Kesan kembali memakai iOS

Selama beberapa tahun terakhir saya memakai iOS hanya untuk pentesting (dan juga ikut pelatihan iOS security di Hong Kong). Tadinya meskipun punya iPad dan iPhone, keduanya usianya cukup tua (keduanya > 5tahun). iPhone 5S sudah terasa sangat lambat, sementara iPad lebih sering dipakai untuk main oleh Joshua (dan sesekali oleh saya jika ada pentest aplikasi iPad). Sebelum iPhone 5S saya memakai iOS di iPod touch dan iPod touch 2nd generation.

Bulan Januari saya membeli iPhone XR (ini yang termurah yang mendukung prosessor A12) dan bulan ini saya membeli iPad (yang biasa bukan yang mini ataupun Pro). Pembelian iPhone tujuannya untuk pentesting (dan sudah terpakai), sementara iPad untuk membaca buku dan melihat materi Coursera (sekaligus hadiah untuk diri sendiri sudah menyelesaikan 6 Course di Coursera).

Sekarang saya ingin menuliskan kesan memakai kedua benda tersebut. Saya awali dengan iPhone. Hal yang saya suka sejauh ini adalah: kameranya bagus dan cepat, kadang merasa agak menyesal nggak sekalian beli XS yang kameranya lebih bagus lagi tapi perbedaan harganya cukup tinggi. iPhone XR juga waterproof sehingga bisa dipakai untuk berfoto di kolam renang.

Dari sisi software, saya tidak melihat sesuatu yang menarik di banding Android. Kebanyakan aplikasi memang lebih indah, tapi karena keterbatasan yang diberikan Apple, fungsionalitasnya kurang. Contoh: ingin ssh tunelling? koneksinya terbatas sekian menit saja.

Contoh lain: Pythonista merupakan implementasi Python yang bagus (berbayar, cukup mahal 9.99 usd) dan bisa dipakai untuk membuat program dengan antarmuka yang cantik. Tapi Pythonista tidak bisa dipakai untuk belajar machine learning (contoh: tidak ada package tensorflow).

Ketika memakai keyboard Google, sering kali keyboardnya kembali ke default keyboard (default keyboard memang akan selalu dipakai untuk input password, tapi dalam kasus ini switching ke keyboard default terjadi secara random). Akhirnya masalah ini selesai setelah menghapus keyboard default.

Mungkin hanya kebetulan saja, tapi berbagai aplikasi yang saya pakai semuanya memiliki banyak masalah kecil. Contohnya Quiz di Coursera kadang gagal terload (padahal berjalan baik di Android). WordPress untuk iOS juga lebih sering error dibanding WordPress for Android (tapi secara umum aplikasi ini emang agak kurang stabil di kedua platform). Aplikasi Alkitab yang ada juga kurang bagus di banding Android. Bahkan yang berjalan baik di Android seperti Bible.is sering crash di iOS.

Fitur face unlock di iPhone XR sangat bagus dan akurat serta sangat nyaman digunakan. Tapi saat ini di Chiang Mai sedang polusi berat, dan fitur face unlock yang bagus ini jadi tidak bisa dipakai ketika saya memakai dust mask. Dalam saat seperti ini sangat terasa bahwa fingerprint di Poco F1 lebih berguna.

Beberapa aplikasi lain menurut saya sama saja baik di Android dan iOS, tidak terasa bedanya sama sekali. Contoh aplikasinya: AliExpress, Facebook, Telegram, Netflix, Reddit, Twitter, Instagram, dan berbagai aplikasi Google (Youtube, Photos, Maps, Translate). Game yang saya mainkan hanya Pokemon Go dan ini loadingnya sedikit lebih cepat di iPhone XR dibanding Poco F1.

Saya hanya memakai iPad untuk membaca dan rasanya cukup nyaman. Saya belum membeli Apple Pencilnya, jadi belum tahu apakah akan terpakai atau tidak. Di banding iPad 3, iPad yang baru ini lebih ringan jadi lebih enak dipegang. Kecepatannya sekarang juga sudah bagus sehingga tidak lambat membuka PDF. Batere iPad juga tahan lama, lebih lama dari berbagai tablet Android yang pernah saya pakai.

Setelah mencoba lebih dari sebulan, saya kembali lebih sering memakai ponsel Android saya dan akan terus memakai iPad. Jika bukan karena memakai ponsel iPhone XR untuk pentesting (dan saya mendapatkan uang pembelian iPhone XR ini dari reward menemukan bug), saya merasa manfaat iPhone ini kurang sepadan dengan harganya untuk pemakaian sehari-hari (not worth the price).

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.