Tidak semua sarjana itu sama

Saya kadang gemes kalo melihat pembelaan seseorang yang bunyinya kira-kira begini “dokter saya bilang begitu kok”, “temen saya yang udah Phd aja percaya kok”, dsb. Intinya adalah terlalu percaya pada seseorang yang berpendidikan, tapi tidak mau mengecek sendiri. Istilahnya dalam logika adalah argument from authority. Sebenarnya ini tidak selalu salah, tapi yang perlu diingat adalah para “ahli”, “sarjana”, “dokter”, “teknisi”, juga bisa salah.

Di sini saya cuma ingin mencontohkan saja, beberapa orang yang *semestinya* sih ahli, tapi mungkin tidak akan saya percaya 100% tanpa meminta pendapat orang lain, atau mengecek sendiri fakta-fakta yang ada.

Saya punya banyak teman yang sudah jadi dokter, saya kenal mereka waktu masih sekolah dulu, sebagian memang sangat hebat, tapi ada juga yang sebenarnya nilainya pas-pasan, masuk ke universitas swasta. Saya tidak tahu apakah di sana dia belajar dengan benar, ataukah banyak mencontek seperti waktu masih sekolah menengah dulu. Nah apakah saya akan percaya kalo teman saya ini menyarankan “nggak usah vaksinasi”? Tentunya nggak. Ini karena saya tahu seperti apa dulu teman saya itu, nah bagaimana kita bisa tahu kalau dokter-dokter yang Anda percaya itu benar-benar hebat dan bukan sekedar mata duitan (dan dulu lulus dengan nilai pas-pasan)?

Bahkan jika orang tersebut sangat hebat, tidak berarti semua pendapatnya benar. Misalnya Linus Pauling adalah orang yang sangat hebat, pemenang hadiah nobel dua kali. Hanya sedikit orang yang pernah mendapatkan hadiah nobel, apalagi dua kali. Tapi Linus Pauling punya pendapat yang salah: bahwa vitamin C dosis tinggi bisa mujarab untuk banyak penyakit. Setelah diteliti berkali-kali, bisa disimpulkan bahwa dalam kasus ini Linus Pauling salah. Di sini hebatnya metode ilmiah, bukan pendapat seseorang yang dianggap benar, tapi hasil percobaan yang tercatat dan diulangi berkali-kali yang menjadi dasar untuk menyatakan bahwa Linus Pauling salah.

Banyak ahli matematika dan ahli di bidang lain yang di kemudian hari (puluhan atau ratusan tahun kemudian) terbukti salah, atau ilmunya masih belum lengkap. Itu juga sebabnya kita tidak bisa percaya dengan kesimpulan ahli yang sudah terlalu lama (mungkin waktu itu benar, tapi sekarang tidak lagi).

Bahkan saya sekarang ini sering mendapati di bidang saya, “ahli komputer” yang tidak bisa memprogram, tidak tahu mengenai berbagai hal dasar (memakai USB, smartphone, dsb), dan suka memberikan pendapat-pendapat dan prediksi aneh yang tidak masuk akal (karena mereka tidak mengerti bidangnya).

Jadi belajarlah kritis, sekarang jawaban bisa dicek di berbagai situs. Ada wikipedia, ada wolfram alpha, dan berbagai situs lain. Dulu mungkin orang beralasan untuk tidak belajar karena perpustakaan jauh, tidak punya buku, dsb, tapi sekarang semua sudah tersedia di depan mata. Jika Anda membaca tulisan ini, kemungkinan Anda memakai komputer atau smartphone, dan Anda bisa mencari informasi apapun dengan smartphone atau komputer yang Anda pakai untuk membaca ini. Hampir semuanya gratis. Ayo kita manfaatkan.

Catatan: saya memakai kata “sarjana” dalam judul, dalam artian “orang pandai (ahli ilmu pengetahuan)”

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.