Kerja di Chiang Mai

Dah ada beberapa orang yang nanya: enak nggak sih kerja di Chiang Mai? Ada juga yang menyangka kalo aku studi S3 di sini, sedangkan yang lain pengen tau kerjaan di Chiang Mai ngapain sih? Setelah 4 bulan di Chiang Mai, saatnya cerita sedikit pengalaman di sini.

Di sini aku kerja sebagai programmer (tepatnya senior programmer) di perusahaan startup yang baru berdiri bulan April 2007. Karena belum tahu apakah bos mengijinkan membeberkan apa yang dikerjakan oleh perusahaan ini, saat ini aku nggak akan cerita mengenai produk perusahaan ini. Mungkin ada yang mikir: ngapain jauh-jauh ke Thailand cuma kerja di startup company, tapi yang jelas si Bos alias Prof sudah berpengalaman punya perusahaan di sebuah negara di Eropa, dan sudah cukup sukses, sampai perusahaanya dia jual. Dalam bidangnya si Bos juga adalah termasuk pionir (sudah masuk buku).


Kota ini cukup kecil, tapi infrastrukturnya baik (termasuk juga internet kecepatan tinggi bisa mudah didapat). Karena dikasih fasilitas yang cukup, masalah sehari-hari cukup nyaman. Di sini transportasi umum susah, tapi untung ada fasilitas mobil pinjaman dari kantor. Pajak untuk orang Indonesia (atau mungkin Asia) ternyata rendah (kurang dari 10 %), beda sekali dengan pajak untuk orang asing (di Indonesia: bule, di sini: Farang) yang katanya sangat besar (>20%). Di sini agak jarang menemui orang Indonesia, sedangkan di Bangkok ada banyak orang Indonesia.

Perusahaan ini masih startup company, dan jika dalam 2 tahun tidak berhasil ya tidak akan diteruskan, dan kalau berhasil ya akan terus di sini. Dari sisi pekerjaan, hal yang dikerjakan sangat menarik. Dua tahun yang lalu, saya pernah posting mengenai Kuliah Informatika, di situ saya menulis betapa kuliah informatika itu penting, nah di sini apa yang saya tulis benar-benar jadi kenyataan.

Ada banyak topik yang perlu dieksplorasi dan dicoding, mulai dari memory management, metode heuristik dengan simulated annealing, struktur data kompleks, kompresi, parser, dan bahkan sebentar lagi kemungkinan akan mengimplementasikan in-core SQL engine (dulu pernah saya tulis: “..membuat DBMS berbasis SQL. Memang, seumur hidup programmer, belum tentu mereka akan membuat program semacam ini”). Andaikan perusahaan ini tidak berhasil, saya merasa sudah belajar banyak sekali hal, yang belum tentu bisa saya dapatkan dari tempat lain.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.