Catatan Hosting 2017

Setiap beberapa tahun saya pindah hosting atau upgrade ke server yang lebih baik. Saya menuliskan catatan teknis ini sebagai pengingat di masa depan mengenai berbagai solusi hosting yang pernah saya coba, dan perkembangannya dari masa ke masa. Bisa dilihat di arsip blog ini kategori hosting, dari mulai paket hosting 5000 rupiah sebulan waktu blog ini dimulai, sampai sekarang memakai server sekitar dengan biaya sekitar 30 Euro/bulan.

Terakhir kali pada tahun 2015 saya menyewa dedicated server di online.net, dan sejauh ini semua berjalan dengan baik. Di awal tahun ini saya masih memakai provider hosting yang sama (online.net), tapi saya mengupgrade ke server yang lebih baik: 1x Intel® Xeon® D-1531 dengan RAM 32 GB dan SSD 2 x 250 GB (30 euro per bulan). Untuk keperluan hosting web saja, sebenarnya ini agak berlebihan. Saya memakai server ini juga untuk keperluan lain: hosting git, server VPN, server untuk pentest, server untuk Jupyter Notebook, dll.

Salah satu software yang banyak bugnya adalah WordPress dan berbagai extension dan themenya. Karena web ini dan berbagai situs yang saya miliki hanyalah situs pribadi, saya tidak melakukan hardening karena sebagian besar membuat situs menjadi kurang nyaman dipakai. Contohnya: halaman login bisa disembunyikan, tapi akan memperumit setting beberapa software untuk blogging dari desktop.

Server ini cukup powerful, jadi saya bisa menjalankan beberapa Virtual Machine. Sebagai kompromi antara keamanan dan kenyamanan, saya membuat satu VM khusus untuk semua website saya. Tiap website diisolasi  dengan menggunakan Docker (satu domain menggunakan satu container). Dengan docker, jika satu website ternyata jebol, maka  tidak akan mempengaruhi website lain. Untuk menambah keamanan, saya juga memakai cloudflare (versi gratis).

Continue reading “Catatan Hosting 2017”

Memperbaiki Mainan

Jonathan dan Joshua saat ini memiliki banyak mainan. Seperti biasa, semua mainan yang dimainkan akan rusak. Sebisa mungkin jika mainannya masih bisa diperbaiki, maka saya akan mencoba memperbaikinya.

Selain mainan yang rusak karena dimainkan, kadang kami membeli mainan second hand dari toko second hand maupun yard sale yang sering diadakan oleh expat yang akan meninggalkan Chiang Mai. Selain lebih hemat, beberapa mainan yang kami beli second susah didapatkan di Chiang Mai (atau sangat mahal jika memesan via Amazon).

Masalah Batere

Kebanyakan mainan dan buku elektronik biasanya tidak rusak, tapi ada masalah dengan baterenya. Masalah pertama dan yang paling sering adalah: batere habis. Saya memiliki stock berbagai jenis batere standar selain AA dan AAA juga batere koin CR2032 dan LR44.

Masalah berikutnya: konektornya kotor atau berkarat. Masalah lain adalah kabel yang lepas. Untuk masalah kompartemen batere yang berkarat, saya menggunakan aluminium foil. Untuk kabel yang lepas tentunya disolder, dan kemudian dilapisi hot glue agar lebih sulit lepas lagi.

Continue reading “Memperbaiki Mainan”

Music Player dengan Orange Pi Zero

Tujuan proyek ini adalah membuat player musik untuk latihan piano Jonathan. Nomor lagu diinput dengan numeric keypad, audio diputar di speaker yang biasa dipakai di PC, output ditampilkan di LCD 20×4.

Buku pelajaran piano yang dipakai oleh Jonathan disertai CD Audio sebagai musik pengiring, dan CD ini tentunya sudah di-rip dan masuk ke iPad.

 

Sebenarnya memakai iPad ini cukup praktis, tapi seringkali yang terjadi:

  • Lupa di mana menaruh iPad-nya
  • Lupa mencharge iPadnya
  • Terdistract oleh game/app lain di iPad
  • Joshua tiba-tiba datang ingin lagu lain

Continue reading “Music Player dengan Orange Pi Zero”

Sega Pico

Di Chiang Mai ada beberapa toko yang menjual barang bekas dari Jepang. Barang-barangnya dijual 300 baht per kilogram. Kadang kami iseng ke sana, biasanya mencari mainan. Seminggu lalu ketika pergi ke sana ada satu benda yang menarik perhatian saya.

Isinya utamanya adalah keyboard ini, dan ada sesuatu yang seperti buku, dan seperti catridge. Segera saya Googling mengenai Sega Pico (dari covernya ada tulisan “Sega Toys” dan “Pico”). Ternyata ini adalah salah satu game untuk Sega Pico. Saya cek konektor keyboard ini adalah PS/2 biasa, jadi tanpa consolenya pun pasti bisa dipakai sebagai keyboard komputer. Kasus terbaik: keyboardnya punya mapping standar untuk alfabet inggrisnya, kasus terburuk tinggal bikin mapper dengan Teensy atau microcontroller lain.

Benda ini membuat saya penasaran: apakah ada console Sega Pico juga di toko ini. Setelah mencari-cari, ternyata ada, walau ternyata sangat berat,  sekitar 3kg. Untungnya pemilik tempat ini tidak strict dengan harganya, jadi banyak yang bisa ditawar. Continue reading “Sega Pico”

Logic Analyzer

Logic analyzer adalah instrumen untuk melihat dan mencatat state dari sebuah sistem atau sirkuit digital. Penjelasan yang lebih lengkapnya ada di Wikipedia, di posting ini saya hanya ingin membahas kegunaan praktis Logic Analyzer untuk pemula elektronik.

Secara mudahnya: dengan logic analyzer kita bisa melihat di waktu t apakah sebuah signal sedang dalam kondisi on/off (high/low atau 1/0). Dengan software tertentu (atau dengan software buatan sendiri) kita bisa mendecode signal 0/1 menjadi bentuk yang bisa kita mengerti.

Debugging

Bentuk debugging paling sederhana yang bisa dilakukan dengan logic analyzer adalah ini: jika kita mengeset nilai output sebuah pin, benarkah nilainya berubah? mungkin saja kita lupa mengeset mode pin menjadi output, mungkin salah nomor pin karena lupa mengupdate kode (atau mungkin salah modifikasi library milik orang lain).

Sebaliknya kita juga bisa mendebug input: kenapa hasil pembacaan sensor digital tidak terbaca? apakah sensornya memang tidak mengirimkan apa-apa, atau kode yang telah dibuat untuk membaca ternyata masih salah? (salah pin, salah mode, dsb).

Jika kita memakai protokol seperti SPI, I2C, UART, dan memilih decode yang tepat, kita juga bisa melihat apakah data yang kita kirimkan atau yang kita terima sudah benar (misalnya dalam kasus I2C: alamat device mungkin salah).

Selain untuk mendebug data input dan output, kita juga bisa mendebug timing. Dengan software tertentu, kita bisa bisa melihat jarak waktu secara visual.

Selain untuk mendebug sebuah masalah, secara umum logic analyzer ini bisa dipakai untuk belajar. Dengan melihat langsung secara visual signal SPI atau I2C, kita akan lebih mudah mengerti protokol-protokol tersebut. Continue reading “Logic Analyzer”

Kesibukan dan Oprekan Januari 2017

Bulan ini kesibukan saya lebih banyak jalan-jalan bersama keluarga dibanding ngoprek. Selain kunjungan ke PooPoopaper park yang sudah diposting sebelumnya, beberapa weekend ini dipenuhi kegiatan keluarga keluar. Selain berbagai acara yang disebutkan di sini ada juga pernikahan teman kantor (7 Januari), dan house warming party (30 Januari) yang tidak ditampilkan untuk privasi yang punya acara.

Hari Anak Nasional

Di Thailand hari anak nasional jatuh di Sabtu kedua bulan Januari (15 Januari tahun ini). Hari anak dirayakan dengan besar. Berbagai mall mengadakan acara, berbagai institusi (militer, rumah sakit, bank, dsb) juga membuat acara untuk anak-anak. Berbagai tiket tempat wisata digratiskan untuk anak-anak (orang tua tetap membayar tiket).

Tahun ini kami memilih pergi ke Air Force, karena kebetulan ada teman Jonathan (tetangga kami) yang mau pergi ke sana juga. Acaranya meriah, banyak penjual makanan dan mainan. Kami bisa berfoto dengan pesawat tempur, dan sebenarnya ada pertunjukannya juga tapi kami terlambat dan tidak menunggu yang berikutnya.

Obervatorium Doi Inthanon

Tanggal 21-22 Januari kami pergi ke Doi Inthanon karena ada open house Thai National Observatory. Teman kami yang bekerja di sana memberi tahu tentang open house ini dan kami pergi bareng-bareng teman-teman Indonesia. Sebelum ke sini kami mampir Small Farm.

Continue reading “Kesibukan dan Oprekan Januari 2017”

10th Wedding Anniversary

Sudah sepuluh tahun kami menikah. Artinya lebih dari saya sudah menjalani lebih dari seperempat hidup saya bersama Risna. Dihitung dari sejak pacaran, sudah lebih dari sepertiga hidup saya mengenal Risna.

Melihat perjuangan berbagai pasangan lain, kami bisa bilang bahwa kami bahagia dan kami bersyukur berbagai tantangan yang kami hadapi tidak terlalu berat dan tidak terlalu ringan. Kami melihat ada pasangan yang mendapat restu dengan mudah, dan ada yang harus menunggu 10 tahun (kami harus menunggu, tapi hanya 3 tahun), ada yang bisa dengan mudah mendapatkan anak, sementara yang lain harus menunggu belasan tahun (kami hanya menunggu 3 tahun).

Waktu melihat berbagai peristiwa yang muncul di berita atau wall facebook, rasanya dunia ini semakin suram dengan banyaknya kebencian yang terlihat. Kami senang bisa saling membantu dalam berbagai hal dan bercerita mengenai segala macam hal, dan kami memiliki pandangan yang sama berbagai hal sehingga kami tidak ikut menambah panas suasana media sosial.

Banyak hal terjadi sejak tahun lalu. Jonathan sekarang sudah masuk grade 1, Joshua sekarang sudah bisa berjalan. Kami mengunjungi kampung halaman saya di Sukoharjo. Jonathan sekarang ikut Tae Kwon Do dan sudah sabuk kuning (sebagian kisah sudah dituliskan di blog ini).

Kami merasa cukup dengan dua anak yang kami miliki dan kami berharap bisa sukses dalam mendidik dan membesarkan anak-anak kami, mempersiapkan mereka untuk masa depan.