Pahami Emoji dan Singkatan Sebelum Memakai

Evolusi gaya berkomunikasi merupakan salah satu hal yang belakangan ini semakin bikin saya sering membaca sebuah pesan berkali-kali sebelum membalasnya. Sejak jaman e-mail dan forum, ada banyak sekali singkatan dipakai. Dulu saya menyimpan forward e-mail yang berisikan penjelasan dari kebanyakan singkatan tersebut, lama-lama sebagian besar singkatan yang digunakan saya akhirnya ingat dan tanpa sadar sering menggunakannya juga.

Di jaman text messaging, mengetik dengan keyboard di handphone yang bukan qwerty sungguh membutuhkan waktu, keterbatasan jumlah karakter dalam 1 pesan juga membuat banyak orang jadi kreatif memakai berbagai singkatan dalam pesannya. Bahkan, kadang-kadang, untuk bisa mengirim pesan lebih banyak, beberapa orang menghilangkan spasi dan menggantikan spasi dengan cara memulai setiap kata baru dengan huruf besar. CthTlsnYgMnclSprtIniBsBcGa? Hahaha kesannya jadi kayak ngirim telegram jaman dulu saja ya.

Sekarang terjadi lagi pergeseran, handphone sudah punya keyboard lengkap qwerty dan tidak ada pembatasan karakter untuk mengirimkan pesan, orang-orang mulai memakai emoticon dan emoji untuk memberikan emosi dari tulisannya. Selain emoticon dan emoji, kadang bisa juga dengan memakai semua huruf kapital sebagai tanda sedang berteriak/berseru. Contoh pemakaian gaya komunikasi sekarang sebagai berikut:

percakapan antara 👧 dan 🧑

🧑: OMG LAMA BANGET SIH !!! 😠😠😠

👧: Maaf, masih macet, udah otw nih 😓🚖

Contoh percakapan di atas, antara seorang wanita dan pria, yang pria sudah marah karena menunggu lama si wanita. Si Wanita minta maaf dengan menunjukkan emosi udah buru-buru kok , tapi masih di taksi. Kira-kira begitulah contoh penjelasan sekarang ini. Masalahnya pemakaian emoji ini bisa muncul berbeda di layar penerima kalau mereka tidak menginstall font yang sama. Lalu muncullah stiker selain emoji.

Dulu saya senang dengan adanya emoticon ini, tapi yang paling sering saya pakai cuma senyum, ketawa, ngantuk atau pakai kacamata menunjukkan serius 🤓 atau sok cool 😎. Sekarang ini bukan cuma emoticon biasa, tapi juga banyak yang berupa gambar bergerak dan terus terang saya kurang suka memakainya karena mencarinya saja butuh waktu lama. Salah satu alasan lain saya malas pakai juga karena saya tidak selalu mengerti makna gambarnya. Bahkan kalau ada yg post menggunakan emoji, saya abaikan gambarnya dan baca pesannya saja.

Salah satu emoji yang sekarang sering dipakai kalau malas ngetik ok adalah jempol begini 👍 tapi ada juga yang salah kaprah memakai jempol ke bawah untuk ok , lalu memakai 🙏 untuk menyatakan terimakasih.

Kalau di FB biasanya setelah saling berkomen, kalau ga mau menjawab panjang lebar, orang hanya pencet like. Penggunaan like ini sudah mewakili dibaca dan disukai atau dibaca dan ga akan dibalas lagi, tapi bisa juga setelah dilike tandanya dibaca, di bawahnya masih di balas lagi.

Dari emoticon jadi emoji jadi sticker dan gambar bergerak .gif ataupun meme. Semua ini sudah menjadi pengganti kalimat-kalimat yang biasanya harus dituliskan dalam interaksi online. Bahasa tulisan ini cenderung mudah salah paham, karena beda meletakkan tanda baca saja bisa berbeda makna, belum lagi ada kemungkinan salah ketik/typo.

Kalau saya malah sering salah ketik kelupaan menambahkan kata “tidak” jadi maknanya berbeda sekali. Hal ini terjadi karena kalimat yang sudah terpikir di kepala dan tangan kalah cepat mengetiknya, lalu mata tidak membaca ulang kalimat yang sudah dituliskan. Hal ini bisa terjadi kalau lagi terburu-buru. Dalam interaksi online, kebanyakan orang sudah tidak memakai tanda baca yang dianjurkan buku tatabahasa. Untuk tulisan status sosmed atau percakapan di halaman chat, hal ini memang tidak perlu terlalu jadi masalah asalkan sama-sama mengerti. Tapi walaupun begitu, pemakaian emoji tertentu bisa beda banget artiya.

Kita perlu hati-hati dalam menggunakan emoji, kalau gak yakin artinya, mungkin ada baiknya gak usah pake gambar macem-macem. Contoh emoji yang sering salah pemakaiannya yaitu gambar yang ini: 💩💩💩. Kira-kira itu maksudnya orangnya kayak lagi sumpah serapah/ngomong jorok atau malah bagi-bagi coklat/icecream? Kalau menurut wikipedia, emoji itu berupa Pile of Poop.

screen capture dari internet

Sekarang ini, emoji itu juga ada di background FB, jadi hati-hati jangan sampai gunakan background itu terlalu sering, kecuali emang mau menunjukan perasaan jijik/ngomong jorok? Jangan nanti jadi seperti detektif Sherlock Holmes di film Elementary.

What’s on your mind? Poop or Chocolate IceCream?

3 thoughts on “Pahami Emoji dan Singkatan Sebelum Memakai”

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.