CLI: Midnight Commander

Midnight Commander adalah aplikasi file manager untuk mode teks. Berbeda dengan aplikasi console lain yang sudah saya bahas, aplikasi Midnight Commander (MC) sifatnya interaktif. Program Midnight Commander ini merupakan clone dari Norton Commander (NC) yang sempat populer sejak 1986-1998). Midnight Commander sendiri dimulai sejak lama (1994).

Tampilan MC sangat serupa dengan NC di DOS. Warna tema defaultnya juga sama: biru. Layar dibagi jadi dua bagian, kiri dan kanan dan kita bisa menyalin file dari kiri ke kanan atau sebaliknya. MC (seperti juga NC) punya berbagai fitur built in seperti melihat/mengedit file, menghapus file, mengganti atribut file, dsb.

Biasanya saya suka 100% bekerja dengan mengetikkan perintah langsung di shell, tapi dalam kasus tertentu cara interaktif ini lebih enak. Saya punya fleksibilitas command line. Misalnya jika ingin memilih file dengan nama diawali “laporan” dan ada kata “Mei” di tengah lalu diakhiri “txt”, saya bisa menekan plus (+) lalu mengetik “laporan*Mei*txt” dan semua file yang memenuhi kondisi itu akan terpilih. Berikutnya saya bisa menekan aksi misalnya F5 (copy), F6 (move), atau F8 (delete).

Jika saya memilih file sebelum aksi dilakukan saya bisa melihat total byte terpilih, ini berguna karena:

  • saya yakin seleksi yang dilakukan sudah benar (contoh bila ternyata total file terpilih sangat sedikit, kemungkinan salah pilih file)
  • jika ingin mengcopy file bisa tahu akan butuh waktu lama atau tidak
  • jika ingin menghapus file bisa dilihat berapa disk space yang akan tersedia setelah itu

Kegunaan lain MC adalah untuk melihat isi file arsip kompresi (seperti ZIP atau TAR.GZ) tanpa harus mengekstrak filenya dulu (fitur ini disebut VFS: virtual filesystem). Menurut saya ini lebih cepat dari beberapa perintah command line untuk:

  • melist isi file arsip
  • mengekstrak 1 file saja
  • melihat filenya
  • menghapus filenya setelah selesai

MC juga bisa melakukan koneksi sftp, tapi ini jarang saya pakai. Aksi-aksi custom juga bisa dilakukan dengan membuat “user menu” yang defaultnya diaktifkan dengan tombol F2.

Jika keyboard kita tidak memiliki tombol fungsi (F1-F10), kita bisa menggunakan ESC lalu 1 (untuk F1), ESC lalu 2 (F2) dst, untuk F10 kita memakai ESC 0.

Demikian ulasan singkat mengenai MC. Saya lihat tidak banyak orang yang memakai program ini (karena sepertinya memang kurang terkenal). Semoga yang belum kenal jadi mau mencoba program ini (tersedia juga untuk Windows dan OS lain, tidak cuma di Linux).

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.