Review Mesin Kopi Krups XP5210

Sejak di Chiang Mai, saya berkenalan dengan aneka jenis kopi. Dulunya di Indonesia saya hanya ngerti kopi instan. Starbuck baru marak ketika kami sudah akan ke Chiang Mai, dan karena harga Starbucks pada masa itu terasa mahal, saya ga pernah berpikir mencoba aneka kopi yang fresh dari biji kopi yang digiling sendiri. Paling banter dulu minum kopi tubruk hitam dikasih gula yang banyak supaya manis waktu masih di Medan kalau ada acara kumpulan orang batak hahaha.

Tentukan sendiri seberapa kental selera kopi kita.

Di Chiang Mai, ada banyak yang menjual aneka kopi produksi lokal yang fresh dari biji kopi yang baru dihaluskan. Ada yang organik maupun yang sudah dikemas menjadi franchise. Harganya juga variasi dari 35 baht/gelas sampe 200 baht/gelas, tergantung minumnya di mana dan tokonya punya nama atau tidak. Awalnya saya ga merasakan perbedaan rasa kopi murah dan mahal, apalagi kalau kopinya dikasih es yang banyak dan super manis karena dicampur gula dan susu kental manis. Lah biasa juga minum susu instan.

Sejak saya belajar minum kopi yang ga dikasih gula, saya mulai merasakan perbedaan rasa kopi. Kadang-kadang kopi yang murah memang rasanya terlalu pahit untuk saya, dan mesin kopi juga mempengaruhi rasa. Kalau belinya di coffee shop pinggir jalan dan beli di warung kopi yang mesinnya besaaaar, rasanya ada perbedaan. Faktor lainnya juga yang bikin kopinya, kadang di warung kopi yang sama dengan mesin yang sama pun bisa terasa berbeda rasanya kalau yang bikinnya beda. Oh ya, walaupun saya sudah bisa menikmati kopi tanpa gula, tapi saya belum bisa menikmati kopi hitam, sampai sekarang masih kopi yang pakai susu alias cappucino (campuran kopi dan susunya 50:50). 

Cappucino dengan foam dari santan

Sekitar bulan November 2016 (2 tahun lalu), lagi iseng jalan-jalan di mall, eh ada mesin kopi Krups XP5120 lagi di obral relatif murah. Waktu itu harganya sekitar 7rebu baht. Saya sebut relatif murah, karena mesin itu aslinya bisa sampai 9ribu baht dan mesin kopi lain harganya lebih mahal lagi. Sempat ragu-ragu membelinya, lalu Joe mengeluarkan jurus perhitungan ekonomis. Kalau selama ini kami selalu beli kopi yang rata-rata harganya 50 baht segelas, maka sehari kami mengeluarkan rata-rata 100 baht. Dalam 70 hari duit yang dikeluarkan untuk beli kopi sudah bisa iuntuk beli mesin kopi. Saya sempat debat bilang: tapi kan masih ada biaya beli biji kopi, susu segar, air dan listriknya?. Tapi ya pada akhirnya Joe menang, karena saya juga penasaran pengen mencoba berbagai produk kopi lokal ataupun yang di bawa dari Indonesia untuk dibikin sendiri di rumah.

Sekarang mesin kopi ini sudah berumur 2 tahun, sempat rusak 3 kali hahaha, untungnya garansi mesin kopinya 2 tahun, jadi setiap rusak kami bawa ke mall tempat belinya, dan ga harus bayar apapaun. Biaya yang keluar ya jadinya selama mesin kopi ga ada, kami harus beli kopi lagi. Mungkin buat yang ga suka minum kopi tiap hari, mesin kopi itu ga perlu ada di rumah, tapi kalau suka menikmati kopi yang enak, memang lebih baik punya mesin sendiri. Dalam 2 tahun, dengan perhitungan 1 hari saya bikin 2 gelas kopi, saya sudah bikin 2 x 365 gelas kopi. Dan tentunya tanpa memasukkan angka harga biji kopi, air, susu segar dan listrik saya sudah pasti kalau harga mesin kopinya sudah terbayar dan menguntungkan.

Terus apakah setelah beli mesin kopi jadi ga pernah beli kopi diluar lagi? yaaaa….kadang-kadang masih sih, terutama kalau memang lagi pengen hangout hehehe. Tapi, kan boleh dong minum kopi 2 gelas sehari. Kalau udah punya mesin begini, kita bisa membeli aneka biji kopi ataupun bubuk kopi, lalu bisa bikin kopi yang berbeda untuk pagi dan malam hari.

Oh ya, jadi kebanyakan ngomongin kopinya daripada mesinnya. Oke mari kita fokus kenapa saya suka dengan mesin KRUPS XP5120 ini. Mesin kopi ini lebih dikenal dengan sebutan mesin espresso dengan 15 bar pressure.

  • Mesin kopi ini sifatnya auto off, jadi kalau saya kelupaan mematikan setelah beberapa lama nanti dia akan mati sendiri,
  • Untuk meratakan bubuk kopinya, saya ga perlu alat ekstra, saya tinggal masukkan bubuk kopi dan pasang ke mesin
  • Ada alat untuk membuat foam susunya untuk membikin cappucino style
  • Saya bisa bikin langsung 2 gelas sekaligus
  • Mesin kopi ini sifatnya manual, jadi kita bisa menentukan mau seberapa kekentalan kopi yang kita buat
  • Membersihkan bubuk kopi sisanya juga cukup mudah, ada button ejectnya di pegangan tempat bubuk kopinya
  • Mengoperasikannya sederhana dan dari sejak menyalakannya, tidak perlu menunggu lama untuk memanaskan mesinnya.
Menyiapkan  2 gelas cappucino setiap pagi

Saya juga pernah iseng, ceritanya kehabisan susu, tapi lagi pingin minum kopi. Eh ada santan kotak, karena pernah melihat menu kopi dengan campuran santan, saya pun membuat foam dari santan sebagai pengganti susu. Rasanya cukup oke dan bisa jadi mirip cappucino juga. Aromanya malah lebih menggoda karena aroma santan lebih harum daripada aroma susu.

Saya belum tahu banyak mengenai dunia kopi, memilih biji kopi untuk dibeli di sini juga masih agak random. Namanya selera setiap orang itu bisa berbeda, untungnya selera saya dan Joe ga beda soal kopi. Kami sama-sama ga tahan kalau terlalu pahit, jadi kalau mencoba jenis kopi baru dan ternyata kurang enak, ya kami ga beli lagi dan membeli yang sudah tahu pasti rasanya enak. Kadang-kadang kalau dibawakan kopi aroma dari Indonesia kami juga bisa bikin kopi dengan mesin ini, naaah ini rasanya memang sedap hehehe.

Nyoba bikin art latte, tapi lebih sering gagal hahaa.

Mungkin lain kali saya akan mereview beberapa biji kopi yang kami pernah beli di sini, ataupun yang dibawakan dari Indonesia. Atau ada yang mau mengirimkan biji kopi untuk kami review? kategorinya enak kalau ga pahit hehehhee. Mungkin sebagian orang akan bilang: mau minum kopi kok yang ga pahit, dulu saya pikir juga semua kopi itu pahit, tapi ternyata ga semua kopi itu pahit. Bahkan ga semua kopi itu hitam, beberapa kopi itu warnanya agak kecoklatan tergantung kadar roast nya hehehe. Udah ah, seruput dulu kopinya sebelum tidur.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.