No longer friend?

Gue pernah punya seorang teman yang cukup unik. Unik, karena kalau melihat dari sifatnya gue ga nyangka juga gue bisa pernah berteman cukup baik dengan dia. Bukan salah disifatnya, tapi salah disifat gue kali yah. Orang yang ceplas ceplos dan mudah marah, kurang sensitif dengan sekitar dan sering kali tanpa basa basi menyatakan apa yang ada dipikiran gue pada saat itu juga. Sampai suatu ketika, teman gue itu ternyata pernah marah pada gue, dia mendiamkan gue beberapa lama dan gue tidak pernah menyadari dia marah ke gue, sampe dia menelpon gue minta maaf yang menurut gue ga ada masalahnya juga kenapa harus minta maaf?. Anyway, sejak kejadian itu gue berusaha lebih sensitif ke teman gue yg satu ini.

Lalu, salah satu keunikan teman gue ini adalah, ketika gue menceritakan ada sedikit masalah gue dengan teman gue yang lain, tanpa gue minta dia bersusah payah berusaha mendamaikan gue dengan teman gue ini (walaupun menurut gue ga ada masalah besar juga sih sampe perlu menyusahkan dia). Usaha dia berhasil, tapi tetap saja gue dan teman yang satu itu tidak terlalu berteman lagi bukan karena ada masalah, tapi karena memang tidak ada komunikasi saja. Dan gue berterimakasih untuk hal itu. Setidaknya, satu masalah dalam berteman terselesaikan.

Sekarang ini entah kenapa si teman gue yang unik ini berubah. Mungkin lagi-lagi gue kurang sensitif, gue ga tau dia marah lagi. Gue pikir ah mungkin Yahoo Messengger sedang tidak reliable, atau ah dia lagi sibuk ga baca email makanya ga balas email gue (gue dan temen gue ini sejak taun 2000 tidak pernah tinggal sekota). Lalu setelah sekian kali mengirimkan email dan pesan di YM, gue tiba-tiba tersadar. Jangan-jangan gue ga sensitif lagi, jangan-jangan dia marah lagi ke gue. Gue tetep beberapa kali coba email dan YM, tapi tetap gak ada kabar dari dia. Semoga tulisan ini dibaca olehnya, ini salah satu media yang terpikir oleh gue untuk meminta maaf. Buat teman gue yang telah gue sakiti, maafkan gue yah. Tolong kasih tau gue salahnya apa biar gue bisa belajar untuk tidak mengulang lagi. Tapi kalau menurut lu gue ga termaafkan, ya sudahlah tak mengapa.

Dalam hidup ini, teman datang dan pergi. Kita berteman selama masih ada komunikasi. Ada beberapa teman yang jarang berkomunikasi dengan gue tapi masih tetap menjadi teman di hati gue. Tapi ada juga beberapa teman yang ketika bertemu, gue ga tau lagi mau ngobrolin apaan. Ada juga beberapa teman yang setelah sekian lama berteman akhirnya menyadari bahwa ada ketidaksamaan cara pandang dalam memandang hal-hal tertentu yang akhirnya enggan untuk berkomunikasi lagi. Well, kita tidak perlu berteman dengan semua orang, tapi setidaknya semoga tidak menjadi musuh. Atau, mungkin ini seperti di game The Sims : you are no longer friend with …

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.