnya. Ternyata lagu terakhir adalah lagu kebangsaan Belanda, kalau misalnya mau bikin sendiri atau hack yang sudah ada, boleh nggak ya pake lagu kebangsaan Indonesia dalam telur rebus?

Telur Rebus

Memperbaiki Mainan

Jonathan dan Joshua saat ini memiliki banyak mainan. Seperti biasa, semua mainan yang dimainkan akan rusak. Sebisa mungkin jika mainannya masih bisa diperbaiki, maka saya akan mencoba memperbaikinya.

Selain mainan yang rusak karena dimainkan, kadang kami membeli mainan second hand dari toko second hand maupun yard sale yang sering diadakan oleh expat yang akan meninggalkan Chiang Mai. Selain lebih hemat, beberapa mainan yang kami beli second susah didapatkan di Chiang Mai (atau sangat mahal jika memesan via Amazon).

Masalah Batere

Kebanyakan mainan dan buku elektronik biasanya tidak rusak, tapi ada masalah dengan baterenya. Masalah pertama dan yang paling sering adalah: batere habis. Saya memiliki stock berbagai jenis batere standar selain AA dan AAA juga batere koin CR2032 dan LR44.

Masalah berikutnya: konektornya kotor atau berkarat. Masalah lain adalah kabel yang lepas. Untuk masalah kompartemen batere yang berkarat, saya menggunakan aluminium foil. Untuk kabel yang lepas tentunya disolder, dan kemudian dilapisi hot glue agar lebih sulit lepas lagi.

Continue reading “Memperbaiki Mainan”

Sega Pico

Di Chiang Mai ada beberapa toko yang menjual barang bekas dari Jepang. Barang-barangnya dijual 300 baht per kilogram. Kadang kami iseng ke sana, biasanya mencari mainan. Seminggu lalu ketika pergi ke sana ada satu benda yang menarik perhatian saya.

Isinya utamanya adalah keyboard ini, dan ada sesuatu yang seperti buku, dan seperti catridge. Segera saya Googling mengenai Sega Pico (dari covernya ada tulisan “Sega Toys” dan “Pico”). Ternyata ini adalah salah satu game untuk Sega Pico. Saya cek konektor keyboard ini adalah PS/2 biasa, jadi tanpa consolenya pun pasti bisa dipakai sebagai keyboard komputer. Kasus terbaik: keyboardnya punya mapping standar untuk alfabet inggrisnya, kasus terburuk tinggal bikin mapper dengan Teensy atau microcontroller lain.

Benda ini membuat saya penasaran: apakah ada console Sega Pico juga di toko ini. Setelah mencari-cari, ternyata ada, walau ternyata sangat berat,  sekitar 3kg. Untungnya pemilik tempat ini tidak strict dengan harganya, jadi banyak yang bisa ditawar. Continue reading “Sega Pico”

Elephant POOPOOPAPER Park

Selamat Tahun Baru 2017. Kami tidak merayakan tahun baru secara khusus, tapi tanggal 2 Januari kami pergi (lagi) ke Elephant POOPOOPAPER Park. Di tempat atraksi turis ini orang bisa mendapatkan penjelasan tentang pembuatan kertas dari eek gajah.

Dibandingkan banyak tempat wisata lain, tempat ini sangat kecil, dan tidak ada gajahnya di sini, cuma ada poop-nya saja. Tapi jangan khawatir, semuanya sudah kering dan tidak berbau sama sekali. Jadi di tempat wisata ini kita cuma bisa:

  • Melihat dan mendapatkan penjelasan bagaimana proses pembuatan kertas dari eek gajah
  • Ikut melakukan satu langkah (dari bola eek dilebarkan untuk dijemur)
  • Menghias buku atau kartu ucapan (yang tentunya terbuat dari eek gajah)
  • Minum dan makan snack di kantin
  • Memberi makan ikan
  • Berfoto
  • Beli merchandise, baik yang poop related maupun tidak

Tahun lalu ketika kami datang tidak ada guidenya, dan kami hanya perlu mengikuti eek gajah yang diletakkan di jalurnya. Tapi tahun ini ada guide yang menjelaskan prosesnya walaupun ada tulisan juga yang bisa dibaca kalau tidak ada guidenya. Continue reading “Elephant POOPOOPAPER Park”

Tips Belanja Komponen Elektronik di AliExpress

Sejak beberapa tahun lalu AliExpress jadi situs utama saya untuk membeli berbagai komponen elektronik. Menurut saya AliExpress ini sudah sangat bagus dan secara sistem sudah bisa dibandingkan dengan berbagai situs luar negeri lain (seperti misalnya eBay atau Amazon).

Buat yang belum tahu: AliExpress itu seperti ebay-nya China atau Bukalapak/Tokopedia di Indonesia. Ada banyak penjual, dan kita harus teliti ketika membeli. Banyak barang bisa dikirim gratis dan harganya biasanya sangat murah, bahkan lebih murah dari membeli lokal.

Sebagai catatan: saya tinggal di Chiang Mai, Thailand, jadi jangan bertanya mengenai pajak dsb, saya hanya tahu dari yang saya dengar dari teman-teman. Seharusnya sejak November 2016, pembelian di bawah 100 USD bebas bajak.

Tips pertama adalah ketika mencari sebuah barang. Ketika mencari sesuatu, urutkan berdasarkan “number of orders”, pilih dari beberapa barang di posisi atas. Jika setelah Anda mengubah jadi “number of orders” barang yang Anda cari tidak ada di posisi atas, kemungkinan keyword yang Anda pakai untuk mencari masih salah.

Kadang kita mendapatkan hasil dengan harga sangat serupa.

Continue reading “Tips Belanja Komponen Elektronik di AliExpress”

Oprekan akhir pekan: Chromebook, RHME, Lampu Pohon Natal

Akhir pekan kali ini sampai hari Senin di Thailand karena hari Senin bertepatan dengan Hari Ayah di Thailand, jadi kantor libur. Secara umum tidak banyak yang dioprek weekend ini karena lebih banyak dihabiskan untuk jalan-jalan.

Chromebook

Saya membeli Chromebook seharga 4200 baht dengan bonus Google Drive 100GB selama 2 tahun. Karena saat ini saya memang berlangganan Google Drive 100 GB dengan membayar 1.99 USD/bulan, bonus ini akan mengurangi pengeluaran saya sebanyak sekitar 1600 baht (total 2 tahun). Dengan bonus itu, menurut saya ini pembelian yang relatif murah (1.6 jt – 0.6 jt google drive = ~1 jt untuk nilai laptopnya).

20161201_134545

Setelah beberapa jam menggunakan browser saja, saya mengaktifkan developer mode dan menginstall debian chroot menggunakan crouton. Selama beberapa hari saya mencoba-coba berbagai setting, berbagai desktop manager, sampai akhirnya memilih Enlightenment. Menurut saya laptop ini cukup ringan dengan daya tahan batere yang cukup lama.

RHME

Saat ini saya sedang mengikuti CTF hardware pertama saya. Walau kemungkinan besar tidak akan menyelesaikan semua challengenya. Saya bekerja sama dengan teman lama saya Deny yang sudah lama tidak kontak. CTF ini masih terus berjalan, dan saya belajar banyak soal assembly AVR dari soal-soalnya.

Dari belajar AVR saya jadi tertarik mengikuti kontes 1K. Saya sudah memulai membuat proyeknya tapi belum selesai. Prototipe logika sudah jadi dan bisa dimampatkan kurang dari 700 byte, tampilan juga sudah jadi. Entrinya sudah saya masukkan, walaupun rasanya akan sulit menang, tapi saya melakukan ini cuma untuk bersenang-senang.

20161206_063247 Continue reading “Oprekan akhir pekan: Chromebook, RHME, Lampu Pohon Natal”

Cerita ringan dari Chiang Mai

Setelah baginda Raja Thailand Bhumibol Adulyadej wafat, suasana Thailand berduka. Di satu bulan pertama semua orang memakai baju berwarna hitam atau putih, dan pegawai yang memakai seragam warna lain akan memakai pita hitam sebagai tanda berduka. Meskipun demikian kehidupan cukup berjalan normal, hanya beberapa hal yang berubah, misalnya tempat hiburan malam tutup.

Menurut kabar yang kami dengar, berbagai perayaan akan dipertahankan namun keramaiannya dikurangi sehingga tidak ada penggunaan petasan (dan sejauh ini sepertinya kembang api juga tidak digunakan). Saat ini baru ada satu festival yang diselenggarakan di masa berkabung ini yaitu Loy Krathong.

Posting ini sekedar cerita dan update ringan, karena blog ini dari dulunya memang bukan blog teknis, tapi cerita keluarga kami dari sejak saya belum menikah dengan Risna sampai sekarang memiliki dua anak.

Secara umum saat ini kami merasa hidup ini santai. Kantor saya sangat dekat dari rumah, jadi kadang Jonathan dan Joshua pergi ke kantor untuk menjemput saya di sore hari.

img_2711

Kadang jika tidak kecapekan dari sekolah, Jonathan akan minta keliling kompleks rumah. Jonathan sangat senang jika kebetulan temannya sedang sepedaan juga.

img_2745

Tidak semua tugas/PR dari sekolah sifatnya membosankan. Misalnya pernah ada Time Travelling Teddy Bear. Tiap siswa akan diberikan teddy bear bergantian dan teddy bear itu diajak “berpetualang” ke berbagai tempat. Setelah itu foto petualangan mereka ditempelkan di buku yang diisi bersama.

Continue reading “Cerita ringan dari Chiang Mai”