Toilet dan Telepon Genggam

Sebenarnya sudah lama pengen komentar tentang hal ini, tapi baru sekarang sempat menulisnya. Saat ini, hampir semua orang memiliki telepon genggam. Di Chiang Mai sini juga hampir setiap pegawai kantor punya telepon genggam. Setiap kali ke toilet, saya perhatikan hampir selalu ada orang yang “nongkrong” di toilet sambil ngobrol di telepon genggamnya. Kadang-kadang malah ada yang baru saja datang, langsung masuk ke bilik toilet dan langsung ngomong : “halo” (rasanya waktu di Bandung hal ini belum pernah saya jumpai).

Situasi orang bertelepon di toilet ini beda-beda. Ada yang sambil ngobrol masuk bilik toilet. Ada yang menerima telepon ketika sudah di dalam “bilik” toilet dan ada juga yang sengaja masuk toilet untuk teleponan. Well apapun situasinya jadi terpikir begini : kalau dulu di hotel biasanya kita bisa menerima telepon di kamar mandi, kira-kira kalau di bilik toilet dibuat semacam telepon umum dengan koin ataupun kartu, yang bisa digunakan sambil duduk nongkrong, kira-kira bakal laku gak ya?

Saya bukan orang yang suka membawa-bawa telepon genggam ke toilet. Sudah banyak orang yang tidak sengaja mencemplungkan HP nya ke toilet dan saya tidak mau menambah daftar tersebut. Selain itu saya juga bukan orang yang sangat sibuk sampai-sampai sambil nongkrong di toilet saja harus menyempatkan menjawab telepon. Tapi kadang-kadang terpikir juga, duh apa serunya ya nongkrong di toilet untuk ngobrol dengan bumbu aroma yang kurang sedap dan berbagai bunyi yang ga usah saya deskripsikan di sini :P. Terus, kalau orang yang di ujung telepon satunya mendengar bunyi dan bertanya : “kamu lagi di mana sih kok bunyinya aneh-aneh?” , kira – kira bakal di jawab jujur gak yah?

Anyway, untung saja teknologi telepon genggam hanya mengantarkan suara. Apa jadinya kalau mengantarkan bau juga :P. Apakah Anda termasuk golongan orang yang suka bertelepon di toilet?

Satu tanggapan pada “Toilet dan Telepon Genggam”

  1. hahaha
    1. Aku juga sejak belakangan ini tidak bawa2 henpun ke toilet, kalo ke toilet henpun dikonci di laci meja (karena takut ilang). Ini sejak kejadian si dopod yg baru dibeli jatoh di toilet, sampe batrenya aja coplok.
    2. kalo di Jepun, lu gak bakalan nemu krang kring bunyi henpun, walopun semua orang punya henpun. Henpun harus disilence di dalam metro (haiyah gw sampe lupa apa namanya tuh kereta dalam kota yg di bawah tanah??), dan bahkan di kantor pun sangat silence. Jadinya gw punya kebiasaan baru di jepun, men-silence-kan henpun dan baru menghidupkannya lagi di rumah hihihi.. kaco juga yah
    3. kalo di Indonesia, lebih parah lagi, even in the meeting (gak tau kalo di tempat lain yah) ada orang yg bahkan mensilence henpun pun tidak mau, jadi antara henpun diangkat (pas lagi meeting) sambil tetelepunan dgn tidak berdosa atau bulak balik matiin henpunnya saat bunyi karena gak enak ngangkat apalagi saat bos sedang bicara 😀
    kaco yaaaa

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.