Media Center dengan PC Windows

Saya baru saja mensetup Windows 10 di Mini PC sebagai media center (HTPC/Home Theater PC),menggantikan Raspberry Pi. Mini PC yang saya pilih adalah PC MeLE PCG03, Intel Bay Trail Z3735F dengan RAM 2GB dan eMMC 32GB. Harganya 109 USD, agak lebih mahal dari Mini PC sejenis tapi sudah menyertakan license Windows 10 Home resmi dan memiliki port ethernet.

20161028_185445

Tadinya Raspberry Pi dengan software OSMC sudah cukup karena bisa mengakses konten di server (via protokol SMB), dan memainkan file video 1080p. TV saya cuma bisa 1080p, jadi belum peduli dengan konten 4K. Raspberry Pi ini juga bisa dipakai menonton TV dengan streaming dari satellite receiver.

Saya mulai berlangganan Netflix sejak Netflix resmi masuk Thailand, dan ini tidak bisa diakses dengan Raspberry Pi. Sampai saat iniRaspberry Pi belum bisa dipakai mengakses Netflix, walau ada berbagai cara akal-akalan yang membutuhkan PC tambahan sebagai sumber streaming dan ada cara lain yang cuma bisa mengakses Netflix dengan sangat lambat (beberapa frame per second).

Untuk mengakses Netflix, kami sempat juga memakai Mac Mini, tapi rasanya sayang sekali benda semahal itu hanya menjadi media center, apalagi RAMnya sudah saya upgrade menjadi 16GB. Ketika harddisk Mac Mini rusak, saya menggantinya dengan SSD, dan memakai Mac Mini untuk keperluan lain.

20161028_150119

Dulu saya jadi orang yang sempat suka memakai Windows, lalu menghindari Windows bahkan sempat hanya menginstall Linux saja di desktop selama beberapa tahun. Saya juga sempat ingin memakai OS X secara full, baik di laptop maupun desktop (Mac Mini), bahkan sebelum membeli Mac mini, saya beberapa kali menginstall hackintosh.

Berbagai OS lain pun pernah saya coba (minimal saya install dan pakai beberapa hari atau minggu), baik yang relatif popular seperti FreeBSD, NetBSD, Solaris, maupun yang jarang didengar saya juga mencoba berbagai OS alternatif seperti ReactOS, Syllable, BeOS, GNU Hurd, Haiku. Sekarang ini saya tidak punya perasaan terhadap OS tertentu, tiap OS saat ini hampir sama saja, apalagi software yang saya pakai yang itu-itu saja (editor Emacs dengan berbagai tool command line).

Tiap OS memiliki kelebihan dan kekurangan dan semua tergantung penggunaan. Beberapa contoh: OS X (macOs) itu bagus untuk sangat banyak hal, tapi jika Anda ngoprek FPGA dari dua perusahaan FPGA terbesar (Xilinx dan Altera), keduanya hanya punya tool untuk Windows dan Linux. Contoh lain: Linux memiliki software untuk banyak hal, tapi pengguna Photoshop harus memilih OS X atau Windows. Jika ingin menjalankan server tanpa batasan lisensi dengan software yang terbaru, maka biasanya Anda perlu memilih Linux (atau *BSD, walau biasanya softwarenya ketinggalan dibandingkan Linux).

Saat ini memakai Windows merupakan cara termudah dan termurah untuk mengakses berbagai konten. Ada banyak mini PC Windows dengan harga murah dan membutuhkan daya sangat kecil. Konten yang bisa diakses via web pasti bisa diakses di Windows karena pluginnya tersedia (contoh: Netflix tidak bisa diakses di Raspberry Pi karena tidak ada plugin DRM-nya). Berbagai aplikasi juga tersedia di Windows misalnya Apple Music bisa diakses via iTunes, bahkan aplikasi khusus untuk Netflix juga tersedia.

Saya sempat mempertimbangkan menggunakan Android TV Box karena harganya lebih murah dari device Windows (bahkan kurang dari 50 USD), tapi saat ini hanya sedikit sekali device Android yang mendukung Netflix HD (High Definition) kebanyakan hanya bisa mengakses konten Netflix dengan kualitas Standard Definition (SD). Saat ini semua Android TV Box dari China yang harganya murah tidak mendukung Netflix HD. Saya sudah mencari berbagai hack supaya bisa, dan secara singkat: tidak ada hack untuk device terbaru (karena ini menyangkut DRM dan hardware). Beberapa website yang masih memakai Flash juga tidak bisa diakses. Selain itu biasanya Android TV yang murah tidak diupdate OS-nya.

Linux x86/amd64 juga bisa mengakses banyak konten, masalahnya device yang murah dan memakai daya rendah yang disupport dengan baik oleh Linux masih sulit dicari. Bahkan Mele PCG03 yang saya beli bisa diinstall Linux tapi ada banyak sekali masalah yang harus diakali supaya semua bisa berjalan sempurna.

Produk Mac Mini bisa mengakses semua konten juga, tapi harganya terlalu mahal padahal Mac Mini adalah device OS X/macOS termurah. Apple TV lebih murah tapi harus diakali jika kita ingin aplikasi seperti Kodi dan akan expire tiap 2 minggu jika Anda tidak membayar 99 USD/tahun untuk developer account.

Saat ini saya hanya memakai Windows untuk media player di ruang tamu. Untuk TV di mobil, saya masih memakai Raspberry Pi demikian juga dengan media player di kamar. Server file tetap memakai Linux. Tidak perlu fanatik terhadap Operating System tertentu, yang penting adalah: pilihlah yang terbaik sesuai kebutuhan.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.