Pocophone F1

Sejak punya smartphone pertama (Nokia 3650) sekitar 2003, sudah tidak ingat lagi berapa jenis smartphone yang saya pakai. Sebagian reviewnya ditulis di blog ini tapi biasanya secara singkat saja. Supaya ingat, saya akan mencoba membahas benda-benda yang dipakai sekarang ini. Saya sudah membahas iPhone XR dan iPad di posting yang lalu, sekarang saya akan membahas Pocophone F1 (di India namanya Poco F1, untuk global namanya Pocophone F1).

Saat ini iseng memasang SD Card 32 GB

Saya masih memakai Android karena memang lebih nyaman untuk saya, plus kebanyakan pekerjaan pentesting adalah untuk Android. Saya sudah memakai Pocophone F1 ini selama beberapa bulan dan sejauh ini cukup senang. Spesifikasi Pocophone F1 ini cukup bagus, intinya mereka membuat device relatif murah dengan spesifikasi mendekati device high-end. Tabel di bawah ini (meski tidak menyertakan semua ponsel) cukup untuk membandingkan kecepatan/harga Pocophone F1 dibandingkan ponsel lain.

Perbandingkan skor Antutu sumber: http://www.china-prices.com/antutu (Maret 2019)

Saya memilih yang RAM-nya 6 GB dan storage 128 GB. Di device sebelumnya saya memilih 64 GB dan saya merasa 64 GB tidak lagi cukup. Storagenya memakai UFS 2.1 yang sangat cepat. Harga ponsel ini relatif mahal dibandingkan banyak ponsel Xiaomi lain (12000 an baht, sementara yang lain sekitar 8000 baht) tapi menurut saya ini worth the price.

Saya memakai dual sim card. SIM card pertama adalah yang saya pakai sejak kali pertama sampai Thailand (sudah terdaftar di mana-mana) dan yang kedua untuk LINE Mobile yang paket datanya cepat tapi murah. Saya tidak pernah menemui masalah signal dengan pemakaian dua SIM card ini, kecuali di daerah terpencil di mana memang tidak ada signal.

Sebagai orang yang suka ngoprek, saya senang karena ponsel Xiaomi semuanya bisa diunlock bootloadernya. Berkali-kali beredar isu bahwa mereka akan menutup fitur ini tapi sampai saat ini semuanya hanya hoax. Seperti tertulis di posting sebelumnya saya menginstall Magisk. Tiap kali upgrade software, saya uninstall Magisk, update lalu reinstall lagi Magisk. Ini memang agar merepotkan, tapi instalasinya hanya beberapa menit saja. Anggap saja seperti sesekali membersihkan meja yang berantakan yang juga butuh beberapa menit).

Sudah membuka banyak app, masih tersisa sekitar 2GB

Sejauh ini yang saya komplain dari Pocophone F1 hanya: tidak ada IR Blaster (tidak bisa jadi remote TV dan AC). Sementara fitur lainnya cukup: ada jack earphone, memakai USB-C dan bisa Quick Charging. Saat ini ponsel ini memakai Android 9.0 dengan MIUI (dan saya tidak keberatan dengan kebanyakan fitur MIUI). Memori 6GB juga cukup untuk semua yang perlu dilakukan sekaligus.

Setelah memakai berbagai ponsel Android dari yang sangat murah (yang paling murah: 400 baht) sampai cukup mahal (dulu Galaxy Note 4 baru, sekitar 30 ribu baht), saya merasa ini cukup di tengah. Ponsel yang lebih murah akan memperlama kerja dan ponsel yang terlalu mahal juga tidak terlalu berbeda dari ponsel menengah.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.