Ralph Breaks the Internet

Sudah lama gak nonton ke bioskop, film ini release tahun 2018 tapi baru bisa nonton film ini sekarang di rumah. Ceritanya masih seputar persahabatan Ralph dan princess Vanellope. Untuk baca plotnya bisa liat di sini. Film ini merupakan sequel dari film Wreck-It Ralph. Tapi kalaupun belum nonton film pertamanya, kita bisa menonton film ini tanpa merasa ada yang kurang. Film pertama kesimpulannya terciptanya persahabatan antara Ralph tokoh permainan arcade Wreck-It Ralph dan Vanellope tokoh pembalap dari game arcade Sugar Rush. Cerita film ke-2 ini cukup menarik menjelaskan mengenai internet. Pertama digambarkan mereka menginstal WiFI di Arcade Center, dan disitulah asal mula Ralph dan Vanellope bisa menjelajahi dunia Internet.

poster Ralph Breaks the Internet, sumber dari internet

Penggambaran Internet yang cukup menarik adalah adanya Mr. KnowsMore untuk tempat bertanya banyak hal. Ada e-bay tempat orang-orang berbelanja dengan sistem lelang dan harus membayar dengan kartu kredit, ada TubeBuzz dimana orang-orang berusaha mendapatkan heart sebanyak-banyaknya dan bisa di monetize. Selain itu ada juga keliatan gedung-gedung dengan lambang Amazon, Google, Pinterest, dan Instagram.

Selain menggambarkan apa saja yang ada di internet, termasuk bagaimana sebuat video viral untuk sesaat dan kemudian digantikan oleh yang lain, ada juga penggambaran bagaimana agen-agen bekerja untuk mengundang orang lain mengklik video yang dipromosikan dengan harapan mendapatkan heart (atau like). Jumlah heart itu bisa dikonversi menjadi sejumlah uang yang bisa dipakai untuk membeli benda beneran. Misi Ralph dan Vanellope adalah membeli spare part untuk Gamenya Vanellope dari e-bay, dan untuk mendapatkan uang untuk membelinya mereka berusaha membuat video yang bisa menghasilkan uang.

Selain bagian menghasilkan uang dari konten video, di film ini juga digambarkan adanya virus yang bisa menginfeksi internet. Namanya virus, tentu saja membuat internet sempat kacau. Virusnya digambarkan karena adanya insecurities dari Ralph yang kemudian insecuritiesnya diduplikasi. Cara film ini menceritakannya tentu saja lebih menarik daripada apa yang saya tuliskan di sini, jadi jangan pikir film ini film teknikal ya, ini film anak-anak hehehe.

Bagian lain yang menarik dari film ini adalah ketika Ralph membaca komen-komen yang ada tentang videonya. Lalu ada yang bilang begini: Rule no 1 di Internet: jangan pernah baca bagian komen. Ya walaupun begitu banyak orang yang memberikan like, di internet akan selalu ada orang yang tidak suka dengan apa yang kita share dan memberi komentar yang negatif. Kalau saya sih menerapkan prinsip lebih baik gak komen daripada ngasih komentar negatif. Godaan untuk menuliskan hal-hal berupa kritik negatif sering ada sih, tapi kalau memang ada hal yang perlu dikritik, lebih baik menyampaikan langsung daripada komentar yang di set publik lalu mengundang orang lain menambah komentar negatif lainnya. Oops jadi curcol, oke balik lagi ke cerita film ya.

Satu hal yang bikin saya terhibur ketika melihat princess dari film-film Disney juga ada di film ini. Cinderella, Rapunzel, Mulan, Elsa, Anna, Snow White dan beberapa tokoh lain yang saya tidak kenal. Awalnya saya pikir putri-putri ini cuma sekedar supaya film ini menarik penonton yang udah menonton film-film Disney sebelumnya, tapi ternyata mereka cukup punya peranan. Lucu ketika melihat mereka berganti baju dengan kaos biasa dan tanpa gaun, lalu bilang ah kenapa baru tau sekarang mengenai baju begini yang sangat nyaman. Saya juga merasa lucu ketika mereka tidak percaya Vanellope seorang putri lalu memberikan beberapa pertanyaan untuk meyakinkan kalau dia putri.

Vanellope: Hi.
[The Princessess all assume attack postions, each with holding an item, specific to their character, as a weapon]
Vanellope: Woah, woah, ladies! I’m a…princess too!
Pocahontas: What kind of a princess are you?
Vanellope: Uh…
Rapunzel: Do you have magic hair?
Vanellope: No.
Elsa: Magic hands?
Vanellope: No.
Cinderella: Do animals talk to you?
Vanellope: No.
Snow White: Were you poisoned?
Vanellope: No.
Aurora, Tiana: Cursed?
Vanellope: No!
Rapunzel, Belle: Kidnapped or enslaved? 
Vanellope: No! Are you guys okay? Should I call the police?
Rapunzel: Do people assume all your problems got solved because a big strong man showed up?
Vanellope: Yes! What is up with that?
Pocahontas, Merida, Rapunzel, Elsa, Aurora, Moana: She is a princess!
[Snow White pokes her head in and sings a few happy notes]

percakapan Vanellope dengan putri-putri Disney

Selain percakapannya putri ini, ada banyak bagian lain yang cukup menarik. Tapi dari keseluruhan film ini yang paling saya suka adalah persahabatan antara Ralph dan Vanellope. Mereka tidak memaksakan bersahabat itu harus selalu bersama-sama, dan walaupun tidak berada di arcade yang sama, mereka tetap menjalin komunikasi dan bertukar cerita secara rutin. Saya jadi agak merenung, mengingat teman-teman yang dulu terasa sangat dekat tapi sekarang saya bahkan gak tahu kabarnya karena walaupun mereka punya akses ke Internet, tapi saya merasa setelah gak ngobrol sekian lama jadi gak tau juga mau mulai bertanya dari mana. Kalau saya nanya kebanyakan ntar saya disangka interogasi lagi hehehe.

Anyway, film ini hiburan menarik untuk mengisi akhir pekan di tonton dengan anak-anak. Kalau anaknya sudah agak besar, setelah nonton bisa dilanjutkan pelajaran pengenalan internet dan bagaimana supaya tetap aman di Internet hehehe.

2 thoughts on “Ralph Breaks the Internet”

    1. Ayo nonton yang ke-2 juga, Dalam filmnya kita gak akan terlalu merasa dijejali informasi kok, karena mereka mengemasnya menjadi tontonan yang bisa dimengerti juga oleh anak-anak.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.