SosMed, Dulu dan Sekarang

Ini masih nyambung dengan nostalgia dulu dan sekarang e-mail, tapi sekarang mau bahas jejaring pertemanan alias sosmed. Masa awal internet mulai bisa dipakai umum, dengan segala pembahasan positif dan negatif, kebanyakan orang masih menjaga anonimitas. Sekarang ini dunia online sudah jadi ekstensi keberadaan kita di dunia nyata.

Pertama kali join jaringan pertemanan Friendster. Friendster awalnya jauh berbeda dengan Facebook sekarang. Jari kita menambahkan teman, dan diharapkan kita memberi testimony mengenai teman kita tersebut. Friendster berusaha menggabungkan platform blog juga ke jaringan pertemanannya, saya juga sempat ngeblog di Friendster, tapi pada akhirnya saya memilih kembali ke blog ini.

Setelah beberapa lama, kebanyakan orang mulai bosan dengan friendster. Tapi kebanyakan orang mulai memakai nama asli di friendster walaupun sampai sekarang ada saja yang bikin account dengan nama alias. Selain friendster, ada juga mulitply, myspace dan orkut. Entah kenapa, saya ga tertarik punya terlalu banyak sosial media, walaupun akhirnya saya membuat login multiply, orkut dan myspace. Sekarang friendster, mulitply, orkut dan myspace sudah tinggal kenangan, kebanyakan orang akhirnya berkumpul di Facebook.

Saya masih ingat, waktu Joe menyuruh saya bikin account Facebook 10 tahun lalu, saya rasanya enggan karena waktu itu mikirnya friendster saja sudah cukup. Tapi karena kebanyakan teman lama saya akhirnya ditemukan di FB bahkan teman-teman yang ga pernah saya temukan di Friendster ataupun Multiply, saya jadi betah juga di Facebook dan juga mulai meninggalakn semua sosmed lainnnya.

Selain situs-situs sosmed yang tinggal kenangan itu, saya juga pernah memakai plurk, path, twitter dan Instagram. Facebook menyediakan fitur untuk mengkoneksikan semua sosmed tersebut, jadi kita bisa posting di FB dan tampil juga di plurk, path, twitter dan Instagram. Bahkan ada juga fasilitas posting via e-mail. Tapi entah kenapa saya tetap merasa aneh memposting hal yang sama lintas sosmed, apalagi karena teman-teman saya di semua sosmed kebanyakan itu lagi itu lagi.

Saya ga pernah merasa cocok bertwitter ria. Cara berbalasannya terlalu memusingkan untuk mengikuti percakapan. Waktu orang-orang demam kultwit saya makin heran, kenapa sih gak ditulis di blog saja daripada posting twitter beruntun? Saya yakin yang bikin kultwit sudah menyiapkan apa yang mau ditulis sebelumnya, lalu di copas ke twitter. Tapi ya masing-masing punya preferensi yang berbeda memang, buktinya sampai sekarang masih ramai saja orang bertwitter ria.

Untuk plurk saya sempat cukup aktif karena di plurk ada emoticon yang lucu-lucu. Itupun lama-lama saya berhenti. Lalu saya install path, tapi jarang posting. Sekarang ini, saya tinggal pakai Facebook dan Instagram, tapi saya tetap ga merasa cocok berinstagram ria walaupun kita bisa set private di Instagram. Akhirnya sosmed saya ya cuma Facebook. 

Gara-gara Facebook, saya sempat membuat blog ini terbengkalai. Entah kenapa, rasanya lebih mudah posting di FB, lalu menerima komentar dari teman-teman di FB daripada menulis di Blog, lalu ga ada komen hahaha. Jadi terpikir, sebenarnya apa sih tujuan share sesuatu di sosmed? bragging? atau curcol?

Kalau dulu friendster memberi kesempatan buat teman-teman kita kasih testimoni mengenai kita. Sekarang ini di FB bertanya apa yang kita pikirkan. Kita bisa share apa saja yang kita pikirkan berupa tulisan, foto, video atau share link dari website yang kita baca. Mungkin karena antarmukanya yang gampang digunakan, sekarang ini kebanyakan orang betah di Facebook. Saya betah di Facebook karena saya menambhkan teman yang memang saya kenal. Ada beberapa kenalan yang saya tambahkan, tapi itu juga setelah saya tahu kalau account itu bukan penebar berita bohong ataupun account dengan nama palsu. 

Secara berkala, saya juga bebersih daftar teman saya di sosmed. Yang kena filter kebersihan biasanya kalau ada teman yang terlalu rajin share berita tanpa mengecek kebenarannya. Orang-orang yang suka bikin analisa politik juga saya saring karena saya kurang nyaman memhaca terlalu banyak berita politik. Teman sekolah yang ga pernah berinteraksi juga saya hapus dari daftar teman karena siapa tahu account mereka sudah dibajak orang lain makanya ga pernah diupdate lagi. 

Seperti saya bilang, kalau dulu, di internet saya menjaga anonimity, sekarang ini blog dan FB sudah menjadi bagian dari diri saya di dunia nyata. Makanya saya berusaha menjaga lingkaran pertemanan yang positif saja. Untuk pembaca blog ini, karena ini blog berdua, kami sengaja membuat page Facebook. Facebook Page kami juga dibikin Joe untuk memfasilitasi orang-orang yang ingin bertanya ke dia soal pemrograman tanpa harus ditambahkan jadi teman di FB pribadinya.

Bagaimana dengan pasangan yang sharing FB profil? Saya dan Joe gak akan bisa sharing FB profil. Karena walaupun mutual friends kami sangat banyak, tapi group yang kami ikuti sangat berbeda. Akan membingungkan nantinya kalau ada yang mengirim pesan bertanya merajut ke Joe atau hacking ke saya hahaha. Untuk teman-teman saya yang sharing account, saya juga sering bingung kalau ada posting ini yang posting sebenarnya siapa hehehe. Nah kalau sharing blog gimana? yaaa, kan di sini kelihatan siapa yang menulisnya. 

Selama November Challenge ini, kemungkinan banyak yang menunggu-nunggu tulisan Joe tapi malah yang hadir tulisan saya melulu. Sebenarnya saya punya blog sendiri, tapi sudah bertahun-tahun terbengkalai, yang satu blog masakan pemalas, yang satu lagi blog mengenai merajut. Sekarang ini belum berniat menambah blog ataupun sosial media, jadi ya semoga follower Joe sabar hehehe.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.