Stories of Life

Ini ada beberapa kisah menarik yang kutemui yang belum sempat ditulis

Cerita #1 (Souvenir pernikahan): Adikku punya temen yang menikah, dan seperti biasa, memberikan cindera mata kepada para tamu. Tapi temen adikku ini nggak ngasih souvenir kecil, tapi sebuah CD lagu-lagu cinta, yang bajakan. Semoga Tuhan masih merestui pernikahan mereka, meskipun CD yang diberikan adalah CD bajakan.

Cerita #2 (Admin yang rajin): Admin di tempat pelaksanaan OSN (Olimpiade Sains Nasional) sangat rajin, dia menginstall semua komputer (100 komputer) satu persatu, menggabung semua komputer ke domain (satu persatu), menginstall freepascal (satu persatu), pergi ke server, lalu membuat 100 account, satu persatu, dst.

Aku hampir gila melihat orang itu bekerja, tapi karena dia nggak meminta bantuan, dan sepertinya sangat bangga dengan pekerjaannya, ya aku biarkan aja. Sebagai informasi, menginstall dan mengkonfigurasi komputer sebanyak itu cuma butuh beberapa jam kalau mau belajar menggunakan tools yang tepat (seperti yang kulakukan di pekan baru).

Sayangnya admin itu nggak cukup rajin bangun pagi, jadi waktu di hari lomba, dia belum sampai ke lab tempat lomba, padahal dia yang bawa kunci, jadi pintunya terpaksa kami jebol.

Cerita #3 (Menolak dengan doa): Ini cerita waktu persekutuan di gereja, seorang gadis bercerita bahwa ada cowok yang mengejar-ngejar dia dan katanya cowok itu dah berdoa dan jawabannya gadis itu is the one. Si cewek yang sudah berdoa juga menjawab bahwa di jawaban doanya, cowok itu is not the one (it works, cowok itu gak ngejar dia lagi).

Cerita #4 (Bank yang aneh): www.bnicardcenter.co.id adalah web site kartu kredit BNI. Beberapa waktu yang lalu aku ngasih tau adminnya bahwa situsnya bisa dengan mudah dihack dengan SQL injection tingkat lanjut. Seminggu kemudian (ya, seminggu, lama sekali ya?) akhirnya bugnya diperbaiki. Bug yang kutemukan memungkinkan orang melihat data kartu kredit orang lain, melihat password orang lain (ya, mereka tidak mengenkrip password di basisdatanya), memesan barang atas nama orang lain, dll.

Oh ya, situs mereka tidak menggunakan SSL. Dan sekarang mereka membuat lubang menganga di ATM BNI. Kalau ingin membayar kartu kredit, sekarang sistem mereka menjadi user friendly, dengan memberitahukan nama pemilik kartu kredit dan jumlah tagihannya. Kelihatannya bagus, karena bank lain hanya akan memperlihatkan nomor saja, sehingga ada kemungkinan Anda salah memasukkan nomor (kemungkinan kecil, karena adanya check digit pada kartu kredit, kemungkinan Anda salah memasukkan digit sehingga menjadi nomor yang valid cukup kecil).

Masalahnya adalah: bank lain tidak memperlihatkan nama pemilik kartu kredit untuk alasan keamanan, karena banyak situs yang masih belum meminta nomor CVV kartu kredit, sehingga cukup dengan nama dan nomor kartu kredit, Anda bisa berbelanja di Internet. Aku belum ngecek sih, tapi kalo nomor kartu kredit dihasilkan secara urut (sesuai cek digit), kemungkinan tanggal kadaluarsa kartu berikut setelah kartuku juga sama.

Cerita #5 (Program yang bercerita): di hari latihan OSN, aku ngelihat ada orang yang membuat nama identifier (nama program, variabel, tipe, prosedur, dan fungsi) dengan sangat aneh. Namanya seperti: lahir, mati, berdosa, dan lain-lain.

Ternyata dia juga membuat program dengan nama variabel yang aneh-aneh, bahkan dia membuat program yang namanya “perjalanan hidup”, dan baris-barisnya dibuat seperti cerita, misalnya ada baris:

katakan := haleluya;

Dia hampir mendapatkan medali emas (dalam OSN, ada 5 yang dapet emas, 10 perak, dan 15 perunggu), tapi akhirnya hanya mendapat perak.

Cerita #6 (Sains tidak penting untuk negara ini): OSN tahun ini diadakan di Jakarta dengan harapan akan lebih banyak mendapat publikasi, sehingga masyarakat lebih mengetahui ada ajang OSN, bahwa masih ada ajang untuk bersaing dalam sains di Indonesia, karena sepertinya kebanyakan orang hanya tahu adanya ajang kompetisi menyanyi, model, dan melawak. Tapi sepertinya harapannya tidak terwujud, sepertinya sains dianggap kurang penting, Gubernur Sutiyoso yang semestinya menghadiri acara ramah tamah tidak jadi datang, hanya wakil gubernur yang datang. Mungkin beliau punya acara lain yang lebih penting, tapi sepanjang acara, bahkan tidak disebutkan permintaan maaf gubernur yang tidak bisa datang.

Pada penutupan, seharusnya presiden yang menutup, sehingga acaranya akan banyak diliput. Tapi ternyata beliau berulang tahun, dan menghadiri suatu acara yang ada hubungannya dengan olah raga. Setahuku nggak ada berita hari itu yang menyatakan OSN ditutup. Sepertinya sains juga kurang penting bagi pak presiden. Sayang sekali, acara yang diadakan di Jakarta tetap tidak bisa dihadiri oleh presiden. Yah mungkin Indonesian Idol lebih penting untuk negara ini, meskipun sains bisa membantu bangsa ini untuk berdiri lagi.

Cerita #7 (Promosi yang mudah dibohongi): Beberapa waktu yang lalu, BNI mengadakan promosi, setiap pembelanjaan dengan kartu kredit minmal sebesar 500 ribu, struknya bisa dijadikan kupon diskon McD, yang memungkinkan beli Big mac seharga 3000 rupiah (Big Mac aja, fries dan minuman not included). Kebetulan sekarang masih memegang device EDC dari proyek yang bisa digunakan untuk mencetak struk kartu kredit, persis seperti di toko. Kemarin sempat berniat mengakali dengan cara ini, tapi kasihan mereka (sebenernya sih nggak worth it, tapi pengen juga nyoba untuk membuktikan teorinya). Kira2 berapa ya orang yang punya pikiran sepertiku, dan benar2 melakukan apa yang dipikirkannya itu?

5 thoughts on “Stories of Life”

  1. hahahahahaaaaa, yg punya alat kayak kamu kan dikit, jadi ya susah. Tp di produksi massa aja, dijual 500 atau seribuan, lumayan lah hihihihii

  2. hehehehe
    ceritanya kocak joe 😛
    tapi emang ga ada gaungnya tu OSN
    gue aja ga pernah denger2
    di detik gak ada, di koran gak ada, di tipi gak ada (ato gue aja yang lagi ga nonton/baca, malah nonton pelm korea trus? :D)

  3. :evil::twisted:kenapa pengajuan kk bni ko berbelit2 seperti minum obat pelangsing ?

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.