Cerita Homeschooling Kami

Salah satu manfaat dari homeshooling yang kami rasakan adalah, anak-anak bisa belajar kapan saja dan di mana saja. Seperti sekolah biasa, saya menetapkan jam sekolah setiap harinya dan ada jadwal mingguan. Jam sekolah kami setiap hari selesai sarapan lalu mandi, sekolah dimulai sampai jam 12 siang. Kalaupun belum selesai, bisa dilanjutkan sampai jam 1.30 lalu tidur siang. Dalam prakteknya, ada hari-hari di mana bangun kesiangan lalu tidak bisa menyelesaikan target harian sebelum makan siang. Saya juga menetapkan jadwal hari libur, tapi ya hari libur inipun bisa digeser kalau memang ada keperluannya.

Chiang Mai sekarang ini sedang dingin terutama di pagi hari. Sore hari udaranya cukup enak, matahari bersinar tapi suhu udara tidak terlalu panas. Cuaca yang sangat bagus untuk lebih banyak melakukan kegiatan di luar rumah. Biasanya, kalau memang ada janji main bareng temen di playground, jadwal belajar bisa digeser ke sore dan malam hari, atau ya diliburkan saja hari itu.

Anak-anak lebih suka belajar tanpa meja

Jonathan biasanya saya suruh mengerjakan pekerjaanya di meja makan (yang tentunya sudah dibersihkan selesai sarapan). Dulunya saya siapkan meja belajar di ruang terpisah, tapi karena Joshua juga sering pengen ikut-ikutan sama Jonathan, meja makan menjadi solusi karena lebih besar dan bisa duduk sama-sama. Tapi kadang-kadang mereka juga lebih senang menulis sambil tiduran, atau menulis di atas sofa. Karena Joshua sebenarya belum mulai kegiatan sekolah formal, saya bebaskan saja Joshua menulis di mana dia mau, tapi belakangan Jonathan juga ikutan maunya nulis bukan di meja yang disarankan.

Hari ini, suhu udara di pagi hari berkisar 17 – 19 derajat Celcius. Bangun pagi merupakan tantangan tersendiri hahaha. Udara yang dingin juga membuat daya tahan tubuh menurun. Enaknya ya bangun jangan pagi-pagi banget. Hari ini, Jonathan tidak bisa menyelesaikan pekerjaan sekolahnya sesuai jadwal. Karena tidur siang lebih penting, pekerjaan sekolah dilanjutkan setelah bangun tidur.

Sebelum melanjutkan pelajaran, anak-anak main di trampolin dan perosotan dulu. Setelah puas bermain, saya ambil meja untuk Jonathan mengerjakan pekerjaanya di luar rumah. Joshua ga mau kalah, dia juga mau ikut-ikutan belajar menulis.

Joshua gak butuh meja untuk menulis, dia lebih suka tiduran di lantai. Saking asiknya menulis, dia bergeser dari arah perosotan sampai arah trampolin. Jonathan bisa mengerjakan pekerjaan sekolahnya lebih cepat dari biasanya walau di luar banyak gangguan. Mungkin besok-besok bisa di coba untuk lebih sering belajar di luar seperti ini hehehe.

Kalau di kirim ke sekolah, mungkin kesempatan untuk belajar di luar seperti ini tidak banyak, dan ada kecenderungan anaknya bakal main doang dan ga mau disuruh ngerjain pelajarannya. Kalau berdua doang begini, tadi bisa main cukup lama tapi tidak lama banget, dan waktu saya suruh menyelesaikan pekerjaan sekolah yang ditinggal tidur siang, Jonathan langsung mengerjakan tanpa tawar menawar karena sudah puas bermain.

Kegiatan Homeschooling kami sekarang ini sudah berjalan dengan speed seperti biasa. Kalau semester lalu kami mengikuti co-op di hari Senin, semester ini kami mengikuti kegiatan group homeschool yang diadakan setiap hari Selasa. Bedanya, semester ini group homeschoolnya ada gurunya, jadi saya bisa meninggalkan anak-anak di sana dan harapannya saya jadi bisa punya me-time.

Hari Selasa lalu, Joshua masih nangis-nangis waktu saya tinggal walaupun ada Jonathan juga di sana. Tapi ya akhirnya dia diam juga walaupun belum mau mengikuti kegiatan yang dilakukan bersama. Sebenarnya, memang Joshua belum perlu diberikan kegiatan belajar terstruktur, karena dia itu super rajin belajar sendiri hehehe. Saya mengirim dia ke grup homeschool supaya dia punya teman bermain dan mengasah kemampuan sosialnya. Besok hari Selasa lagi, semoga saja Joshua sudah lebih enjoy dan gak nangis-nangis waktu saya tinggalkan.

Kalau cuaca lagi bagus seperti sekarang, dan anak-anak akur bermain dan gak susah waktu di suruh mengerjakan pekerjaan sekolah, rasanya kegiatan homeschool terasa jauh lebih menyenangkan. Semoga saja ada lebih banyak hari-hari seperti ini daripada hari-hari di mana anak sulit konsentrasi dan saya harus bawel baru kerjaan selesai hehehehe.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.