Mencoba Mi Band 3

Setelah lama memakai smart band tak bermerk seharga 17 dollar, akhirnya hari ini memutuskan membeli Mi Band 3. Sebenarnya smart band yang sebelumnya masih bekerja dengan baik dan baru saja saya ganti talinya, lagipula saya gak memakainya untuk tracking langkah atau lari. Selama ini lebih terpakai untuk notifikasi kalau ada telepon masuk saja. Saya selalu set HP saya tanpa nada dering kecuali memang sedang menunggu pesanan delivery makanan haha. Nah kalau lagi di luar sama anak-anak, kadang saya gak tahu kalau ada telepon masuk. Dengan bantuan smart band, saya bisa tahu ada telepon atau pesan masuk.

Bagusan mana? yang hitam atau yang merah?

Mi Band 3 harganya 2 x lipat smart band saya yang lama, tapi juga masih lebih murah dibandingkan smart watch lainnya. Alasan saya membeli Mi Band 3 ini karena jam yang lama softwarenya sudah tidak diupdate lagi. Setiap kali ganti HP, Joe harus mengatur secara khusus supaya jam nya bisa terhubung ke HP. Selain itu, entah kenapa belakangan ini jam tangannya sering terputus koneksinya dari HP, dan saya menyadarinya biasanya setelah ada panggilan tak terjawab di HP saya.

Belakangan ini saya juga mulai sering berenang, nah jam yang lama tidak tahan air, sedangkan si Mi Band 3 ini katanya walaupun tidak punya aplikasi khusus untuk mengukur berapa jauh kita sudah berenang, tapi versi ini sudah tahan air dan bisa di bawa berenang. Jadi ya…bertambahlah alasan buat beli. Siapa tahu juga ke depannya jadi rajin buat mencapai target jumlah langkah seharinya hehehe.

Sebenarnya ada banyak jenis smart band/smart watch yang tahan air dan bisa dipakai berenang selain memberi notifikasi telepon dan pesan masuk, tapi saya membeli Mi Band 3 karena benda ini cukup murah, batere tahan lama dan fungsinya cukup untuk kebutuhan saya. Saya gak butuh tracker aneh-aneh, tapi kalaupun butuh untuk hitung langkah, lari, atau heart rate selain berenang semua sudah ada di Mi Band 3. Jadi dengan harga murah dapat fitur lebih dari cukup untuk saya, ya…jelas dong beli ini aja.

Kesan pertama lihat jam ini lucu juga dan terasa lebih ringan dari jam sebelumnya. Sayangnya, untuk chargingnya saya butuh charger khusus, tidak seperti jam saya sebelumnya yang bisa langsung bisa di charge tanpa kabel ke USB. Memang sih kalau ada colokan masuk ke USB langsung, jamnya jadi agak lebih panjang dari seharusnya. Tapi ya repot karena kabelnya gak standar, kalau hilang bisa berabe.

Semoga generasi mi band berikutnya bisa di charge langsung tanpa kabel seperti versi jam saya yang lama

Kata Joe, talinya nanti bisa beli warna-warna lain, tapi sekarang ini saya mau lihat juga berapa lama kira-kira umur tali yang hitam. Kalau sudah bosan boleh juga nanti beli warna lain biar berasa jam baru lagi hehehe. Semoga juga jam ini tahan lama kayak jam versi sebelumnya, kapan-kapan kalau udah lebih tau banyak plus minusnya akan saya tuliskan lagi.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.