Jodoh

Beberapa hari ini setelah sekian lama ga memperhatikan isi infotainment, gue kembali menikmati gosip-gosip ga penting mengenai orang yang disebut selebriti ataupun public figure. Terlepas dari mereka orang yang terkenal ataupun merasa dikenal, ada beberapa hal yang membuat gue pengen mengomentari statement mereka tentang “jodoh”.

Bukan cerita baru kalau selebriti kurang beruntung dalam kehidupan cintanya. Sebenarnya sih, gak selebriti juga ada aja yang kawin cerai, tapi karena mereka yang sering diberitakan, kesannya selebriti doang yang gitu, padahal sih banyak juga “orang biasa” yang kurang beruntung dengan cinta.

Anyway, bukan itu yang ingin gue tuliskan tadi disini, tapi mengenai pernyataan seorang mantan peragawan yang sedang dalam kasus perceraian setelah menikah 7 tahun dengan istrinya dan digosipkan bahwa perceraian itu ada hubungannya dengan wanita lain yang menjadi orang ketiga dalam hubungan rumahtangganya. Pernyataanya begini : “Saya kenal dengan wanita yang kalian gosipkan itu setelah saya menjatuhkan talak kepada istri saya. Jadi ga ada hubungannya dengan orang ketiga, kami hanya teman. Saya memang sudah tidak ada kecocokan lagi dengan istri saya. Kalau soal ternyata nanti saya jadi dengan si wanita yang kalian gosipkan itu, itu sih…tergantung yang diatas, kalau jodohnya ya ga kemana.”

Pernyataan itu membuat gue berpikir ulang, sebenarnya jodoh itu apa sih? orang yang belum menikah mungkin berpikir jodoh itu adalah…orang yang kalau nanti direstui Tuhan dan semua pihak, akan menjadi pasangan hidup dan bisa menikah (dengan harapan happily ever after). Nah kalau orang yang sudah menikah dan dalam proses perceraian bicara jodoh seperti itu, gue jadi bertanya-tanya, apakah istrinya yang dinikahinya selama 7 tahun bukan jodohnya? lalu kenapa dulu dia menikahinya? lantas kalau ada wanita lain yang dinikahinya setelah dia bercerai, dimana kepastian bahwa wanita itulah yang menjadi jodohnya? Toh kalau menikah dan tidak cocok lagi nantinya mungkin cerai lagi. Apa iya ada orang yang jodohnya lebih dari 1? (mentang-mentang jumlah wanita lebih banyak dari pria yah :P)

Kasus lain, seorang wanita yang sudah bertahun-tahun menjadi single parent, saat ini digosipkan dekat dengan seorang pria. Lalu katanya sih saat ini mereka hanya family friend, alias temen yang udah sangat dekat dan dianggap keluarga. Katanya sih sebenarnya dia masih ingin untuk menikah lagi, tapi kalau dengan pria yang sudah dianggap family friend itu masih belum ada komitmen, masih berteman “sehat”, katanya lagi : ya..kalau ada jodoh kan ditentuin sama yang diatas. Pertanyaan saya dikepala begni : loh, terus bapak dari anaknya yang 2 orang itu bukan jodohnya? terus kalau dia ntar nikah lagi apa artinya jodohnya lebih dari 1, aih..kalau begini alamat seorang wanita lagi kehilangan jodohnya deh.

5 thoughts on “Jodoh”

  1. kalo kata gue sih yang namanya jodoh baru bisa diketahui setelah akhir hayat.
    orang yang mendampingi kita sampai mati itulah jodoh kita.
    jadi, kalo ‘cuma sekedar’ suami atau istri, itu belum masuk dalam kategori jodoh .
    hehehe…ribet yah?

  2. Hmm… jodoh ya ??
    Pasangan hidup kita itulah jodoh kita !!!
    Jodoh itu cuma 1 yang dipilihkan oleh Allah SWT..
    Untuk di akhirat nanti… ( apa sih ?? )

  3. jodoh? yang sebenarnya jodoh itu akan ada di akhirat nanti. karena di alam akhirat itu adalah alam yang kekal dan selamanya. ga seperti di dunia ini yang cuma sementara. Kelak Allah swt bakal mempersiapkan jodoh kita di akhirat sesuai dengan amal dan perbuatan kita di dunia ini.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.