Menulis Review

Hari ini merupakan hari pertama dari tantangan #SehariSatuTulisan dari ODOPfor99days. Setelah tantangan November selesai, sebenarnya ada keinginan untuk menarik napas sejenak dan melanjutkan tantangan lagi setelah tahun baru, tapi mungkin karena sudah terbiasa menulis tiap hari, rasanya sayang kalau berhenti menulis setiap harinya. Awal gabung di komunitas ODOP ini saya agak minder, karena banyak pesertanya yang sudah menerbitkan buku, tulisannya dalam menyampaikan ide juga super tertata dengan rapi dan enak dibaca. Beberapa juga sudah sering menuliskan novel/cerita pendek. Sedangkan saya, sampai sekarang masih penulis mood-moodan, alias hanya bisa menulis panjang lebar kalau topik yang dituliskan itu sedang sesuai dengan mood saya. Untuk melatih diri sendiri, saya menambahkan tantangan ke diri sendiri, saya mau menuliskan berdasarkan topik tertentu, bukan berdasarkan mood saja.

Sempat kepikiran menulis di buku saja, tapi setelah dicoba menuliskan 3 halaman, rasanya tangan keram dan gak puas karena tulisan jelek. Jadi baiklah mari kita kembali ke platform blog saja. Lagian kalau nulis manual, gak bisa masukkin foto-foto. Tulisan tanpa gambar itu sepeti masakan tanpa garam (walau beberapa tulisan saya akhir-akhir ini ga pake gambar lagi).

Percobaan menulis di buku yang bikin tangan keram


Sejak beberapa hari lalu sampai pagi ini, saya memikirkan topik apa ya yang mau ditulis sepanjang Desember?.  Awalnya terpikir untuk memulai mencoba menulis fiksi, tapi kok rasanya lebih enak membaca fiksi daripada menuliskannya (walaupun kadang suka protes dengan jalan cerita yang dibaca/ditonton). Kesulitan menulis fiksi itu terutama untuk mengingat siapa saja tokoh yang sudah saya tuliskan dan menambahkan kepribadian masing-masing. Kalau saya nulis fiksi berdasarkan kisah nyata, takutnya orang yang jadi tokoh baca dan protes ke saya hahahaha. Masalah berikutnya dengan menuliskan fiksi: kadang suka bingung sendiri menuliskan tanda baca kalau ada percakapan antara tokoh. Ya sebenarnya bisa aja sih pake jurus: just do it, tanda baca diedit belakangan. Ah mungkin ini hanya alasan saya menghindari menulis fiksi.

Jadi topik tulisan bulan ini apa dong? Ya kan udah ditulis di judul. Sepanjang bulan Desember ini saya akan mencoba untuk menuliskan berbagai review. Baik itu review aplikasi untuk android, film, tempat, produk, komunitas atau review layanan tertentu. Apa aja deh yang bisa direview. 

Belakangan ini, setiap kali mau membeli sesuatu atau memesan sesuatu, reflek pertama adalah membaca review dari orang yang sudah pernah membeli dan memakainya.  Semakin bagus reviewnya, semakin pengen beli deh. Tapi biasanya sebagus-bagusnya review yang diberikan, pasti ada yang kasih review negatifnya. Nah biasanya review negatif ini bisa saya abaikan kalau sangat sedikit dibandingkan dengan review positifnya, tapi ya kadang-kadang bisa mempengaruhi juga untuk membatalkan niat membeli.

Niatnya, karena saya sudah banyak terbantu dengan review-review yang bisa ditemukan di internet (yang tentunya kebanyakan berbahasa Inggris), bulan ini saya akan mencoba untuk menuliskan review berbagai hal. Menuliskan review ini lebih bersifat opini saya, karena tentunya saya gak dibayar buat nulis reviewnya. Harapannya, siapa tau bisa membantu memberi masukan untuk orang yang sedang mencari pertimbangan.

Jadi hari ini mau review apa? Hmm… saya mau mereview pengalaman selama bergabung group #ODOPfor99Days.

Nama groupnya diawali dengan kegiatan OneDayOnePost selama 99 hari. Saya ikutan sejak gelombang ke-2. Kegiatan dalam group ini selain untuk memotivasi siapa saja yang ingin melatih diri konsisten menulis, ada juga kegiatan untuk membagikan review untuk buku yang dibaca, dan kadang-kadang ada kegiatan belajar bersama/kuliah di wa group. Jangan bayangkan kuliah itu seperti kuliah tatap muka, eh mungkin kebanyakan orang sudah tau apa itu kulwap, tapi setelah ikutan group ini saya jadi tau istilah kulwap ini hehehe. Beberapa member sangat aktif menulis dan bahkan sudah menerbitkan beberapa buku. Apakah setelah menerbitkan buku lantas berhenti menulis? tentu tidak, mereka masih aktif menuliskan artikel, blog post, instagram bahkan diary/jurnal. 

Anggota group ini syaratnya perempuan dan menulis.  Awal saya bergabung, persyaratannya menyetorkan minimal 1 tulisan 500 kata dalam 1 minggu. Tidak sulit bukan? Eh tapi ternyata sulit loh, karena setoran cuma 1x seminggu, ada kecenderungan menunda yang berakhir dengan lupa. Belum lagi menulis 500 kata itu sulit, karena kadang-kadang kita kehabisan ide di saat wordcount masih 450 kata.

  • Kenapa harus setoran? ya kalau ga disetorkan, admin bisa tahu darimana dong kalau membernya konsisten menulis.
  • Kalau ga nyetor ga bisa gabung di group? bisa saja sih, tapi di FB groupnya informasinya sangat sedikit, keseruan nulis bareng itu lebih berasa di WA Groupnya.
  • Ga bisa ya langsung masuk WA Groupnya saja? ga bisa, karena masuk wa groupnya syaratnya ya konsisten menulis, waktu itu minimal berapa hari saya lupa haha. Kalau ga niat nulis konsisten ya mungkin bisa gabung di group nulis lainnnya.

Sekarang ini, group ODOPfor99days membuka tantangan baru di FBGroup untuk menulis #SehariSatuTulisan. Sesuai namanya, fokusnya ya menulis setiap hari tanpa batasan topik ataupun jumlah kata. Jadi kalau berminat untuk menantang diri sendiri bisa coba bergabung dengan WA Group khusus tantangan baru ini. Sedikit warning: karena beberapa anggota di group baru ini hasil kebut-kebutan kejar setoran selama bulan November, ada kemungkinan WA group baru ini juga akan mengalami keramaian jelang tengah malam. Tapi ini baru kemungkinan ya, Desember baru 1 hari, bisa juga member yang sekarang sudah sangat termotivasi dan menetapkan waktu menulisnya justru pagi dini hari.

Jadi apa manfaat ikutan tantangan menulis begini? ada hadiahnya gak? Di group ini, yang saya rasakan bukan hadiah yang lebih penting, tapi kepuasan masing-masing orang menantang diri sendiri. Tiap orang tentunya bisa juga mendaftarkan tulisan yang dia tulis untuk group ini untuk mengikuti perlombaan di berbagai group lain misalnya. Tulisan yang di setor di group ini juga bisa untuk disetor di tantangan lainnya berhadiah ataupun bukan.

Kira-kira ada yang tertantang untuk bergabung menulis #SehariSatuTulisan? gak harus posting blog, kalau mau menuliskan di buku juga boleh. Anggap saja group ini untuk mencatat konsistensi kita menulis setiap harinya. Mungkin akan ada yang bertanya: emang apa sih gunanya menulis setiap hari? hal ini kembali ke diri masing-masing, apa tujuan menulisnya apa dan kenapa merasa perlu untuk melatih diri menulis. Buat saya, menulis itu belajar menstrukturkan isi kepala yang sering semrawut. Sejauh ini, rasanya masih agak semrawut sih, tapi mudah-mudahan ke depannya bisa lebih tertata lagi.

2 thoughts on “Menulis Review”

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.