Social Media

Semua orang sepertinya saat ini punya facebook, twitter, instagram dan atau account-account media sosial online lain (Path, Plurk, dsb). Sekarang ini saya liat banyak orang yang mulai terobsesi dengan media sosial ini. Ada yang merasa dirinya addicted lalu menonaktifkan accountnya (tapi kemudian mengaktifkannya lagi). Ada yang perlu selalu merasa menang online, sehingga bikin account palsu yang seolah-olah mendukung dirinya (account klonengan). Ada yang ingin dihormati di dunia fotografi, lalu mencuri foto orang lain dari situs lain (tapi ketahuan). Ada yang stress atau iri membaca posting-posting orang lain, tapi masih juga mengikuti terus orang tersebut.

Ada banyak kejahatan yang melibatkan media sosial juga, dari mulai spam, pembajakan account (dan diteruskan dengan penipuan), bahkan kasus penculikan. Ada banyak hal negatif di media sosial: pesan-pesan kebencian, berita-berita bohong, gosip-gosip tidak benar, dsb.

Seperti semua teknologi lain, media sosial bagi saya hanyalah sebuah teknologi, yang bisa digunakan untuk hal baik maupun tidak baik. Saya sendiri kurang aktif di berbagai media sosial. Kebanyakan posting saya di twitter adalah untuk sharing project/kegiatan yang saya lakukan. Kebanyakan posting facebook adalah aktivitas dengan keluarga (dan hanya saya share ke teman), dan juga proyek-proyek kecil yang saya lakukan.

Ada banyak hal berguna yang saya dapatkan dari facebook: ada grup yang berhubungan dengan computer security, jadi saya bisa mengikuti perkembangan dunia security di Indonesia, ada grup ibu-ibu yang diikuti oleh Risna, jadi dia bisa mendapatkan berita terbaru tentang berbagai event untuk Ibu dan Anak. Banyak informasi yang didapatkan Risna yang sulit dicari di luar facebook, misalnya seorang Ibu bisa memberikan info mengenai status tempat mainan anak di Night Safari yang belum diperbaiki.

Dari sisi komersial: Saya mengikuti group jual beli barang bekas di chiang mai, group ini jauh lebih cepat infonya dibandingkan mengecek situs iklan baris di berbagai web. Saya kadang mendapatkan diskon dan barang gratis dari facebook page yang saya ikuti (Terutama yang berhubungan dengan elektronik), misalnya saya sering membeli barang elektronik kecil dari toko www.taydaelectronics.com, dan toko tersebut sering memberikan diskon via facebook.

Karena hidup jauh dari keluarga besar, facebook juga menjadi sarana bagi kami untuk sharing tentang kehidupan kami di sini, dan bagi kami untuk melihat berbagai hal populer di Indonesia. Facebook juga memudahkan saya mengontak teman-teman, dan juga membuat phonebook selalu up-to-date.

Saya berusaha menggunakan fitur-fitur social media dengan baik agar bisa membaca dan berinteraksi lebih efektif. Saya mengelompokkan teman-teman dalam berbagai group (misalnya teman kuliah, teman SMU), jadi saya bisa membaca atau menshare seperlunya saja.

Jika ada teman dekat atau keluarga yang terlalu banyak posting, saya akan unfollow. Jika teman re-share dari facebook yang tidak saya suka, maka saya akan unfollow page itu. Jika ada orang yang baru saya kenal tapi mengesalkan, saya akan unfriend saja. Saya tidak ingin emosi membaca posting-posting yang tidak saya suka.

Sekarang saya juga sering memakai facebook dan google plus untuk login di berbagai situs. Jika sebuah web/app meminta ijin untuk posting, saya selalu memilih agar posting “only visible to me”. Memakai facebook atau google plus untuk login cukup aman, dan saya bisa dengan mudah menghapus link account dari console facebook/Google.

Kesimpulannya: media sosial itu bisa berguna, menyenangkan, asalkan kita tidak terobsesi dan mau belajar memakai fitur-fitur yang tersedia dengan bijaksana.

Satu tanggapan pada “Social Media”

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.