Wanita dan Toko Online

Wanita dikenal kalau belanja ga pernah sebentar. Dari dulu kebanyakan pria akan mengeluh kalau harus disuruh mengantar belanja. Lamanya waktu belanja bukan karena belanjaanya banyak, tapi juga memilihnya bisa lamaaa banget. Belum lagi biasanya kalau rencana beli 1 barang, bisa berubah jadi 10 barang yang mana 1 yang direncanakan itu dilupakan. Bahkan untuk memilih benda yang tidak akan dilihat orang saja seperti halnya kain pel bisa lamaaa.

Oh ya faktor lain yang bikin lama juga kadang-kadang wanita itu punya kadar ‘pelit’ yang berbeda-beda. Misalnya mau beli obat pel lantai, udah pernah beli yang A, tapi pengen coba B, tapi ga rela kalau bayar lebih mahal 500 rupiah. Atau kalau biasa pake shampo merek C, rela ngejalanin naik turun tangga buat mencari toko termurah yg mungkin selisihnya 100 rupiah. Setidaknya kalau masih dalam 1 mall sih ga masalah, tapii kalau sampe ngongkos buat nyari ke mall lain yg harus bayar ongkos 1000 rupiah, rasanya kurang bijak juga.

Aduh jadi ngalor ngidul padahal bukan mo membahas itu. Anyway, jaman sekarang kita udah tidak terlalu takut atau paranoid lagi untuk belanja di internet. Dengan modal kartu kredit kita bisa memesan barang dari dalam dan luar negeri. Dan bisa dibayangkan apa yang terjadi dengan wanita-wanita dan toko online itu. Kami bisa menjelajahi banyak toko dengan duduk di depan komputer, membanding-bandingkan harga antara satu toko dengan yang lain. Sibuk menghitung konversi kurs dari berbagai mata uang ke rupiah dan juga tidak lupa menghitung ongkos kirimnya.

Berikutnya adalah menghitung apakah dana di kartu kredit sudah tersedia. Biasanya butuh waktu sampai sebulan untuk menimbang-nimbang beli atau tidak, apalagi kalau barangnya termasuk harga mahal. Eh tapi ini tergantung orangnya juga sih, kalau memang orangnya “boros” ataupun “punya duit banyak” mungkin mereka ga akan lama-lama mikir, bahkan dalam waktu singkat bisa menghabiskan duit lumayan. Bahaya kalau mereka memegang kartu kredit yang unlimited.

Well, setidaknya para lelaki bisa sedikit bahagia dengan adanya toko online ini. Mereka tidak lagi harus mengantarkan wanitanya dan menungguin dengan cukup lama. Tapiii ada banyak juga wanita yang masih ga puas dengan toko online. Mereka akan membandingkan semua harga toko online dan offline dan masih berkeliling toko untuk mencari apa yang diinginkan. Ada lagi wanita yang ga puas kalau liat fotonya doang untuk pilih-pilih, jadi toko online bukan favorit mereka.

Ah ya, saya bukan wanita yang doyan belanja. Tapi saya mengakui terkadang saya juga hobi browsing untuk cari harga barang yang saya ingin beli. Tapi kadang-kadang hanya sekedar untuk referensi saja atau cuci mata :).

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.