Membaca Buku Digital

Posting ini sekedar mengupdate bagaimana sekarang saya membaca buku elektronik. Tahun 2012 saya sudah mulai memakai Kindle dengan eink, dan mulai membeli konten dari Amazon. Sekarang sudah 7 tahun sejak Kindle pertama yang saya beli.

Kindle pertama sudah rusak (terinjak waktu menggendong Jonathan), lalu sudah beli lagi Kindle keyboard 3G dan Kindle paperwhite. Sekarang keduanya masih ada dan kadang masih dipakai untuk membaca jika ada cerita fiksi yang sedang saya sukai.

Kindle e-ink masih enak untuk membaca buku fiksi/non teknis yang tidak perlu dibaca acak. Untuk buku teknis yang harus bolak balik mengecek ke halaman lain, Kindle terasa sangat lambat dan layarnya kurang besar. Saya lebih suka membaca dengan kindle yang klasik, lebih terasa seperti kertas. Sayangnya yang klasik ini tidak bisa dibaca dalam gelap.

Selain masalah sifatnya yang seperti kertas, batere kindle cukup tahan lama. Asalkan kita tidak menyalakan fitur wirelessnya, baterenya masih cukup untuk beberapa minggu dengan pemakaian ringan (atau beberapa hari jika cukup berat). Dulu saya pikir kindle ini bakal jadi pegangan ketika liburan supaya tidak terlalu memikirkan batere, kenyataannya tetap saja saya lebih sering memegang HP.

Handphone memang lebih praktis karena selalu dibawa ke mana saja, sedangkan repot sekali membawa Kindle ke mana-mana jika tidak berniat secara khusus membaca sesuatu. Biasanya saya mulai dulu membeli dan membaca sebuah buku di HP, dan jika terasa menarik, saya download juga kontennya di kindle lalu saya teruskan baca di Kindle karena layar HP (yang sudah 6 inch) masih terasa terlalu kecil untuk membaca teks panjang.

Beberapa minggu terakhir ini saya memakai iPad untuk membaca dan sejauh ini cukup suka. iPad sangat cocok untuk membaca buku teknis, PDF readernya sangat cepat dan layarnya cukup besar untuk menampilkan semua informasi. Batere iPad juga cukup tahan lama dibandingkan HP.

Untuk konten, saya tetap membeli dari Amazon karena masih yang paling murah. Pernah saya menghabiskan pulsa Telkomsel hasil pentesting untuk membeli beberapa buku bahasa Indonesia dan pernah juga saya mendapatkan satu kupon dari Google Play Books dan membeli satu buku, tapi selain itu belum pernah membeli buku lain.

Sekarang saya juga sedang trial Scribd yang memiliki cukup banyak buku fiksi yang menarik (misalnya dari Stephen King, Agatha Christie dan Terry Pratchett) , tapi sayangnya belum punya cukup banyak waktu untuk membaca. Biasanya jika saya sudah mulai membaca cerita yang menarik jadi penasaran dan terus membaca, jadi kalau belum punya waktu sangat banyak, saya urungkan dulu membaca buku non teknis.

Konten teknis sekarang saya dapatkan dari Safari Books Online. Ini sangat praktis dan bisa diakses dari HP, web, dan juga dari iPad. Sesekali saya membeli juga buku dari humble bundle jika ada yang menarik (dan tidak ada di Safari Books). iPad juga memiliki fitur print to PDF, jadi berbagai blog teknis kadang saya save menjadi PDF untuk dibaca menggunakan software iBooks.

Seminggu terakhir ini saya juga mencoba menggunakan Apple Pencil untuk memberikan anotasi dan juga untuk mencatat. Sejauh ini Apple Pencil memang sangat nyaman dipakai, tapi saya belum optimal untuk tujuan utamanya: untuk membaca dan mencoret-coret berbagai paper.

Saya belum terbayang bagaimana saya akan membaca buku di masa depan. Mungkin di masa depan jika teknologi layar lipat sudah semakin murah dan bagus, sehingga tidak perlu lagi membawa-bawa tablet.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.