Menurunkan Standar

Sepertinya banyak orang sudah lupa apa artinya ujian, dan apa artinya nilai, dan mungkin juga banyak yang sudah melupakan apa gunanya kita bersekolah. Renungan ini bermula dari nilai batas UAN 4.0 yang dipermasalahkan sampai ketika saya diminta membuat soal untuk ujian pemrograman berorientasi objek.

Banyak orang yang tidak setuju dengan adanya UAN, antara lain alasannya adalah: tidak adil bagi orang di pulau Jawa dan di luar Jawa, tidak baik jika kita hanya berorientasi pada nilai saja, dll.

Padahal soal UAN disesuaikan dengan wilayah (dengan rata-rata nilai wilayah tersebut), jadi tidak ada ketidak adilan. Walaupun saya mempertanyaakan apakah ini merupakan hal yang mendidik? karena mereka akan hidup di dunia global dengan standar yang tinggi, kalo mereka hanya selalu bersaing dengan level “kampung sendiri” kapan mereka bisa maju?

Lalu bagaimana dengan mereka yang memiliki kemampuan lebih, seperti para pemenang First Step To Nobel Prize yang berasal dari Indonesia Timur? orang-orang seperti itu akan kurang merasa tertantang jika standar yang ada terlalu rendah.

Lalu sebagian berpendapat bahwa UAN akan membuat orang belajar dengan orientasi nilai bukan pada belajar itu sendiri. Tapi saya berpendapat bahwa suatu standar harus ada untuk menentukan apakah seseorang sudah belajar dengan benar. Apakah berlebihan jika setelah belajar, seseorang ditanya mengenai pelajarannya dan diharapkan bisa menjawab 40,01% saja dari yang pernah dipelajarinya?

Ketika saya membuat ujian OOP, saya dititipi pesan supaya “soalnya dipermudah” supaya tidak banyak yang mengulang, dan saya berusaha membuat soal mudah. Saya berpikir bahwa soalnya sudah cukup mudah, dalam arti: orang yang pernah belajar akan dapat menjawab 2 dari 3 soal, dan orang yang belajar sungguh-sungguh bisa menjawab 3 soal yang diberikan, namun saya masih cukup kecewa. Banyak peserta yang menjawab ngawur, dan bahkan ada yang tidak tahu bahwa dalam java (sebenarnya: java dan hampir semua bahasa pemrograman oop lain di bumi ini), cara memanggil method adalah:


namaobjek.namaMethod("parameter");

dan bukannya:


namaMethod("parameter").namaobjek

Buat yang nggak tahu pemrograman, itu sama saja artinya dengan orang yang belajar matematika yang menaruh tanda integral setelah ekspresi dan bukannya sebelumnya.

Dengan kemampuan seperti itu, saya tidak tahu lagi harus serendah apa standarnya diturunkan 🙁

Satu tanggapan pada “Menurunkan Standar”

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.