Fly Thru Air Asia

Hari ini mama saya pulang ke Medan setelah menghabiskan waktu bersama kami sejak 1 Januari 2019 di Depok. Jonathan yang selama di Chiang Mai ditemenin oppung tidur, jadi sedih dan malam ini minta ditemenin papanya bobo. Dipikir-pikir, sejak kami liburan di Depok Desember lalu dilanjutkan ada oppung di sini, memang Jonathan selalu ada temennya tidur. Sebelum liburan, Jonathan udah biasa tidur di kamarnya sendiri. Semoga cuma 1 malam ini aja dia butuh ditemenin dan bisa segera kembali ke kebiasaan semula.

Kami mengantarkan oppung pagi-pagi dari rumah, belum jam 6 kami sudah tiba di airport karena tidak berhasil check in online. Airport Chiang Mai lokasinya sangat dekat dari rumah kami, airportnya tidak terlalu besar, dan hanya 2 lantai. Ruang tunggu untuk domestik dan internasional juga adanya di satu tempat ruangan besar. Jadi tadi kami check in di terminal keberangkatan internasional, tapi sebenarnya oppung terbangnya rute dalam negeri dari Chiang Mai ke Bangkok.

Sebelumnya, oppung udah agak kuatir masalah fly thru Air Asia, oppung gak bisa bahasa Inggris (padahal ngerti juga dan udah makin banyak ngerti karena Jonathan sering ngajarin oppung). Ternyata, semuanya cukup lancar. Tadinya waktu kami tiba, antriannya sangat panjang dan hanya ada 2 counter di buka. Penumpangnya kebanyakan sepertinya tujuan Cina ataupun Macau. Lalu tiba-tiba ada petugas menanyakan apakah ada yang transit via Bangkok.

Ternyata untuk penumpang yang transit di Bangkok di minta untuk ke counter terpisah yang antriannya super pendek hahaha. Langsung deh check in, masukin bagasi, dikasih stiker Fly Thru oleh Air Asia (hal ini tidak ada waktu terbang dari Indonesia). Semuanya selesai dalam waktu singkat. Dari situ, selanjutnya oppung harus naik melewati imigrasi yang berada di terminal keberangkatan internasional. Karena sudah melalui pemeriksaan imigrasi di Chiang Mai, nantinya di Bangkok tidak akan ada lagi pemeriksaan imigrasi. Menurut cerita oppung, tadi sesampainya di Bangkok, semua penumpang yang memakai stiker dikumpulkan dan diarahkan ke ruang tunggu berikutnya. Bagasi yang di masukkan dari Chiang Mai nantinya akan langsung sampai ke Kuala Namu.

Sebenarnya, semua informasi ini sudah dituliskan di tiket yang diberikan Air Asia, tapi kebanyakan sekarang ini kita hanya menyimpan nomor booking saja dan gak terlalu membaca tiket juga. Kemarin saya mencari tahu supaya mama saya bisa lebih tenang. Kami sudah beberapa kali memakai layanan Fly Thru Air Asia, tapi beberapa kali terbangnya bukan lewat Bangkok, dan mulai lupa juga detailnya.

Ada 3 jenis Fly Thru:

  • Domestik – International : Ini misalnya apa yang dijalani mama saya hari ini. Pertama mama saya terbang domestik ke Bangkok, lalu mama saya terbang dengan rute International ke Kuala Namu. Untuk rute ini kita diminta mengurus imigrasi di airport keberangkatan kita, lalu di temat transit kita akan dipandu oleh staf airline darat yang akan menunjukkan gate mana yang harus kita tuju berikutnya
  • International- Domestik: Ini yang kami lakukan waktu berangkat dari Indonesia. Kami berangkat dari Jakarta ke Bangkok, lalu melanjutkan ke Chiang Mai. Penerbangan begini agak membingungkan dengan masalah bagasi. Jadi setelah sampai di Bangkok, tidak ada satupun petugas yang mengarahkan kami harus ke mana, setelah melewati deretan imigrasi untuk penumpang yang memang ingin ke Bangkok, baru ada tulisan transfer. Jadi kami harus jalan lagi agak jauh sampai kemudian menemukan tulisan CIQ dan di sana melaporkan diri untuk penerbangan berikut ke counter air asia yang ada, lalu setelah itu di proses imigrasi kedatangannya. Antrian imigrasi di bagian transfer ini relatif lebih sepi. Pernah sekali waktu datang dari Singapur, cuma saya yang transit Bangkok dan melanjutkan ke Chiang Mai. Nah yang membingungkan, waktu tiba di airport Chiang Mai, kami tiba di bagian kedatangan domestik. Lalu akan ada petugas yang mengumpulkan orang-orang yang transit Bangkok seperti kami dan harus berjalan lumayan jauh ke pengambilan bagasi Internasional. Nah, waktu kami tiba yang bikin agak lelah itu adalah, setelah jalan ke sisi internasional dari bandara, kami harus jalan lagi ke sisi domestik (tempat kami tiba) untuk mendapatkan taksi. Tempat pangkalan taksinya ya adanya di luar di dekat terminal bagian domestik.
  • International – International: Kami pernah juga terbang ke Indonesia transit di Kuala Lumpur atau Singapur. Untuk rute begini, kami terbangnya rute internasional lanjut ke rute international lagi. Kalau beruntung, bisa dapat gate kedatangan dengan gate keberangkatan berikutnya letaknya bersebelahan. Tapi kadang-kadang bisa juga harus naik train dulu untuk pindah gedung terminal walaupun sama-sama rute international. Untuk rute begini, di tempat transit kami tidak perlu ke imigrasi selama kami tidak keluar dari bandara. Proses imigrasi di lakukan di terminal keberangkatan dan nantinya di negara tujuan.

Sejak adanya layanan Fly Thru di Air Asia, terbang makin nyaman. Kami ingat tahun-tahun sebelum ada fly thru ini, kalau kami mau terbang dengan air asia supaya tiketnya murah, kami tidak punya pilihan lain selain pulang lewat Kuala Lumpur. Di Kuala Lumpur kami harus keluar dulu dari imigrasi, ambil bagasi, masukkan bagasi untuk terbang berikutnya, imigrasi lagi untuk keberangkatan dari Kuala Lumpur dan akhirnya baru bisa masuk ke ruang tunggu. Proses keluar ke imigrasi sampai masuk lagi itu gak bisa diprediksi berapa lama. Dulu bahkan karena tidak ada jam penerbangan yang bagus, kami harus menginap 1 malam di Kuala Lumpur. Kesimpulannya ya semoga air asia bisa semakin baik dan punya banyak inovasi produk layanannya supaya terbang makin nyaman juga, apalagi untuk kita yang gak ada direct flight dari sini ke Indonesia.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.