Akhir Sesi 2 ODOP99days

Tanpa terasa, saya sudah memaksakan diri untuk menulis posting blog minimal 1 tulisan seminggu sejak bulan Mei yang lalu. Di awal semangat masih tinggi dan banyak topik yang rasanya ingin dituliskan. Dalam seminggu bisa lebih dari 1 tulisan diposting, tapi semakin mendekati finish, mulai sering jadi nulis kejar setoran. Tulisan ini termasuk tulisan kejar setoran menjelang pergantian minggu.

Kilas balik dengan target ikutan grup ini supaya mulai lagi mengisi blog dan ya kalau bukan karena ikutan grup sudah bisa dipastikan saya sudah berhenti lagi posting blog. Target tercapai walau terkadang menulisnya buru-buru dan sejauh ini tetap tidak memakai gaya bahasa formal.

Pengalaman dari ikutan ODOP99Days ini lumayan banyak, saya jadi menemukan banyak yang rajin menulis (bukan cuma blog), tapi buat mereka menulis itu menjadi karya yang juga bisa menjadi sumber penghasilan. Apakah saya jadi pingin menulis buku? ya sebenernya keinginan menulis buku sudah ada dari dulu, tapi belum pernah benar-benar memaksakan diri untuk mulai menuliskannya (ga baik, jangan ditiru).

Dari sejak Mei, saya juga jadi memaksakan diri membaca minimal 1 buku dalam seminggu. Seharusnya bisa membaca buku lebih banyak lagi, tapi ya belum bisa konsisten untuk duduk membaca buku karena masih lebih tertarik membaca konten sosmed ataupun blogwalking.

Dari sharing teman-teman di grup, menulis itu butuh latihan seperti ketrampilan lainnya. Menulis itu juga sebaiknya menuliskan apa yang memang kita ketahui dan apa yang kita suka untuk tuliskan. Kalau melihat tulisan yang akhirnya saya posting, kebanyakan tulisan seputar homeschooling ataupun anak-anak.

Sebenarnya terkadang banyak sekali opini yang pingin dituliskan, tapi saya merasa kalau opini saya ga bermanfaat untuk orang lain sebaiknya saya simpan sendiri, apalagi kalau dituliskan tidak terstuktur lebih baik jadi draft saja hehehe. Untuk memfasilitasi menulis opini ini grup ODOP juga menyarankan kita setiap harinya menyediakan waktu untuk free writing. Mungkin target saya mengikuti sesi berikutnya nanti berupa harus mulai rutin menulis free writing dan juga membaca.

Buat yang belum tau, ODOP99days ini diperuntukkan untuk wanita usia 18 tahun ke atas, walaupun namanya 0ne day one post, kita dikasih minimal untuk menulis 1 kali dalam seminggu sebanyak 500 kata. Mungkin awalnya terasa sulit untuk menuliskan sebanyak 500 kata, tapi umumnya lama-lama tulisan yang disetorkan jumlahnya bisa sampai ribuan kata. Informasinya bisa diikuti di FB Group ODOP99days.

Dari beberapa tahun yang lalu, Joe memberi tahu saya soal NaNoWriMo (National Novel Writing Month), ini targetnya menuliskan novel selama sebulan di bulan November. Sejauh ini saya dan Joe masih gagal buat ikutan, ide ceritanya mentok mulu dan seringnya juga karena tidak menyediakan waktu secara konsisten untuk menulis.

Kadang-kadang menuliskan novel/cerita fiksi buat saya sulit dibagian percakapan para tokohnya. Kalau lagi membayangkan saja sih saya bisa, tapi giliran nulis saya bingung kebanyakan kata si A atau kata si B. Menuliskan opini begini saja paragraphnya terkadang masih terlalu panjang.

Mudah-mudahan saja kalau tetap berlatih di ODOP99days, tahun ini saya bisa mengikuti NaNoWriMo. Targetnya mungkin ga harus sampe dipublish ya, tapi ya minimal mengasah kemampuan menulis sebagai bentuk bercerita. Kalaupun bukan menulis novel, bisa juga bikin target untuk memulai menuliskan buku yang dari dulu ingin dituliskan. Mari kita lihat bagaimana konsistensi menulis di hari -hari mendatang. Semangat (menyemangati diri sendiri heheehehe).

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.