Liburan Hari ke-5: Bandar Djakarta Ancol

Hari ini dapat undangan makan bersama di Restoran Bandar Djakarta Ancol. Berhubung siangnya Joe ketemu duluan untuk diskusi dengan teman-temannya di daerah Jakarta pusat, saya dan anak-anak memilih untuk nyusul sore hari langsung ke Bandar Jakarta saja. Untuk pertama kalinya sejak liburan ke Jakarta, anak-anak bisa tidur siang dulu deh pada jamnya hahaha.

Bangun tidur, kami siap-siap umtuk ke Bandar Djakarta. Saya menggunakan jasa Grab Car lagi. Perjalanan dari Depok ke Ancol memakan waktu hampir 1 jam. Masuk daerah Ancol dikenakan biaya 25 ribu rupiah per orang dan 25 ribu untuk mobil dan pengemudinya. Ah harusnya tadi datang lebih awal biar sekalian jalan-jalan dulu ya di Ancolnya hehehe. 

Sampai di restoran, Joe yang sudah sampai 30 menit lebih dahulu dan sudah memesan makanan untuk anak-anak, eeh ternyata makanannya belum datang juga. Jadi kami memutuskan menambah memesan minuman dulu. Untuk pertama kalinya, Joshua mau minum jus jeruk di Indonesia. Selama ini semua jus jeruk yang kami pesan ditolak sama Joshua karena terlalu asam hehehe. Saya memesan es cappucino, berharap kopi dari biji kopi seperti di Chiang Mai, tapi ternyata rasanya seperti cappucino dari sachetan (oh well). 

Menunggu makanan datang, saya dan Jonathan jalan-jalan dulu di luar restoran. Karena mulai gelap, saya cuma ambil foto-foto sedikit saja. Untungnya, gak lama menunggu makanan anak-anak datang, jadi kami bisa memberi Joshua dan Jonathan makan dulu supaya nantinya bisa makan seafood dengan tenang. 

Restoran Bandar Djakarta ini sangat besar sekali, saya perhatikan banyak rombongan dari kantor-kantor mengadakan acara makan bersama di sana. Mungkin karena sudah akhir tahun, dan sebentar lagi libur Natal dan Tahun Baru, banyak kantor sejak hari Senin sudah pada ngadain acara makan malam bersama. Restoran ini ruangannya terbuka dan bebas merokok *sigh*. Hal begini sudah tidak diperbolehkan lagi di Chiang Mai, saya merasa kembali diingatkan kenapa saya lebih betah di Chiang Mai daripada Indonesia.

Restoran ini merupakan restoran Sea Food, makanan yang dipesan berupa lobster besar, kepiting asam manis, kepiting bakar, kerang, cumi goreng, ikan gurame goreng, ikan panggang dan sayurannya plecing kangkung dan kailan. Saya dan Joe ga sanggup makan banyak, jadi ya paling kami cicip sedikit ini dan itu.

Menurut saya, testur makanan laut itu mirip-mirip. Susah payah membuka kepiting, isinya ya mirip daging ikan. Cumi-cumi dan lobster juga teksturnya ya hampir sama, agak lebih keras dibanding tekstur ikan tapi ga banyak serat seperti daging. Menurut saya, makanan seafood ini mau dimasak apapun susah sekali meresap ke dalam bumbunya. Paling cocok ya makanannya harus di tambahin saus di luarnya supaya rasanya ada.

Satu kelemahan dari restoran besar adalah: pesanan apapun butuh waktu ekstra untuk segera datang ke meja, apalagi kalau pesananannya itu susulan. Tadi saya ditengah makan baru ingat kalau di Indonesia itu umumnya air minum itu ga diberikan kalau ga dipesan, jadi saya pesan air mineral 2 botol. Pelayan bertanya mau dingin atau biasa, dan saya sudah jawab biasa.

Beberapa menit berlalu, sampai ada 3 pelayan datang ke meja, saya tanyakan mana airnya, dan gak datang juga. Akhirnya datang air minumnya, dan dia bawa yang dingin *sigh*. Lalu datang lagi 1 botol yang biasa dan diberikan ke meja sebelah *sigh*, lalu datang lagi 1 botol dingin lagi. Ya kesimpulannya, pesanlah air minum sebelum anda makan kalau memang anda tipe butuh air minum biasa selesai makan. Untungnya saya pesan air minum bukan karena hampir keselek, kalau misalnya saya pesan udah mau keselek kayaknya bisa berabe deh tadi.

Foto sambil nunggu Grab

Selesai makan, kami foto bersama dan pesen Grab untuk pulang. Perjalanan pulang ke arah Depok ada sedikit macet dibanding berangkat, tapi ya gak sampai berhenti di jalan juga, itupun makan waktu 1,5 jam untuk tiba di rumah. Setelah 5 hari mengukur jalan Depok-Jakarta hampir setiap hari, sepertinya saya mengambil kesimpulan kalau saya ga akan bisa tinggal di kota ini. Butuh waktu dan effort yang sangat besar untuk menuju satu tempat. Rasanya jadi tua di jalan kalau butuh waktu total sekitar 2 atau 3 jam untuk perjalanan pergi dan pulangnya. Ah baru 5 hari liburan kok udah kangen Chiang Mai hehehe.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.