Sensory Play

Di group homeschooling term ini, saya kebagian ngajar kelas sensory play untuk anak umur 3 dan 4 tahun. Sebenarnya ada banyak sekali ide-ide yang bisa di lihat di internet, tapi umumnya ide yang ada itu banyak yang settingnya lebih cocok di rumah, karena habis main akan berantakan sekali. Akhirnya setiap minggunya cari ide yang ga terlalu berantakan dan kira-kira ga terlalu lama mempersiapkannya. 

Sesuai namanya, kelas sensory ini intinya bermain-main yang menstimulasi sensori/panca indra anak. Jadi bisa berupa mainan yang menstimulasi indra peraba (telapak tangan dan kaki), indra pengecap (lidah), indra penglihatan (mata) dan indra penciuman (hidung) dan indra pendengaran (kuping). Kalau mau tahu lebih banyak mengenai stimulasi sensory dan permainan untuk sensory ini bisa di google, hasilnya sebenarnya hal-hal yang sering kita mainkan sehari-hari.

Berikut ini beberapa kegiatan yang kami lakukan. Sejauh ini ada 10 kali pertemuan. Tiap pertemuan berlangsung selama 50 menit. Jumlah murid dalam kelas berkisar antara 5 sampai 8 anak. Untungnya saya dibantu oleh 2 orang tua lainnya, jadi kalau ada anak yang ga tertarik dengan kegiatan yang saya persiapkan, mereka tetap bisa diperhatikan dan gak mengganggu kelas.

Mainan dengan squishy bag. Persiapannya malam sebelumnya tepung dicampur air di kasih warna, terus dimasukkan ke dalam ziploc. Selain tepung berwarna ini di masukkan googly eyes atau beads warna warni. Anak-anak senang disuruh mencari-cari googly eyes atau beads dan juga cukup senang menggeser-geser isi dari ziplocnya yang tentunya sudah diamankan dengan lakban di pinggirannya supaya isinya ga keluar. Sayangnya kelas ini saya ga foto sama sekali. Idenya saya dapat dari wesbsite ini.

Salah satu kesempatan, saya minta anak-anak tracing telapak tangannya. Lalu kami bantu memberikan lem dan mereka bisa menempelkan pom pom untuk menghias tangan masing-masing. Saya instruksinya mereka tracing 1 tangan saja, tapi anak-anak itu ada yang minta untuk ditracing 2 tangan.

tracing tangan lalu dihias pom pom

Salah satu kegiatan yang juga anak-anak senang adalah mencicipi buah. Waktu itu saya bawa buah mangga, pepaya dan pisang yang sudah saya potong-potong dari rumah. Mereka yang biasanya berlari-larian ga selalu mau dengarin saya duduk manis nunggu giliran disuapin buah hahaha. Ada anak yang suka hanya buah tertentu, ada juga yang suka semua buah, tapi sebelum mereka makan, tentunya saya tanya dulu warnanya apa dan baunya bagaimana, baru ditanyakan rasanya apa.

Salah satu sesi kelas, saya ajak anak-anak bikin butterfly dari cetakan tangan. Anak-anak menghias kupu-kupu dengan washi tape. Bagian yang ini gabungan antara sensory peraba dan penglihatan karena washi tapenya ada bermacam patternnya selain mengkilat-kilat.

Mingggu berikutnya saya bawa balon, balonnya saya isi pompom lalu ditiup. Balon lainnya diisi dengan biji kacang hijau, ada juga balon yang saya isi garam. Lalu mereka membanding-bandingkan bunyinya. Di akhir kelas, mereka mainan balon yang saya tiup. Sayangnya karena minggu berikutnya ada salah satu orangtua yang alergi latex, jadilah dilarang bawa balon ke kegiatan homeschooling.

Pernah juga saya bawa bola-bola dari rumah, niatnya bola itu ditempelkan ke kertas contact. Kertas ini seperti stiker besar yang ukurannya sekitar 50 cm x 1 m. Tapi anak-anak ternyata ga suka dengan sensasi yang terlalu sticky. Saya pernah juga coba tempelkan beberapa pompom di atas kertas stiker, lalu anak-ana diminta jalan di atasnya, sebagian besar anak menolak dan menghindari berjalan diatas kertas stiker.

menempelkan bola di kertas stiker

Kelas yang bikin semua aktif berpartisipasi itu bermain playdough, pinginnya setiap minggu kasih main playdough biar ga capek ngajar hahaha. Tapi masalahnya selesai bermain playdough ini effort untuk bershinnya banyak. Apalagi kalau kita ga perhatikan, tau-tau playdoughnya udah nempel ke karpet di sana. Mainnya mereka seru, bersihinnya setelah main ga seru buat gurunya hahaha.

Ada lagi kegiatan yang anak-anak suka, mewarnai dengan cat air. Untuk mencegah potensi berantakan, mewarnainya di dalam ziploc. Idenya print gambarnya, masukkan ke dalam ziploc beserta warna yang ingin dicampurkan. Anak-anak disuruh meratakan catnya sesuai dengan gambarnya. Setelah selesai tunggu kering lalu gunting mengikuti gambar. 

Minggu lalu saya ingat, kami bermain lomba meniup pompom. Jadi awalnya saya ajarkan anak-anak meniup udara dan merasakan tiupannya di tangannya. Lalu kalau sudah bisa, saya ajak mereka meniup pompom ke arah tertentu. Lalu setelah mereka bisa, saya ajak mereka meniup pom pom nya pakai sedotan, dan mereka bisa berlomba siapa yang bisa meniup pom pom paling jauh.

Kelas yang paling menarik perhatian anak-anak itu hari ini, saya ajak anak-anak memasukkan pom pom, biji kacang hijau, biji kacang merah, sedotan, googly eyes,  pipe cleaner, beras dan garam dimasukkan ke dalam botol. Lalu botolnya ditutup dan mereka bisa memutar botolnya dengan pelan untuk mencari googly eyes, atau mencari beads, atau memperhatikan pom pom di dalam botol. Atau mereka bisa juga membuat botol itu seperti alat musik yang kalau di goyangkan mengeluarkan bunyi gemerisik.

botol sensory

Saya ga selalu bisa memoto kegiatan kelas sensory ini, karena ya ga selalu yang direncanakan berhasil sesuai harapan, dan ada juga masalah privasi jadi ga bisa juga upload foto anak-anak lain di kelas yang bukan anak saya. Foto-foto akan saya lengkapi nanti, karena beberapa foto tersebar dalam beberapa bulan ini. 

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.